
Regan melepaskan pelukannya dan menarik kedua lengan Angelia untuk berbalik menghadapnya.
“Ada apa? Apa kamu tidak ingin menikah denganku?” tanya Regan.
“Tidak, bukan begitu. Hanya saja kalau untuk sebuah pernikahan, itu terlalu-“
“Apa kamu berniat menolakku lagi?” tanya Regan.
Angelia menatap mata tajam Regan dan ekspresinya yang berubah menjadi keras karena kesal.
“Jangan marah dulu,” seru Angelia membelai pipi Regan berusaha menenangkan Regan.
“Regan, kehidupanku kacau. Kehidupan masalaluku sangatlah kacau, aku dibesarkan di sebuah panti asuhan, aku hidup dengan begitu sederhana. Berbeda denganmu, kamu adalah seorang Tuan muda. Kamu terlahir dari keluarga yang sangat terhormat, kita berbeda. Bahkan aku memiliki trauma di masa lalu,” seru Angelia melepaskan belaiannya dan memalingkan wajahnya dengan ekspresi sedih.
“Jadi kamu menjadi kekasihku hanya untuk memanfaatkanku untuk membalas dendam?” tanya Regan.
“Tidak!” Angelia berucap dengan cepat.
“Sejak awal aku tidak ingin dekat denganmu. Sejak awal aku tidak ingin melibatkanmu dalam masalahku, dalam balas dendamku. Aku memang menyukaimu, sejak awal aku juga sudah memiliki perasaan terhadapmu. Tapi kamu tidak akan mengerti, hidupku sudah hancur dan penuh dengan dendam. Aku bahkan tidak memiliki tujuan untuk masa depan selain balas dendamku, aku bahkan belum mengetahui pembunuh ibuku. Aku ingin mereka merasakan semuanya! Aku memang tidak bisa melupakan dendam itu, rasa sakit dan kehancuran dimasalalu sangat menyiksaku hingga sekarang,” seru Angelia dengan mata berkaca-kaca dan hendak beranjak pergi tetapi Regan menahan pergelangan tangan Angelia membuatnya menoleh ke arah Regan.
“Kamu pikir aku tidak akan mengerti?” seru Regan membuat Angelia menatapnya dengan mata sudah berair.
“Angel, kehidupanku tidak senyaman yang kamu kira. Aku juga pernah memiliki masalalu yang sulit dan cukup menyakitkan,” seru Regan.
Regan melepaskan pegangan tangannya, ia berjalan mendekati pembatas balkon dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya. Ia menatap ke langit malam dengan helaan nafas membuat Angelia menatapnya.
“Hanya kamu yang aku beritahu masalaluku ini, tidak banyak orang yang mengetahuinya.”
“Saat aku dilahirkan hingga usiaku 5 tahun, aku terpisah dari Ayahku. Aku mengetahui kalau terjadi accident antara Bunda dan Ayahku hingga Ayah meninggalkan Bunda dalam keadaan hamil. Keluarga Bunda meminta Bunda menggugurkan kandungannya karena Bunda masih pelajar dan itu membuat keluarga mereka malu, tetapi karena Bunda mempertahankanku akhirnya dia di usir keluarganya dan bahkan di coret dari daftar kartu keluarga. Dia berjuang seorang diri hanya untuk melahirkanku, merawatku dan membesarkanku. Sejak kecil aku selalu melihat wajah kelelahannya, dia selalu menyembunyikan rasa sedih dan terlukanya dariku. Sering setiap malam aku melihatnya menangis seorang diri, tetapi di depanku dia selalu berusaha tersenyum. Aku tidak memiliki teman, aku dianggap seorang anak haram. Bahkan mereka menjauhiku dan selalu mengolok-olokku, aku pendam kesakitan itu karena tidak ingin membuat Bunda sedih. Aku berjanji pada diriku sendiri saat aku kecil aku tidak akan pernah menyakiti wanita manapun, aku sangat menyayangi dan menghargai Bunda. Dia adalah inspirasiku, aku akan selalu melindunginya,” ucap Regan.
“Sampai akhirnya Ayah menemukan kami dan kehidupan kami berangsur baik sampai sekarang.”
Regan berbalik badan dan menatap Angelia dengan tatapan tajam dan begitu serius.
“Aku memahami apa yang kamu rasakan, rasa sakit itu, rasa kesal dan marah, rasa sayang dan hormat yang begitu besar pada seorang Ibu dan saat aku mengatakan kalau aku menyukaimu, aku memilihmu. Maka itu sudah pasti dan aku tidak akan pernah melepaskannya.”
