
"Jeff? Benarkah itu Jeff?" ucap Edrick sambil mengerutkan keningnya. Dia kemudian mendekat ke arah pria tersebut.
"Jeff!" panggil Edrick, meskipun dengan sedikit keraguan. Laki-laki tersebut lalu membalikkan tubuhnya.
Edrick pun menghembuskan nafas lega saat melihat laki-laki yang ada di hadapannya adalah Jeff.
"Jeff!" panggil Edrick kembali.
"Edrick kau disini?" tanya Jeff sambil mengerutkan keningnya. Edrick lalu menganggukkan kepalanya.
"Jeff, seharusnya aku yang bertanya padamu! Kau kemana saja selama ini Jeff? Kau memang selalu mengirim uang untuk Amber, tapi kenapa kau tidak pernah menemui kami lagi?"
"Maksudmu, aku sudah sangat pengecut? Begitu kan maksudmu Ed? Aku tahu itu, aku tahu itu, Ed. Tapi aku tak peduli, aku tidak peduli bagaimana dengan tanggapan semua orang padaku. Aku tidak butuh pengakuan agar terlihat baik di mata orang lain, bahkan jika seluruh dunia membenciku, aku tidak peduli, Edrick. Karena yang aku butuhkan hanyalah sebuah kenyamanan. Kenyamanan hidup, Ed!"
"Lalu apa kau nyaman dengan kehidupanmu saat ini?"
Jeff pun tersenyum kecut mendengar perkataan Edrick. "Aku nyaman, meskipun aku tidak bahagia, tapi setidaknya aku tidak hidup di atas kebohongan! Kebohongan yang dilakukan oleh Amber!"
"Kebohongan? Kebohongan apa itu, Jeff? Kau jangan mengada-ada, Jeff!"
Jeff pun tersenyum kecut. "Lupakan semua kata-kataku, Ed. Lalu kenapa kau ada di sini? "
"Kau sendiri?"
"Aku sedang memegang proyek pembangunan rumah sakit ini. Jadi aku pulang ke Manhattan."
__ADS_1
"Pulang ke Manhattan? Memangnya selama ini kau ada dimana?"
"Aku pergi ke Ottawa. Di kota ini, ada begitu banyak kenangan yang kulalui bersama Caitlyn. Aku tidak sanggup jika hidup di kota ini, terlalu sakit."
"Jika kau merasa seperti itu kenapa kau memilih pergi dari kehidupan Caitlyn? Bukankah kau juga tahu jika Amber akan menikah denganku? Kau tidak perlu bertindak bodoh dengan meninggalkan Caitlyn, Jeff!"
"Bukan aku Ed, bukan aku yang meminta untuk meninggalkan Caitlyn. Tapi Caitlyn sendiri. Saat kami akan masuk ke rumah sakit, Caitlyn memberikan pilihan padaku untuk bertanggung jawab dengan menikahi Amber atau meninggalkannya. Caitlyn meminta kami untuk berpisah karena dia tidak ingin melihat Amber terluka. Dan akhirnya, aku memilih untuk meninggalkan mereka berdua. Mungkin ini terlihat begitu pengecut, tapi setidaknya aku tidak memaksakan keadaan, aku tidak mau berpura-pura untuk mencintai Amber, apalagi setelah tahu bagaimana sikap Amber yang sebenarnya."
'Astaga, Caitlyn! Kenapa kau bersikap seperti ini? Kenapa kau melakukan semua ini tanpa memikirkan perasaanmu, bahkan kesehatanmu sendiri Cat?' batin Jeff.
Mendengar perkataan Jeff, Edrick pun ikut terdiam sambil menahan perasaan yang begitu berkecamuk. 'Kenapa Jeff mengatakan rahasia dan sikap Amber? Memangnya ada apa dengan Amber?' batin Edrick. Perlahan dia pun membuka suaranya.
"Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kau katakan, tadi kau mengatakan jika Amber memiliki rahasia, sekarang kau mengatakan jika sudah tahu bagaimana sikap Amber yang sebenarnya! Apa maksudmu, Jeff?"
"Bukankah sudah kukatakan jika sebaiknya kau tidak usah memikirkan semua itu, Ed. Kau belum menjawab pertanyaanku. Apa yang kau lakukan di rumah sakit ini? Siapa yang sakit? Apa Daddy sakit lagi? Atau Amber sudah melahirkan?" ujar Jeff.
"Masalah? Masalah apa Ed?"
"Jeff, saat usia kehamilan Amber memasuki usia delapan bulan, dia divonis mengidap kanker darah. Jadi, Amber melahirkan anak kalian lebih awal."
"Anak kami?" ucap Jeff sambil tersenyum kecut.
"Kenapa apa ada yang salah dengan kata-kataku?"
"Tidak ada, tidak ada yang salah dengan kata-katamu! Lalu bagaimana dengan keadaan Amber sekarang?"
__ADS_1
"Keadaannya sudah membaik, dia sudah melakukan operasi transplantasi sumsum tulang belakang."
"Operasi sumsum tulang belakang? Bukankah biasanya pendonor sumsum tulang belakang itu dari keluarga ataupun orang terdekat yang memiliki kecocokan DNA yang sama?" ucap Jeff sambil mengerutkan keningnya. Edrick pun terdiam.
"Edrick cepat katakan padaku! Cepat katakan siapa pendonor itu, Ed? Pasti Caitlyn kan? Pasti Caitlyn yang melakukan donor untuk transplantasi itu pada Amber?" Bentak Jeff.
Edrick pun hanya terdiam. "Kau jangan coba-coba untuk berbohong padaku!"
Edrick kemudian menggelengkan kepalanya. "Aku belum mengatakan apapun padamu, Jeff! Kenapa kau membentakku seperti ini?"
"Karena aku sudah sangat kesal, Ed! Aku kesal dan marah pada Caitlyn! Aku lelah dengan sikap Caitlyn yang terlalu menyayangi Amber, sedangkan Amber? Dia masih bersikap buruk pada Caitlyn kan? Iya kan Ed?"
Edrick pun menganggukkan kepalanya. 'Aku sudah tahu semua ini, Amber. Aku sudah tahu semua ini jika kau pasti akan bersikap seperti ini pada Caitlyn. Itulah sifat aslimu yang sebenarnya,' batin Jeff.
Dia kemudian menatap Edrick kembali. "Edrick, operasi itu sudah selesai dilakukan kan? Lalu dimana Caitlyn sekarang? Caitlyn sudah sembuh kan? Dia pasti juga baik-baik saja kan, Ed?"
Edrick pun memejamkan matanya, ingin sekali dia mengatakan kondisi Caitlyn yang sebenarnya tapi dia takut jika Jeff mengetahui keadaan Caitlyn yang sebenarnya, dia akan merasa lebih hancur.
"Maaf," ujar Edrick lirih.
"Maaf?" tanya Jeff sambil menahan perasaan yang begitu berkecamuk.
"Ed tolong katakan apa yang sebenarnya terjadi pada Caitlyn? Tolong katakan yang sebenarnya Edrick! Katakan yang sebenarnya!"
Edrick kemudian menghembuskan nafas panjangnya, lalu perlahan membuka mulutnya.
__ADS_1
"Maaf Jeff, Caitlyn saat ini koma."