
Angelia baru saja bangun, ia menguap dengan duduk di atas ranjang. Arah matanya tertuju pada jendela yang sudah cerah dan matahari menerobos masuk.
“Rasanya masih ingin tidur dan bermimpi indah,” gumamnya.
Angelia tersenyum kala mengingat kejadian semalam. Ia menyentuh bibirnya, Regan berkali-kali mencium dirinya dengan banyak alasan.
“Semua ini seperti mimpi saja,” gumamnya.
Triiing
Angelia mengambil handphonenya dan melihat pesan masuk dari Regan.
Handsome Devil
Kucing kecil, walau hari ini weekend tetap jangan bermalas-malasan. Satu jam lagi aku akan menjemputmu, ini kencan pertama kita. Dandan secantik mungkin, jangan membuatku melirik gadis lain.
“Pria ini,” gumam Angelia tersenyum.
Angelia beranjak dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi.
Selesai mandi, bel rumahnya berbunyi.
“Eh? Apa dia datang lebih cepat yah?” seru Angelia yang sedang meneguk susunya dengan rambut yang masih di bungkus handuk karena masih basah, tetapi ia sudah memakai pakaiannya.
Angelia berjalan menuju pintu dan membukanya.
“Cristian?”
“Angelia. Aku datang untuk meminta maaf padamu,” seru Cristian dengan menyerahkan sebucket bunga padanya.
“Mengenai kejadian kemarin malam, aku bukan tidak menolongmu, aku hanya bingung saja. Apalagi Caroline terlihat begitu marah, aku-“
“Cukup Cris,” seru Angelia.
“Kejadian semalam juga sudah membuatku sadar. Kamu bukanlah pria yang baik untukku,” seru Angelia.
“Maksudnya?”
__ADS_1
“Aku ingin mengakhiri hubungan kita sekarang juga,” seru Angelia.
“Tapi Angelia, bagaimana bisa begitu? Aku sungguh menyesal dan ingin meminta maaf.”
“Tidak perlu lagi!” Seruan itu membuat mereka berdua menoleh ke sumber suara, ternyata Regan sudah datang.
“Mr. Danial?”
“Kini Angelia adalah kekasihku. Jadi aku harap kau menjauh darinya,” Regan berucap dengan tegas.
“Bagaimana bisa? Angelia masih kekasihku,” seru Cristian.
“Itu kemarin, tetapi hari ini sudah bukan. Jadi aku harap pergilah menjauh darinya dan jangan sampai aku melihatmu mendekatinya lagi!”
“Angelia, kamu berselingkuh dariku?” Pekik Cristian.
“Aku sudah mengakhiri hubungan kita sekarang,” jawab Angelia dengan nada santai.
“Kau!”
“Cris, kau ingat kejadian saat di kampus dulu,” seru Angelia membuat Cristian menatap kearahnya.
“Dan semalam kamu melakukannya lagi, aku pikir kamu benar-benar seorang pengecut. Baik dulu maupun sekarang!” ucap Angelia membuat Cristian kesal dan berlalu pergi meninggalkan Angelia.
“Jadi kau belum bersiap?” tanya Regan melihat ke arah Angelia.
“Beri aku waktu 15 menit,” seru Angelia dengan cengiran lebarnya.
Regan dan Angelia memasuki rumah dan menutup pintunya.
“Jadi apa yang akan kamu lakukan untuk mengusirnya kalau aku tidak datang?”
“Mungkin menutup pintu rumah dan membiarkan dia tetap diluar,” jawab Angelia.
“Kau berhutang satu ciuman kepadaku karena baru saja membantumu mengusir pria dengan wajah berminyak itu,” seru Regan yang duduk di sofa.
“Sungguh perhitungan,” seru Angelia dari dalam kamarnya.
__ADS_1
“Lagi pula darimana kau lihat ketulusan pria itu, apa dari wajah berminyaknya?” ejek Regan.
“Ah itu-“ Angelia menjadi kikuk untuk menjawabnya.
***
Regan mengajak Angelia pergi ke sebuah pantai, mereka kini duduk berdampingan di pesisir pantai.
“Apa kamu ingin mengetahui alasanku mengapa aku menerima Cristian saat itu?”
“Katakanlah,” seru Regan.
