Terjerat Pesona Sang Direktur

Terjerat Pesona Sang Direktur
Hadiah dari Mr. Danial


__ADS_3

Hari ini Angelia sengaja izin tidak masuk kerja, ia bergegas menuju tempat dimana akan dilakukannya lelang anak perusahaan Virendra, ia kini sedang berada di dalam taksi dengan pakaian yang formal dengan rambutnya yang di gulung menjadi satu, ia juga menggunakan sebuah kacamata bening. Semua penyamaran itu untuk menutupi dirinya ia yakin disana juga akan ada keluarga Virendra. Angelia juga sudah membawa seluruh tabungannya, ia sudah bertekad akan memiliki anak perusahaan itu. IAO Production yang merupakan anak perusahaan dari Virendra.


'Ibu, aku akan segera membalaskan semua dendam kita,' batin Angelia.


Sesampainya di gedung itu, Angelia menunjukkan kartu undangannya. Acara lelang itu memang tertutup dan tak sembarang orang bisa masuk. Angelia mendapatkan undangan itu dengan mencuri milik Cristian. Bersyukurlah kemarin Regan mengalah dan memilih pergi sebelum makan siang, sehingga Angelia memiliki kesempatan mengambil undangan ini dari jas milik Cristian yang sengaja ia tumpahi saos dan dengan memaksa Cristian melepaskan jasnya dan berpura-pura akan mencucinya.


Angelia dipersilahkan masuk ke dalam, disana terlihat deretan kursi dan meja untuk para tamu. Angelia dipersilahkan untuk duduk di kursi yang cukup di belakang, Angelia bersyukur karena itu tidak akan membuatnya menjadi perhatian. Hari ini akan ada beberapa barang yang di lelang selain anak perusahaan itu.


Angelia telah mendaratkan pantatnya di atas kursi, seorang waiters menyuguhkan segelas minuman berwarna coklat dihadapannya.


“5 menit lagi akan segera di mulai,” gumam Angelia.


Semakin lama semakin penuh dan cukup banyak orang yang datang dan memenuhi kursi tamu, Angelia kaget melihat kedatangan Caroline disana bersama dengan Cristian.


'Mereka juga datang,' batin Angelia.


Angelia berdebar saat Caroline melihat ke arahnya, hampir saja ketahuan kalau bukan tubuh seseorang menghalanginya.


“Boleh duduk disini?” seru seseorang yang menggunakan topeng di wajahnya. Topeng yang hanya menutupi kedua matanya dan terlihat begitu misterius juga menakutkan.


“Anda?”


Seseorang itu duduk dihadapan Angelia. “Tidak mengenaliku, kucing kecil.”


“Regan! Emm maksudku Direktur,” seru Angelia sangat kaget.


“Panggil Regan saja, kita sedang tidak berada di kantor.” Ucap Regan yang duduk angkuh menatap ke depan.


“Kenapa Anda bisa datang kesini?” tanya Angelia.


“Karena kamu datang. Ngomong-ngomong kamu izin karena ingin menghadiri acara ini, bukan? Aku datang untuk menemanimu dan memberimu sesuatu,” seru Regan.


“Memberikan sesuatu?”


“Lihat saja nanti,” senyuman misterius terukir di bibirnya.


Acarapun sudah dimulai oleh pembawa acara dan mulai memperkenalkan barang lelang yang pertama.


“Kenapa Anda memakai topeng?” tanya Angelia.


“Karena tidak ingin menjadi pusat perhatian dan membuat mereka menyadari sosok dirimu,” seru Regan mampu membuat Angelia merasakan perasaan hangat.


'Dia tau aku tidak ingin di ketahui oleh Caroline dan Cristian, makanya dia menyembunyikan identitasnya hanya untuk melindungiku. Perasaan hangat ini, aku berkali-kali merasakannya karena ini. Terima kasih Regan,' batin Angelia tersenyum malu dengan memalingkan pandangannya yang awalnya menatap wajah tampan Regan. Walau memakai topeng pun, Regan tetap begitu tampan. Sosok yang penuh misterius dan mendebarkan hati.


“Baiklah kita akan ke barang lelang selanjutnya, ini adalah sertifikat dari perusahaan yang sempat disita oleh pihak bank. IAO Production yang sebelumnya merupakan anak perusahaan dari Virendra Production, kami akan memulai dengan harga seratus ribu dollar.”


“Ah ini-“ Angelia tampak serius menatap ke depan membuat Regan menatap kearahnya.


“200 ribu dollar!” Caroline sudah mengacungkan nomornya dan menawarkan harganya.


“250 ribu dollar!”

__ADS_1


“300 ribu dollar!” Angelia memberanikan memberi harga.


“350 ribu dollar!” Caroline kembali menawarkan harga.


“400 ribu dollar!” seru orang lain.


“450 ribu dollar!” Angelia kembali memberikan penawarannya.


“500 ribu dollar!” Caroline kembali menawar, tak ada lagi yang memberi harga.


“550 ribu dollar!” Angelia berusaha menawar walau ia cukup gelisah, tabungannya hanya ada 600 ribu dollar tidak lebih. 'Apa ini akan menjadi milikku?' batin Angelia, kegelisahan Angelia disadari oleh Regan.


“650 ribu dollar!” Caroline langsung menaikkan harga seratus ribu dollar dan itu membuat raut wajah Angelia murung dan merasa kecewa. Kalah sudah, ia benar-benar tidak berdaya dan tidak memiliki apapun untuk bisa merebut kembali apa yang menjadi haknya.


