Terjerat Pesona Sang Direktur

Terjerat Pesona Sang Direktur
Bertemu Ibu Tiri


__ADS_3

Mereka sampai di acara Gala Charity Party, Regan mengulurkan lengannya hingga membuat Angelia mau tidak mau bergelayut di lengan Regan. Mereka berdua berjalan bersama memasuki ruangan besar dimana sudah banyak tamu hadir, saat mereka berdua berjalan di atas karpet merah semua mata tertuju pada mereka membuat Angelia merasa tidak nyaman.


“Lihat itu Mr. Danial.”


“Itu Tuan Muda dari perusahaan Inc.”


“Siapa wanita yang ada disebelahnya? Aku tidak pernah mendengar bahwa Tuan Muda Danial memiliki seorang kekasih.”


“Dia artis papan atas itu bukan?”


“Sepertinya bukan yah, aku belum pernah melihatnya.”


'Kenapa aku merasa seperti seekor monyet yang di lihat banyak orang.' Batin Angelia sungguh sangat tidak nyaman.


“Eh?”


Angelia menoleh saat tangan Regan berpindah jadi merengkuh pinggangnya. “Direktur?”


“Panggil aku Regan,” bisik Regan tepat di telinga Angelia.


“Tidak perlu gugup, kamu tidak perlu melakukan apapun, cukup tersenyum dan mengangguk saja. Biar aku yang mengurus semuanya,” ucap Regan dengan nada lembut.


Seorang pelayan menghampiri mereka dengan membawa nampan berisi minuman dalam gelas berkaki, Regan mengambil salah satu gelasnya dan memberikannya kepada Angelia.


“Ini anggur merah. Jika tidak suka, tunggu sampai ada orang yang menyapa. Kamu pura-pura saja meminumnya,” ucap Regan membuat Angel hanya diam memandangnya.


'Direktur ini benar-benar orang yang penuh perhatian,' batin Angelia.


“Baik. Aku mengerti,” jawab Angelia bergegas memalingkan wajahnya.


“Aku akan menyapa beberapa kolega dulu. Kamu tunggulah disini,” seru Regan yang diangguki Angelia.


Angelia menatap sekeliling dimana orang-orang sibuk dengan kegiatan mereka. Mereka tampak sibuk membahas bisnis mereka dan Regan langsung menjadi pusat perhatian dimana banyak sekali orang yang menghampirinya dan mengajaknya berbicara. Angelia berdiri tidak jauh dari posisi Regan, itu dilakukan supaya Regan bisa mengawasi Angelia.


'Disini tidak hanya bertemu dengan para pebisnis besar tapi juga membuat masa depan semakin gemilang. Berkat Regan aku bisa datang kesini dan bertemu dengan beberapa pebisnis besar,' batin Angelia.


Seseorang berdiri tidak jauh dari belakang Angelia, ia menatap Angelia dengan penuh kebencian dan emosi.

__ADS_1


'Itu benar-benar anak sialan itu, apa yang dia lakukan disini dan juga dia memakai pakaian mewah seperti itu. Wanita rubah itu kini mulai tidak tau diri, bahkan merebut Cristian dari putriku. Kali ini aku tidak akan melepaskanmu!' Batin wanita itu yang merupakan istri kedua dari Mr. Virendra yaitu Suya Virendra.


- - -


Saat ini Angel berada di bagian luar ruangan acara dimana terdapat kolam renang juga tempat duduk yang nyaman. Ia duduk disana dan menikmati hembusan angin, ia benar-benar tidak cocok dengan acara seperti ini.


“Bukankah ini adalah putri tiriku,” seruan itu membuat Angelia menoleh ke sumber suara.


'Suya Virendra!'


“Sungguh wanita ****** yang tidak tau diri! Setelah merebut Cristian, sekarang kau merayu Tuan Muda Wiratama, sebagai seorang yang mengenalmu sejak lama aku sungguh malu. Kamu bertahan hidup dengan cara menjual diri kepada para pebisnis,” ejek Suya dengan nada angkuh.


“Ternyata kau memang mirip dengan Anne, Ibumu. Kalian sama-sama wanita rendahan.”


Angelia ingin sekali menampar pipi wanita dihadapannya ini, tetapi ia berusaha menahan dirinya. Ia bangun dari duduknya dan berdiri dihadapan Suya.


“Suya, mulut itu gunanya untuk makan bukan untuk merendahkan orang lain! Kamu jangan menyalahgunakannya!” seru Angelia penuh penekanan.


“Apa yang aku katakan itu memang kenyataan, kau adalah wanita menjijikkan yang hanya memanfaatkan para pria.”


“Memang kenapa kalau aku melakukan semua itu? Kenyataannya sekarang aku telah bersama dengan Tuan Muda Danial,” jawab Angelia tidak kalah angkuh dengan melipat kedua tangannya di dada.