“Saat kuliah dulu aku di fitnah oleh Caroline, aku mendapatkan peringkat juara umum karena tidur dengan dosen yang bertanggung jawab mengurusi soal nilai. Rumor itu tersebar dimana-mana sampai aku hampir di DO dan Cristian mengetahui kalau semua itu adalah fitnah yang disebarkan oleh Caroline tetapi dia tetap bungkam, padahal saat itu kami berteman dan cukup dekat. Sampai akhirnya dosen itu dikeluarkan dan beasiswaku di cabut, bukan hanya itu saat itu Caroline mengurungku di gudang kampus semalaman dan sangat gelap. Cristian melihatnya dia tau aku memiliki phobia, tetapi dia sama sekali tidak menolongku. Dia bagaikan bonekanya Caroline,” seru Angelia mengepalkan kedua tangannya dengan kesal.
“Aku menerima Cristian sebenarnya untuk menyakiti Caroline dan melukai harga dirinya. Selama ini dia dekat dan berteman dengan Caroline, tetapi tidak mampu memiliki Cristian. Aku ingin membuat Caroline terluka, tetapi ternyata tetap saja pria itu masih begitu pengecut dan menjadi bonekanya Caroline.”
“Ck, untuk apa membuang-buang waktu hanya untuk hal seperti itu. Kalau kamu ingin membalaskan dendam pada mereka, terutama pria dengan wajah berminyak itu aku akan tunjukkan padamu bagaimana balas dendam itu,” seru Regan tersenyum misterius.
- - -
“Kalau begitu ceritakan semuanya Angel, apa yang terjadi di masa lalumu. Aku ingin tau segalanya,” seru Regan.
Mereka masih duduk di pesisir pantai, Angelia melihat ke arah Regan yang berada disampingnya.
“Apa kamu yakin akan mendengar segalanya?”
“Ya, ceritakan segalanya padaku. Aku ingin kamu sepenuhnya mempercayaiku,” seru Regan yang membalas tatapan Angelia.
Angelia memalingkan wajahnya, ia kembali menatap kelautan dan langit malam yang begitu indah. Ia tampak menghela nafasnya cukup panjang.
“Sejak aku kecil hidupku cukup bahagia, ada Kakek dan Ibuku yang begitu menyayangiku juga memanjakan diriku. Aku bersyukur dengan adanya mereka dalam hidupku, mereka selalu memberikan apapun yang aku butuhkan. Tetapi pria itu, pria yang berstatus sebagai ayahku sejak aku kecil dia sudah bersikap dingin kepadaku. Dia selalu tidak menganggapku ada, dia selalu mengabaikanku. Terkadang aku berpikir, mungkin dia bukan Ayah kandungku,” seru Angelia mengedikkan bahunya.
“Saat usiaku 8 tahun kakek meninggal dunia karena sebuah penyakit, aku kehilangan figur seorang Ayah yang diberikan oleh Kakek.”
“Setelah kepergian Kakek, Virendra mulai menunjukkan kebusukannya. Dia mengambil alih posisi Direktur di Virendra Production, padahal itu harusnya milik Ibuku yang diwariskan oleh Kakek. Setelah menjabat posisi Direktur, dia lalu membawa kekasihnya Suya dan juga anaknya yang saat itu berusia 7 tahun, berbeda satu tahun denganku. Pria itu berkata kalau hubungan mereka sudah terjalin sejak lama sampai melahirkan Caroline. Tetapi karena ada Kakek, Virendra tidak berani membawa Suya dan Caroline. Saat itu Ibu begitu tersiksa, hari-hari kami yang bahagia mulai hancur saat kedatangan Suya ke rumah.”
“Caroline selalu merebut semua barang yang aku miliki, bahkan dia merebut dan merusakkan boneka yang mendiang Kakek berikan untukku. Boneka itu sangat unik dan hanya ada satu di dunia. Kakek sengaja meminta seorang pengrajin untuk membuatkannya, tetapi Caroline merusaknya dan Virendra seperti biasa lebih mendukung Caroline. Dia menghukumku dengan cara mengurungku di gudang bawah tanah yang sangat gelap dan pengap. Aku selalu tidak mampu bernafas setiap berada disana, semalaman aku menjerit ketakutan. Tetapi tidak ada yang membukakan pintu,” air mata Angelia luruh membasahi pipinya.
__ADS_1