“1 juta dollar!”


Semua mata menoleh ke arah sumber suara begitu juga dengan Angelia yang kaget ternyata yang menawar adalah Regan.


“2 juta dollar!” seru Caroline masih tidak mau kalah.


“6 juta dollar!” Regan kembali menawar dan itu membuat semua orang kaget juga saling berbisik karena itu harga yang begitu mahal hanya untuk sebuah perusahaan kecil.


“6 juta dollar,” gumam Angelia sangat syok dan terlihat tidak ada pergerakan lagi dari Caroline.


“Aku tidak bisa memberikan harga lebih dari itu Carl,” seru Cristian.


“Tapi kita harus mendapatkannya,” seru Caroline.


“Huh! Sebenarnya siapa yang menawar dengan harga yang begitu tinggi,” seru Caroline.


“Baiklah 6 juta dollar satu......”


“6 juta dollar dua......”


“6 juta dollar tiga......”


Ketukan palu terdengar, “sertifikat IAO Production jatuh ke tangan nomor 77.”


“Hadiah pertamaku untukmu,” seru Regan dengan santai saat seorang waiters menyerahkan sebuah berkas dengan kotak hitam berisi beberapa kunci.


Regan menyerahkan semua itu kepada Angelia


“Aku tidak membutuhkannya, perusahaanku telah memiliki banyak anak perusahaan di berbagai Negara. Itu hadiah dariku untukmu, bukankah kamu menginginkannya?” seru Regan menatap Angelia dengan tatapan yang menggoda membuat wajah Angelia merona.


“Terima kasih,” seru Angelia merasa malu.


“Setelah ini kau pikirkan akan mendirikan perusahaan dalam bidang apa. Aku yang akan menjadi investor pertamamu,” ucap Regan semakin membuat Angelia terpaku dan hatinya benar-benar dibuat berdebar.


'Regan... Terima kasih banyak, aku tidak tau harus bagaimana membayar semua ini. Tetapi aku sungguh berterima kasih padamu,' batin Angelia.


“Barang lelang selanjutnya adalah sebuah kalung yang sangat indah dan cantik, kalung ini produk perpaduan berlian merah muda premium dari Afrika Selatan dengan berbagai permata berharga lainnya. Sangat mewah namun tidak terlalu berlebihan, tampak sangat sederhana namun memberikan kesan anggun dan berkelas. Ini adalah hadiah yang sangat cocok untuk diberikan pada orang yang Anda cintai!” seru pembawa acara, kami akan mulai dengan harga 500 ribu dollar.” Seru pembawa acara.

__ADS_1


Terlihat banyak sekali orang-orang yang memberi harga untuk kalung ini, mereka seakan berlomba-lomba dengan harga paling tinggi untuk mendapatkan kalung ini.


“Tidak di sangka mereka bahkan berani menawar sampai 10 juta dollar,” seru Angelia sangat kaget.


“10 juta dollar pertama...”


“10 juta dollar ke-“


“15 juta dollar!” semua mata tertuju kepada Regan begitu juga dengan Angelia yang sangat kaget, sejak awal Regan sama sekali tidak menawar dan dia langsung menawar di akhir dengan harga yang begitu fantastic hanya untuk sebuah kalung.


“Baiklah 15 juta dollar pertama...”


“15 juta dollar kedua...”


“15 juta dollar ketiga...”


Ketukan palu terdengar disana dan semua orang mulai berbisik-bisik akan harga kalung yang sangat fantastic.


“Selamat untuk Mr. yang bertopeng, kalung ini milik Anda.”


Seorang pelayan memberikan kalung itu beserta sertifikatnya kepada Regan.


“Hadiah kedua dariku untukmu,” seru Regan menyerahkan kalung itu kepada Angelia.


“A-apa?” Angelia memekik kaget. “Ka-kalung seharga 15 juta dollar!”


Angelia merasa begitu dongkol, bagaimana mungkin Regan menghabiskan uang sebanyak itu hanya untuk sebuah kalung.


“I-ini bahkan bisa mendirikan sebuah perusahaan,” seru Angelia.


Regan tersenyum ke arahnya. “Itu tidak berpengaruh apapun kepadaku, bahkan tidak sampai 1/4 nya dari tabunganku.


'Huh sungguh hati ini teriris mendengar seruan dari seorang Billionaire,' batin Angelia masih dongkol.


“Tapi aku tidak berani memakai kalung ini. Ini sangat mahal,” seru Angelia.


Regan tersenyum dan memakaikan kalung itu di leher Angelia.


“Ini memang sangat cocok di lehermu. Simpanlah dan jangan sampai kau jual,” seru Regan, Angelia meringis mendengarnya.


“Baiklah. Terima kasih banyak Regan,” seru Angelia tersenyum merekah membuat wajah Regan memerah.


'Kenapa dia imut sekali,' batin Regan.


“Hmm.. Kita pulang?” ajak Regan yang diangguki Angelia.


Merakapun pergi meninggalkan tempat itu. Tanpa sepengetahuan mereka, Caroline menatap ke arah mereka berdua dengan tatapan tajam penuh kebencian.


'Wanita sialan itu, sebenarnya siapa orang dibalik topeng itu yang mendukungnya. Bahkan dia berani mengkhianati Cristian,' batin Caroline mengepalkan kedua tangannya.


***

__ADS_1


__ADS_2