Terjerat Pesona Sang Direktur

Terjerat Pesona Sang Direktur
Mood Buruk


__ADS_3

Angelia mendaratkan pantatnya di atas kursi kebesarannya.


“Kenapa?” pertanyaan itu membuat Angelia menoleh dan melihat Nickolas yang sudah duduk di kursi kerjanya.


“Tidak ada. Moodku sedikit buruk pagi ini,” keluh Angelia.


“Kopi?” tanya Nickolas yang bermaksud mengajaknya untuk minum kopi.


“Ide yang bagus. Sepertinya aku membutuhkan sedikit kafein untuk memperbaiki moodku,” seru Angelia.


Nickolas melirik jam tangannya.


“Kita ke bawah!”


Angelia menganggukkan kepalanya karena masih ada waktu sebelum jam kerja. Mereka berdua berjalan bersama memasuki lift dengan berbincang ringan, Angelia cukup santai berbincang dengan Nickolas walau Nickolas hanya mengeluarkan beberapa kata saja.


Saat mereka memasuki lift karyawan, saat itu juga pintu lift president terbuka dan Regan berjalan keluar. Regan melihat Angelia dan Nickolas yang memasuki lift bersama dengan tertawa kecil, entah apa yang sedang mereka bicarakan.


“Ada apa?” tanya Calvin yang datang bersamanya.


“Tidak ada.” Regan menjawab dengan nada dingin sedingin salju diluar kantor, auranya pun berubah menjadi begitu gelap dan menakutkan membuat Calvin tidak mampu mengeluarkan kata-kata lagi.


“Ada apa dengannya?” Tiba-tiba saja moodnya jadi buruk,” gumam Calvin yang masih memperhatikan Regan yang berjalan meninggalkannya sendiri.


“Ah sebaiknya aku keruanganku saja. Malas menghadapi singa yang dalam mode on,” seru Calvin dan bergegas menuju ruangannya.


- - -


Angelia baru saja masuk ke dalam ruangan Regan saat tadi Regan memintanya masuk dengan nada ketus dan dingin.


“Anda memanggil saya, Sir?” tanya Angelia dan saat itu juga ia memekik saat Regan langsung mendorong tubuhnya dan menyudutkannya ke daun pintu dibelakangnya hingga membuat punggungnya sedikit ngilu karena membentur pintu.


“Ka-kamu kenapa?”


“Kucing kecil, sepertinya aku terlalu memanjakan kamu yah,” seru Regan.


“A-apa maksudmu?” tanya Angelia merasa begitu bingung.


“Aku tidak tau kau begitu dekat dengan Nickolas!” seru Regan penuh penekanan.


“Kami hanya rekan kerja,” seru Angelia.


“Lalu kemana kalian tadi pergi? Bahkan berani meninggalkan ruangan saat aku belum datang! Mencoba bermain dengan pria lain dibelakangku, hmm?” seru Regan.


“Apa maksudmu? Aku hanya membeli kopi. Apa dimatamu aku begitu rendah? Dan apa dimatamu aku wanita penggoda dan tidak setia!” seru Angelia kali ini merasa kesal dengan tuduhan Regan, dirinya bukan wanita seperti itu.

__ADS_1


“Aku tidak suka melihatmu berdekatan dengan pria manapun! Kamu adalah milikku!” seru Regan dengan nada tegas.


“A-hmm”


Ucapan Angelia tertahan karena Regan langsung membungkam bibirnya dengan bibir Regan, ia mencium Angelia dengan cukup kasar dan menggigit lidah Angelia pelan.


“Ah!” Angelia memekik dan mendorong dada Regan hingga menjauh darinya.


“Kau menggigitku!”


“Itu adalah hukuman untukmu karena pergi dengan pria lain dibelakangku dan juga aku memberi tanda padamu. Kamu adalah milikku!” seru Regan dengan tegas membuat Angelia merasa dongkol dengan kecemburuan Regan.


“Kamu cemburu?” seru Angelia merasa senang


“Kamu tau kalau aku sangat cemburuan. Jadi jangan mencoba untuk berdekatan dengan pria lain dibelakangku!” seru Regan dengan tegas.


‘Aih dasar Devil! Sungguh posesif.’ Batin Angel


“Kemarilah,” seru Regan berjalan menuju kursi kebesarannya dan duduk disana. Angelia berjalan mendekati meja kerja Regan.


“Apa ada kabar dari Virendra?” tanya Regan.


