
Beberapa hari telah berlalu dan Angelia telah kembali ke rumahnya, ia pun kembali dengan rutinitas sehari-harinya. Kali ini ia sedang membuat kopi untuk Regan seperti biasa.
Ia berjalan menuju ruangan Regan, sebelum memasuki ruangan ia mendengar ada suara seseorang di dalam ruangan Regan.
“Apa ada tamu yah,” gumamnya karena tadi ia sedang berada di pantry.
Angelia mengetuk pintu dan langsung masuk tanpa menunggu perintah dari dalam.
Deg
Gerakan langkah Angelia terhenti saat ia melihat seorang perempuan seksi sedang duduk di atas pangkuan Regan dan ia mengenal wanita itu. Dia adalah seorang artis papan atas yang sebelumnya pernah datang kemari, Janeeta Tsurayya. Angelia memalingkan pandangannya saat ia merasakan perasaan sesak juga sakit di dalam hatinya.
“Emm ini kopinya, Sir,” seru Angelia memilih menundukkan kepalanya.
“Simpan di atas meja,” seru Regan.
Angela pun bergegas menyimpan gelas kopi itu di atas meja kerjanya dan tanpa kata berbegas meninggalkan ruangan itu.
“Hei tunggu, buatkan aku segelas teh hijau,” seru Janeeta.
“Dia bukan seorang office girl, kau tidak bisa seenaknya memerintahnya. Lagipula dia banyak pekerjaan,” seru Regan yang sedikit mendorong tubuh Janeeta dari atas pangkuannya. Ia kemudian beranjak dari duduknya.
“Kau kembali kerjakan pekerjaanmu saja, Angelia,” seru Regan.
“Baik Sir.”
Angelia keluar dari ruangan itu.
“Jadi ada apa kau kembali datang kesini, Janeeta?” tanya Regan terlihat dingin.
“Aku merindukanmu, apa tidak boleh?”
“Janeeta, kau lebih tau bagaimana hubungan kita. Kita tidak pernah memiliki hubungan apapun, selain kerjasama. Jadi sekarang apa yang membawamu datang kemari, apa yang kau inginkan?” tanya Regan dengan nada datar.
“Haisshh kenapa kau selalu begitu dingin padaku, aku benar-benar menyukaimu.”
“Aku tidak punya waktu untuk mendengar omong kosongmu,” seru Regan. “Kalau tidak ada yang penting, kau bisa pergi.”
“Baiklah, aku akan mengatakan maksud kedatanganku. Alfa Production akan merilis sebuah film terbaru yang berjudul I Want You. Aku ingin menjadi pemeran utama wanitanya, kau bisa membantuku kan?” seru Janeeta dengan nada manja.
“Tidak bisa.” jawab Regan dengan pasti seraya mengambil duduk di atas sofa.
__ADS_1
“Kenapa?” seru Janeeta.
“Aku sudah banyak mensponsorimu, jadi sekarang kau usaha sendiri untuk mendapatkan peran itu,” seru Regan membuka berkas yang ada dalam genggamannya.
“Regan ayolah, sekali ini saja bantu aku lagi.”
“Kamu sudah tau dimana pintu keluarnya, bukan? Kalau tidak ada urusan lagi maka kau boleh pergi. Aku sibuk,” seru Regan dengan datar tanpa menoleh, ia tetap focus memeriksa berkas di tangannya.
Melihat Respon Regan yang seperti itu membuat Janeeta merasa sangat kesal, ia pun langsung pergi meninggalkan ruangan Regan tanpa kata.
Regan menghembuskan nafasnya setelah kepergian Janeeta.
***
Saat ini Angelia sedang berada di salah satu restaurant berbeque bersama dengan Rita, ia sengaja memanggil sahabatnya untuk datang menemani dirinya.
“Biar aku yang memanggang,” seru Angelia mulai memasukkan irisan daging ke dalam wajan panggangan, Rita terlihat menuangkan minuman beralkohol dari dalam botol ke dalam gelas kecil.
“Kau ini selalu memanggilku saat ada masalah, kemarin-kemarin kau kemana saja? Menghilang begitu saja,” seru Rita seraya menyerahkan gelas kecil berisi cairan bening ke hadapan Angelia.
“Aku menginap di Villanya Tuan Muda Wiratama,” jawab Angelia meneguk minuman dalam gelas itu hingga habis.
“Aihh kau menolaknya, tetapi tetap saja jatuh ke dalam pelukannya,” seru Rita mengejek.
“Aku tidak serendah itu,” jawab Angelia menghela nafasnya. Entah kenapa mengingat kejadian di kantor tadi membuat hatinya merasa sesak.
Angelia kembali menuangkan minuman di dalam botol ke dalam gelasnya dan langsung meneguknya hingga habis dan berulang kali seperti itu. Rita menatap Angelia dengan penuh rasa iba, kapan sahabatnya ini bisa menemukan kebahagiaannya.
“Angel, aku tidak tau seberapa besar luka yang kau alami dan seberapa kuat dendam itu di dalam hatimu. Tapi setidaknya tetap pikirkan kebahagiaanmu, masa depanmu. Kalau kau memang menyukai Tuan Muda Danial, maka ungkapkanlah. Aku yakin dia memiliki kekuatan yang sangat kuat untuk menekan keluarga Virendra, kamu bisa membalaskan dendammu itu,” seru Rita yang merasa sangat kasihan pada sahabatnya itu.