__ADS_1
“Selama ini aku tidak pernah berdekatan dengan wanita manapun selain kamu. Aku tidak ingin bermain-main dengan banyak wanita dan hatiku sudah memilihmu,” seru Regan.
“Walau seribu kali kamu menolakku, aku akan terus mengejarmu.”
Angelia tidak menyangka bahwa seorang Regan memiliki masalalu yang cukup sulit seperti dirinya.
“Dasar pemaksa,” seru Angelia berusaha mencairkan suasana.
“Kamu yang membuatku menjadi seperti itu,” jawab Regan dengan enteng.
“Kamu bilang tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Lalu dengan Janeeta seorang artis cantik yang sedang naik daun,” seru Angelia.
“Kau cemburu padanya?” goda Regan.
“Tidak! Aku hanya ingin mempercayai ucapanmu saja,” seru Angelia.
“Aku dan dia tidak pernah memiliki hubungan apapun, kami hanya beracting sebagai sepasang kekasih karena Bunda terus saja memintaku membawa kekasih. Dia takut bahwa isu aku seorang gay itu benar, jadi aku memintanya jadi kekasihku dengan sebuah kesepakatan. Aku menjadi sponsornya,” seru Regan.
“Benarkah seperti itu?”
“Terserah kau mau percaya padaku atau tidak,” jawab Regan bersandar pada pagar pembatas.
“Yang mana?” tanya Regan mencoba mengingatnya.
“Gadis cantik yang rambutnya hitam,” seru Angelia membuat Regan mengingatnya.
“Oh bocah itu,” seru Regan tersenyum.
“Kamu cemburu padanya?”
“Dia kekasihmu juga kan? Ck, dasar pembohong.”
“Eh?” Angelia memekik saat Regan menarik pergelangan tangannya hingga kini Angelia berdiri dalam rangkulan Regan.
Regan mengeluarkan handphonenya dan menekan sesuatu.
__ADS_1
“Apa gadis ini yang kamu maksud,” seru Regan menunjukkannya.
“Tuh kan, kamu bahkan menyimpannya. Dia pasti sangat special,” seru Angelia.
“Dia memang sangat special dan aku sangat menyayanginya,” seru Regan.
“Tuh kan, dasar pria!” Angelia sangat kesal dan mendorong tubuh Regan hingga rangkulannya terlepas.
“Aku tidak percaya ucapanmu lagi. Aku akan tidur!” Angelia berlalu dengan sangat kesal.
“Dasar Devil brengsek! Dia berkata hanya menyukaiku, ternyata sekarang terang-terangan mengatakan menyayangi wanita lain!' batin Angelia.
“Dia adalah Renata Wiratama, adik kandungku.”
Deg
Langkah Angelia terhenti saat mendengar itu.
'Apa adik?' batin Angelia.
“Kamu begitu menyukaiku, sampai sangat cemburu mendengar aku mengatakan ada wanita special lain dihidupku,” bisik Regan yang kini sudah berada dibelakang tubuhnya dan sangat dekat.
“Ti-tidak! Aku hanya merasa kamu berbohong kalau hanya aku wanita yang dekat denganmu,” seru Angelia.
“Jadi kamu meragukan semua ucapanku, hmm?” seru Regan menarik Angelia untuk menghadap kearahnya.
“Bukan seperti itu, hanya saja kamu begitu populer. Apalagi di kalangan para wanita,” seru Angelia.
“Seorang pria sejati itu yang di pegang adalah kata-katanya dan aku tidak mengatakan kebohongan apapun padamu,” seru Regan.
Angelia hanya diam membeku dengan menatap mata Regan yang sangat mengintimidasi.
“Aku mengatakan aku mencintaimu dan aku ingin kamu menjadi milikku selamanya adalah kejujuran.” Regan kemudian memagut bibir Angelia dengan merengkuh pinggang Angelia dan menempelkannya pada tubuhnya.
“Jangan berpikir untuk pergi dariku!” bisik Regan penuh penekanan dan kembali memagut bibir Angelia.
__ADS_1
'Bagaimana aku bisa pergi darimu, bahkan aku selalu kalah dan menjadi cair saat dalam genggamanmu,' batin Angelia memeluk tubuh Regan.
'Aku juga mencintaimu, Regan Danial! Kini aku memiliki harapan untuk bersamamu di masa depan dan menghabiskan sisa hidupku bersamamu.'