“Belum ada,” seru Angelia.


Regan tersenyum misterius.


“Kamu lihat saja nanti,” Regan berucap penuh teka-teki.


“Bersiaplah nanti jam makan siang kita akan keluar, ada pertemuan client diluar dan setelahnya kita pergi mencari gaun untukmu nanti malam pergi ke sebuah pesta amal.”


“Baiklah,” Angelia berjalan menuju pintu keluar


“Angel, jaga jarak dari Nickolas!” seru Regan membuat Angelia memutar bola matanya.


“Yes Sir,” jawab Angelia dan keluar dari ruangan Regan.


***


Regan mengajak Angelia pergi ke sebuah toko gaun yang sangat besar di kota itu, pemiliknya merupakan designer terkenal di Negara itu yang juga merupakan langganan keluarga Wiratama.


“Mr. Danial, aku senang kalian datang kemari. Hallo cantik,” sapa sang designer yang sudah mengenal Angelia.


“Hallo Mr. Khory,” sapa Angelia.


“Apa yang kalian butuhkan?” tanya Khory.

__ADS_1


“Siapkan gaun pesta untuknya,” seru Regan.


“Baiklah. Ayo cantik! Aku memiliki beberapa gaun yang sangat cocok denganmu,” seru Khory mengajak Angelia ke ruangan VIP diikuti Regan.


Angelia mencoba gaun pertama yang sudah disiapkan Khory untuknya, ia pun berjalan keluar untuk memperlihatkannya kepada Regan. Mereka berada di ruangan VIP yang ada di toko itu.


“Emm bagaimana?” tanya Angelia saat ini berdiri dihadapan Regan yang duduk angkuh dan elegant di atas sofa.


Regan menatap Angelia dari atas hingga bawah, ia meneliti Angelia dengan begitu terperinci membuat Angelia merasa tidak nyaman dengan tatapan Regan yang seakan menelanjanginya.


“Berbalik,” seru Regan dan membuat Angelia berbalik badan hingga memperlihatkan bagian punggung Angelia.


‘Baju ini?’ batin Regan, ia memalingkan wajahnya saat membayangkan saat ini Angelia berada di bawah kendalinya dan ia akan menikmati setiap inci tubuh Angelia.


‘Apa yang kupikirkan? Gaun ini terlalu terbuka! Sangat mudah membuat pria untuk memikirkan hal itu!’ batin Regan.


‘Jangan sampai orang lain melihatnya seperti ini!’


“Tidak bisa. Ganti yang lain!”


“Eh?” Angelia berbalik badan dan melihat ke arah Regan yang memancarkan aura menakutkan.


“Aku pikir gaun ini sangat indah. Apa yang salah? Apalagi menurut Khory ini gaun terbaru,” seru Angelia dengan polos.


“Ganti yang lain!” seru Regan penuh penekanan membuat Angelia menjadi dongkol.


“Baiklah. Aku akan menggantinya,” jawab Angelia yang masih tidak paham dengan kekasihnya itu.


‘Kenapa ekspresinya tiba-tiba saja berubah? Dasar pria, benar-benar tidak bisa di tebak,’ batin Angelia berjalan menuju deretan gaun dan dress yang ada di ruangan itu. Ia memilih gaun yang cocok untuk dirinya.


“Bagaimana dengan ini, Mr. Regan?” seru Angelia menunjukkan salah satu gaun.


Regan berdiri dari duduknya dan meneliti gaun yang ditunjukkan Angelia.


‘Meskipun garis leher gaun ini juga rendah, tetapi gaun ini menutupi bagian yang harus ditutupi. Bagian dada tertutup dengan baik, itu bagus. Bagian paha pun tertutup dengan rapat, sangat bagus. Berbeda dengan tadi yang terbuka dimana-mana membuat orang tidak bisa menahan diri melihatnya,’ batin Regan.


Angelia berusaha membaca apa yang sedang dipikirkan oleh Regan.


‘Sepertinya dia sangat puas dengan gaun ini,’ batin Angelia.


“Baiklah. Gunakan yang itu,” seru Regan tersenyum puas.


‘Sekarang tidak ada yang bisa melihat kulit mulus kucing kecilku!’ batin Regan.


‘Aih benar-benar pria yang susah di tebak. Moodnya mudah sekali berubah,’ batin Angelia berjalan menuju ruang ganti.

__ADS_1


***


__ADS_2