
“Baiklah, begini saja. Kau boleh bergerak satu putaran lebih dulu,” seru Angelia.
“Kita tetap akan melewati tiga putaran dan kamu boleh bergerak lebih dulu satu putaran, baru aku akan bergerak. Apa itu adil?” seru Angelia.
“Angelia!”
“Tenang saja sayangku,” seru Angelia.
“Baiklah aku setuju,” seru Greeta tersenyum merekah.
Greeta pun mulai bergerak dengan membawa kudanya dan memintanya untuk berlari cepat.
“Dasar cewek bodoh! Kau pikir kau akan menang,” tawa jahat Greeta.
Setelah Greeta melewati satu putaran, Angelia mulai bergerak dengan menggunakan kuda Regan. Gerakan Angelia begitu terlatih dan dia bisa langsung menguasai Bruto yang merupakan kuda yang cukup sulit dikendalikan selain oleh Regan sendiri.
“Dia benar-benar menakjubkan. Bahkan Bruto tidak memberontak dan terlihat nyaman di kendalikan oleh Angelia,” seru Dareen.
Greeta tampak kaget saat Angelia sudah dengan cepat menyusulnya, ia bahkan sudah melewati dua putaran dan kini mereka sama-sama di putaran ketiga dimana merupakan babak penentuan. Greeta dengan liciknya memukul pantat kuda Bruto dengan keras saat Angelia menyusulnya dan Bruto tampak mengamuk dengan mengangkat kedua kaki bagian depannya ke atas, Angelia terlihat kesulitan mengendalikan Bruto yang marah dan hampir jatuh. Semua orang yang menonton dibuat kaget dan Regan terlihat sangat khawatir, Regan hampir saja melompat dan berlari ke lapangan untuk menolong Angelia. Tetapi gerakannya terhenti saat Angelia berhasil menangani Bruto dan ia membuat Bruto meloncat ke udara melewati Greeta dan juga kudanya, pemandangan itu membuat semua penonton takjub.
“Wow!”
“Indah sekali!”
“Sulit di percaya!”
Seruan orang-orang yang menonton dan memberikan tepukan tangan saat Angelia berhasil memenangkan pertarungan itu.
“Regan, wanitamu benar-benar luar biasa! Aku belum pernah melihat seorang pembalap kuda wanita yang sehebat dia,” seru Firdaus sangat takjub.
“Tentu saja, dia milikku!” seru Regan mengatakan dengan penuh keposesifan.
Regan, Dareen, Bryan dan Firdaus berjalan menghampiri Angelia dan Greeta yang sudah menuruni kudanya.
“Pertunjukkan yang bagus sekali, sayangku!” seru Regan membuat Greeta kesal setengah mati, Greeta memang memiliki kekaguman dan ingin bersama dengan Regan.
“Bravo Angelia. Ah, sungguh luar biasa!” seru Firdaus.
__ADS_1
“Mengagumkan sekali,” puji Bryan.
“Sangat memukau,” seru Dareen.
Greeta semakin kesal karena semua orang memuji Angelia.
“Huh! Anggap dirimu beruntung kali ini, Angelia. Aku akan membalasmu suatu saat nanti!” gumam Greeta.
Greeta melihat sekitarnya dimana semua orang tampak sibuk memuji Angelia, itu kesempatan Greeta untuk kabur saat semua orang tidak melihatnya.
“Nona Greeta, kau mau kemana?” tanya Angelia saat Greeta sudah berjalan dua langkah menjauhi mereka.
“Kamu sudah kalah, Greeta. Kamu tidak mencoba melarikan diri, bukan?” seru Firdaus.
“Ba-bagaimana mungkin!” tepis Greeta.
“Lagipula kenapa kamu mendukungnya, bukankah kamu kekasihku!”
“Mulai sekarang kita sudah bukan sepasang kekasih lagi, kita putus!” seru Firdaus.
“Aku tidak ingin memiliki kekasih sepertimu. Aku malu! Kau harusnya mencontoh Angelia. Dia benar-benar kekasih idaman,” seru Firdaus membuat Greeta semakin kesal.
Greeta sangat kesal dan ia sangat ingin pergi dari tempat itu.
“Nona Greeta, tolong serahkan padaku sekarang!” seru Angelia berjalan mendekati Greeta.
“Serahkan apa?” pekik Greeta.
“Kalungmu,” Angelia menunjuk ke arah kalung di leher Greeta.
“Kamu jangan serakah! Semua orang sudah memujimu, sekarang Masih menginginkan barangku!” pekik Greeta.
“Jadi kamu mau bertaruh lagi?” seru Angelia dengan tenang.
Greeta yang kesal memegang kalungnya cukup lama, sebelum akhirnya dia melepaskan dan melemparkannya ke arah Angelia.
“Nih ambil!” Angelia menangkap kalung itu dengan sebelah tangannya.
__ADS_1
“Baiklah. Kamu bisa mulai berguling sekarang keluar lapangan,” seru Angelia membuat Greeta tertegun.
“Angelia! Kamu sudah keterlaluan!” pekik Greeta.
“Kamu mau berguling keluar sendiri atau kamu mau aku menyuruh seseorang untuk membantumu?” seru Angelia masih dengan nada tenang dan pandangan yang menatap ke arah kalung di tangannya, seakan itu lebih menyenangkan dibanding melihat ke arah Greeta.
“Jika kamu berguling sendiri, kamu bisa mengatur kekuatan yang akan kamu gunakan untuk berguling. Kamu juga bisa melindungi wajahmu, tetapi jika kamu membutuhkan bantuan orang lain. Siapa yang tau seberapa kasar dia akan membantumu,” seru Angelia.
“Kurang ajar!” Greeta tampak geram seraya mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, ia mulai berguling di rumput menuju pintu keluar.
“Menyedihkan sekali,” seru Bryan.
“Iya, wajahnya juga tergores. Semoga saja tidak membekas,” seru Dareen.
“Aku menyesal sudah menjadikannya kekasihku,” seru Firdaus.
“Karena itu orang harus sadar diri. Tidak tau apa yang dia pikirkan saat dia berani menyinggung perasaan wanita milik Regan Danial,” seru Bryan.
“Kamu yang memintanya sendiri, Greeta!” seru Angelia, Regan hanya tersenyum puas melihat kekasihnya yang kali ini lebih berani dan ganas
“Baiklah, karena yang mengganggu sudah pergi. Kita lanjut untuk makan malam saja,” ajak Dareen.
***
“Apa hari ini kamu senang?” tanya Regan saat mereka berada di dalam kamar di Villa milik Regan.
“Lumayan. Kenapa kamu menanyakan hal itu?” tanya Angelia.
“Aku tidak ingin melihatmu selalu bersedih, jangan pernah sedih lagi. Aku akan selalu berada di samping kamu sampai kapanpun juga,” seru Regan membuat Angelia tersenyum merekah dan memeluk tubuh Regan yang berbaring menyamping disisinya.
“Terima kasih, aku mencintaimu.” Angelia menelusupkan wajahnya ke dada bidang Regan, Regan memeluk tubuh Angelia dengan lembut dan membelai punggungnya.
“Jangan pernah menangis lagi,” seru Regan penuh penekanan.
Angelia tau Regan tidak ingin melihat Angelia sedih, bahkan sampai menangis. Betapa beruntungnya Angelia memiliki kekasih seperti Regan, ia selalu berharap Regan akan selalu menemaninya dan tidak akan pernah meninggalkannya.
***
__ADS_1