Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)

Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)
Perjalanan Ke Brooklyn


__ADS_3

"Oh, rekan kerjaku, sebentar Cat!" ujar Jeff kemudian bangun dari atas ranjang lalu mengenakan handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya dan berjalan ke arah balkon kamar.


[Halo Amber, ada apa?] tanya Jeff sambil melirik ke arah Caitlyn yang masih di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.


[Apa aku mengganggumu?]


[Tidak, ada apa?]


[Aku sudah mengirimkan rincian biaya pengobatan ibuku, juga mengirimkan nomer rekeningku melalui pesan padamu, kau jadi membantuku kan?]


[Oh ya, tentu saja.]


[Baik, terimakasih banyak Jeff.] Belum sempat Amber menutup teleponnya, Jeff pun sudah menutup panggilan darinya. Dia kini tampak mengutak-atik ponselnya untuk mentransfer sejumlah uang yang diperlukan oleh Amber. Sementara Amber, dia menatap benda pipih yang ada di tangannya dengan hati yang sedikit pilu. 'Aku terlalu berharap banyak, seharusnya aku sadar siapa diriku, dan semua yang kau ucapkan hanyalah sebuah gurauan seorang pria dewasa pada wanita yang hidupnya kini bergantung padanya,' gumam Amber sambil menempelkan ponselnya di dadanya. Tiba-tiba, ponsel itu pun kembali berbunyi. Amber lalu membaca pesan yang masuk di ponselnya berupa pemberitahuan sejumlah uang yang masuk ke rekeningnya.


'Ini banyak sekali, bahkan lebih dari cukup,' gumam Amber saat melihat nominal yang tertera pada pesan yang masuk ke ponselnya.


Amber lalu mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. "Amber sadarlah Amber, ini sebenarnya yang kubutuhkan. Ya, yang kubutuhkan hanyalah uang untuk membiayai operasi ibuku dan untuk bertahan hidup dan yang Jeff berikan ini sudah lebih dari cukup, jangan pikirin perasaan Amber, jangan gunakan hati, ini masalah uang dan tidak ada hubungannya dengan perasaan," gerutu Amber kemudian menghembuskan nafas panjangnya.


...***...


Jeff yang sudah selesai mentransfer uang pada Amber lalu mendekat ke arah Caitlyn yang masih berbaring di atas ranjang. Dia kemudian merebahkan tubuhnya di samping Caitlyn lalu memeluk tubuh polosnya yang hanya tertutup oleh sebuah selimut.


"Kita lakukan lagi?" bisik Jeff di telinga Caitlyn yang membuat istrinya tersenyum.


"Kau bergairah sekali, Jeff!"

__ADS_1


"Aku sangat merindukanmu, Cat. Aku tahu kau baru saja mendapatkan kontrak besar, aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan saat bersamamu karena setelah ini pasti akan ada rangkaian promo yang akan kau jalani dan akan mengurangi kebersamaan kita kan?" tanya Jeff yang hanya dibalas senyuman oleh Caitlyn.


"Kau bahkan lebih hafal jadwal pekerjaanku dibandingkan dengan diriku sendiri," ucap Caitlyn sambil membelai wajah Jeff yang ada di depan wajahnya.


"Memangnya kau pikir kebersamaan yang kita jalani itu singkat? Dua tahun aku berpacaran denganmu dan sudah lima tahun aku menikah denganmu, tujuh tahun itu bukan waktu yang singkat untuk mengenalmu, hanya saja ada satu yang belum bisa kudapatkan darimu."


Mendengar perkataan Jeff, jantung Caitlyn pun berdegup semakin kencang disertai rasa tegang yang menjalar di seluruh tubuhnya.


"Ma... Maksudmu seorang anak?" tanya Caitlyn dengan begitu terbata-bata sambil menahan perasaan yang begitu tak menentu. Jeff kemudian membelai wajah istrinya.


"Kau sudah tahu jawabannya, lalu kapan kau akan memberikan aku seorang anak? Bukankah kita sudah berencana untuk menjalani program kehamilan? Lalu kapan kau akan menepati janjimu untuk menjalani program hamil bersamaku?" ucap Jeff yang membuat perasaan Caitlyn terasa begitu berkecamuk. Dia pun hanya terdiam sambil menelan salivanya dengan kasar.


"Kau kenapa, Cat?! Kenapa tiba-tiba wajahmu pucat?" tanya Jeff saat melihat perubahan di wajah Caitlyn.


"Oh, tidak apa-apa. Mungkin hanya sedikit kurang tidur," jawab Caitlyn sambil menyunggingkan senyum manisnya agar Jeff tidak mencurigainya jika dia telah menyembunyikan sesuatu.


"Iya Jeff, aku tidak apa-apa."


"Lalu?"


"Lalu?" tanya Caitlyn kembali dan terlihat pura-pura bodoh.


"Lalu kapan kita akan menjalani program hamil?"


"Oh... E.. Begini Jeff bukankah kau tahu jika setelah menandatangani kontrak baru aku akan melakukan berbagai rangkaian promo untuk beberapa bulan kedepan?"

__ADS_1


"Ya, lalu?"


"Aku hanya tidak mau rangkaian promo yang kulakukan akan mengganggu program hamil yang sedang kita jalani."


"Jadi, apa yang harus kita lakukan? Menunda program hamil yang akan kita lakukan?"


"Ya, sepertinya begitu Jeff. Kita harus menunda kehamilanku untuk beberapa bulan kedepan. Ehh... E.. Kau tidak apa-apa kan Jeff?"


Jeff lalu menautkan kedua alisnya kemudian tampak berfikir sejenak. "Jeff please," rajuk Caitlyn.


"Coba kau pikir baik-baik jika kita menjalani program hamil sekarang dan aku hamil, apa kau tidak khawatir jika sesuatu terjadi pada kehamilanku karena tuntutan pekerjaanku? Kau tidak ingin sesuatu terjadi pada anak yang ada di dalam kandunganku kan Jeff? Sedangkan aku sudah terlanjur menandatangani kontrak kerja ini dan jika aku melakukan pembatalan kontrak ataupun menyalahi peraturan kontrak, maka aku harus membayar denda dengan nominal yang cukup besar."


Jeff kemudian terdiam sambil menatap langit-langit kamar, raut wajahnya menunjukkan dia sedang memikirkan sesuatu.


'Aku bisa saja membayar denda itu tapi untuk saat ini aku tidak bisa mengeluarkan uang dengan cukup besar karena aku sedang membiayai pengobatan ibu dari Amber,' gumam Jeff. Dia kemudian mengalihkan pandangannya pada Caitlyn.


"Baik sayang, kita akan menjalani program kehamilan itu beberapa bulan lagi setelah kau menyelesaikan urusan pekerjaanmu,' jawab Jeff sambil membelai wajah Caitlyn kembali.


Jawaban dari Jeff pun membuat Caitlyn merasa begitu lega. 'Syukurlah jika dia tidak curiga, beberapa bulan lagi aku akan mencari alasan agar kami menunda program kehamilan ini lagi,' gumam Caitlyn sambil tersenyum kecut.


"Jeff, ada yang ingin kutanyakan padamu?"


"Apa?"


"Bagaimana perjalananmu ke Brooklyn tanpa aku di sampingmu? Semua baik-baik saja kan, Jeff? Kau tidak melakukan kecerobohan apapun yang sering kau lakukan kan?" tanya Caitlyn yang membuat Jeff terpaku.

__ADS_1


'Astaga, kenapa dia harus menanyakan hal ini?' gumam Jeff sambil menelan ludahnya dengan kasar.


__ADS_2