“Itu mustahil, aku tidak ingin di anggap memanfaatkan Tuan Muda Danial dalam hal ini. Dia sama sekali tidak ada hubungannya dengan dendamku,” seru Angelia. “Dia orang besar dan sangat berpengaruh, aku tidak ingin mencemarkan nama baiknya karena ulahku yang ingin balas dendam.”
Angelia meneguk minumannya lagi hingga botol miliknya habis. Ia kemudian mengambil botol milik Rita dan kembali menuangkannya ke dalam gelasnya, ia meneguknya dalam sekali tegukan.
“Kamu tidak bisa seperti ini, Angel. Kamu harus memikirkan masa depanmu juga.”
“Masa depan?” Angelia terkekeh seakan mengejek kata-kata itu. “Sejak awal aku sudah tidak punya masa depan. Yang aku miliki sekarang hanyalah kebencian yang mendalam.” Angelia kembali meneguk minumannya.
Wajah Angelia sudah memerah dan dia sudah begitu mabuk. Ia bahkan sudah menghabiskan kurang lebih 4 botol minuman beralkohol.
“Cukup, kau sudah sangat mabuk,” seru Rita.
__ADS_1
“Aku masih belum mabuk, aku ingin minum lagi. Bawakan aku satu botol lagi,” seru Angelia yang sudah begitu mabuk.
“Sudah cukup, Angel!”
Rita segera membayar bill mereka, ia bergegas membawa Angelia dengan memapahnya keluar dai restaurant itu.
“Astaga tidak ada taksi, bagaimana ini,” gerutu Rita yang merasa kerepotan apalagi Angelia terus meracau dan tidak berhenti bergerak.
“Aku harus meminta bantuan siapa,” keluhnya sampai sebuah ide terlintas di kepalanya. Ia membawa Angelia untuk duduk di sebuah kursi yang ada di depan restaurant dan ia mengambil tas Angelia untuk mencari handphone Angelia.
“Maafkan aku Angelia, aku tidak ada cara lain lagi selain meminta bantuan bosmu,” seru Rita segera mencari nama di kontak Angelia.
“Apa ini, tidak ada. Dia sebenarnya menyimpan kontak Bosnya dengan nama siapa sih,” gerutu Rita.
Disana ada dua nomor yang Angelia save dengan nama aneh, pertama adalah Handsome Devil dan satu lagi Sang Kera.
“Ada apa dengan gadis ini, apa dia waras menamai kontak seseorang dengan sebutan aneh seperti ini,” seru Rita tidak habis pikir dengan Angelia. “Tapi sepertinya kontak Tuan Muda Danial adalah Handsome Devil.” Rita pun langsung menekan tombol panggilan di kontak itu.
“Syukurlah ini benar-benar nomor Mr. Danial,” seru Rita setelah melakukan panggilan. “Jadi Sang Kera adalah kekasihnya yang sekarang,” seru Rita terkikik.
Rita melihat ke arah Angelia yang tertidur. “Gadis ini kenapa begitu menyedihkan karena sebuah dendam. Apa begitu sulit bersikap egois dan menggapai kebahagiaanmu sendiri,” gumam Rita menatap wajah sahabatnya itu.
Tak lama sebuah mobil sport mewah berhenti di depan restaurant itu dan seseorang keluar dari dalam mobil. Rita sedikit terpaku saat melihat sosok tampan Regan yang hanya memakai kaos dan celana hitam santainya. Walau penampilannya begitu sederhana, tetapi dia sangat tampan. Terlihat jelas kalau Regan sudah beristirahat dirumahnya dan tanpa berganti pakaian, ia langsung datang ke tempat Angelia.
“Tuan Muda Danial,” seru Rita berdiri dari duduknya dan memberi hormat dengan membungkukkan badannya sedikit ke arah Regan yang kini berdiri dihadapannya.
“Apa yang terjadi dengannya?” tanya Regan yang fokusnya sudah kepada Angelia, Rita tau kalau Regan sungguh-sungguh menyukai Angelia.
“Dia terlalu banyak minum,” jawab Rita. “Saya tidak bisa menemukan taksi untuk membawanya pulang.”
Regan tidak menjawabnya, ia langsung mendekati Angelia dan memangku tubuhnya membuat Angelia langsung menyandarkan kepalanya dengan nyaman di dada bidang milik Regan.
“Ini tas miliknya,” seru Rita menyerahkan tas itu kepada Regan yang langsung ia terima.
“Naiklah ke dalam mobil, aku akan mengantarmu juga,” seru Regan.
“Tidak perlu Mr. Danial. Saya masih ada urusan,” seru Rita yang tidak ingin mengganggu mereka berdua. “Saya titip Angelia, terima kasih banyak atas bantuannya,” seru Rita.
Regan terdiam sesaat dan menatap wajah Angelia yang terlelap dalam gendongannya.
“Baiklah. Aku pergi,” seru Regan dan beranjak pergi meninggalkan Rita seorang diri disana.
__ADS_1
“Huh kapan gadis bodoh itu sadar kalau ada seorang pangeran yang begitu menyukainya dan menawarkan sebuah kebahagiaan padanya,” gumam Rita melihat Regan membawa Angelia masuk ke dalam mobilnya dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
***