“Kita lihat saja nanti. Siapa yang akan menang di akhir nanti,” seru Angelia tersenyum kecil.


“Suya, sedang apa kamu disini?” seruan itu membuat mereka berdua menoleh.


'Virendra!'


“Angelia,” seru Virendra berjalan mendekati mereka berdua dan berdiri di samping Suya.


“Setelah bertahun-tahun berlalu, apa ini yang bisa kau lakukan?” seru Virendra meremehkan Angelia. “Untungnya aku sudah mengeluarkanmu dari daftar keluarga Virendra, kalau tidak kau hanya akan membuat malu keluarga Virendra.”


Angelia merasa sesuatu tak kasat mata menggores hatinya, tetapi sekuat tenaga ia menahannya dengan mengepalkan kedua tangannya dengan begitu kuat hingga memutih dan kuku-kuku tangannya menusuk telapak tangannya sendiri.


“Mr. Virendra tidak perlu berbangga diri, karena aku pun tidak ingin ada dalam nama keluarga menjijikkan seperti kalian.”


“Jangan kurang ajar, Angelia. Jangan kau pikir karena saat ini kau bersama dengan Tuan Muda Danial, kau mendapat dukungannya kau begitu sombong. Kau tidak memiliki apapun selain tubuhmu itu,” seru Virendra dengan nada merendahkan. “Setelah Tuan Muda Danial membuangmu, kesombonganmu itu akan lenyap dan jangan harap untuk meminta tolong pada keluarga Virendra. Walau kau memohon dan merayap dikakiku, aku tidak akan menolongmu.”

__ADS_1


Deg


'A-apa ini ayahku?' Batin Angelia merasa sangat terluka.


“Ada apa disini. Kenapa ribut sekali,” seru seseorang membuat mereka berdua menoleh ke sumber suara. Itu adalah Regan yang berjalan mendekati mereka.


“Mr. Danial.”


“Apa yang sedang kalian bicarakan dengan kekasihku?” seru Regan merangkul pundak Angelia.


“Tidak ada Mr. Danial, kami hanya mengatakan kalau Nona Angelia sangatlah cantik. Aku pikir dia seorang model, tadinya aku ingin merekrutnya untuk menjadi salah satu artis di Virendra Production,” seru Virendra tersenyum begitu ramah.


'Sandiwara yang sangat menjijikkan!' Batin Angelia.


“Dia tidak tertarik dengan tawaran Mr. Virendra,” seru Regan penuh penekanan hingga mampu membuat Virendra dan Suya merasa terintimidasi.


“Ah iya saya memahami itu, kalau begitu saya dan istri pamit pergi dulu.”


Mereka berdua langsung berlalu pergi dengan langkah cepat, Regan menoleh ke arah Angelia yang terlihat begitu tertekan dengan air mata yang seakan meluap keluar dari pelupuk matanya. Regan melepaskan jasnya dan memasangkannya di tubuh Angelia membuat Angelia menoleh ke arahnya.


“Jangan biarkan kamu masuk angin dan flu,” seru Regan. Angelia hanya diam saja, ia tidak mampu berkata-kata. Ada sebuah batu besar yang mengganjal di kerongkongannya hingga ia tidak mampu mengeluarkan suaranya.


“Kita pulang?” ajak Regan yang seakan memahami kondisi Angelia saat ini. Angelia menganggukkan kepalanya.


Regan merangkul Angelia dan membawanya pergi meninggalkan tempat itu.


Selama perjalanan Angelia memilih diam dan menatap keluar jendela. Regan yang duduk di sampingnya memperhatikan Angelia, ia tau Angelia sekuat tenaga menahan tangisannya.


Sesampainya di Villa milik Regan Angelia langsung berjalan cepat memasuki kamarnya. Regan yang juga sudah turun, hanya melihat punggung Angelia semakin menjauh.


Sesampainya di dalam kamar, Angelia langsung menutup pintu kamarnya dengan rapat. Ia bersandar ke daun pintu dan perlahan tubuhnya merosot ke lantai.


“Ibu, aku sangat membencinya. Hu... Hu... Hu...” Angelia menangis terisak dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya, tubuhnya bergetar hebat. “Pria jahat itu bukan Ayahku. Aku sangat membencinya! Hikz……”


Regan diam-diam berdiri di balik pintu kamar Angelia yang juga bersandar ke daun pintu kamar Angelia, ia memasukkan sebelah tangannya ke dalam saku celananya. Ia mendengar isakan kepiluan dari Angelia.


'Angelia...' batin Regan merasakan rasa sakit yang dirasakan oleh Angelia.

__ADS_1


'Jangan menangis, kucing kecilku. Kalau ingin membencinya, maka bencilah pria itu. Jangan membuat hatimu terluka, kebahagiaan itu... aku akan memberikan kebahagiaan untukmu sampai membuatmu lupa bagaimana caranya menangis.' Batin Regan.


***


__ADS_2