Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)

Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)
Teriakkan Di Depan Pintu


__ADS_3

Caitlyn lalu menatap Edrick yang kini berjongkok di depannya. "Diam kau, Ed! Sekarang kau puas kan? Kau pasti puas melihat keadaanku seperti ini. Ini yang kau mau kan? Melihat rumah tanggaku hancur itu adalah tujuan hidupmu kan? Selamat Ed, selamat kau sudah berhasil menghancurkan rumah tanggaku!" bentak Caitlyn sambil menatap tajam pada Edrick.


"Cat, apapun akan kulakukan untuk memperbaiki semua keadaan ini. Aku tidak bermaksud membuatmu hancur seperti ini, sungguh Cat."


"Lebih baik kau diam karena kau tidak akan pernah bisa membantu apapun!" teriak Caitlyn.


Caitlyn lalu berusaha bangkit dari atas lantai, meskipun dengan bersusah payah, dia akhirnya kini bisa berdiri sambil menatap tajam ke arah Edrick.


"Mengenalmu adalah kesalahan terbesar sepanjang hidupku!" bentak Caitlyn. Dia lalu melangkahkan kakinya menjauhi Edrick yang masih menatapnya dengan tatapan pilu.


"Cat!" panggil Edrick lirih sambil berjalan mengikuti langkah Caitlyn. Hati Edrick pun terasa begitu sakit melihat kondisi keadaan Caitlyn saat ini yang terlihat begitu hancur.


'Jika saja waktu bisa diulang kembali, mungkin lebih baik aku tidak pernah mengenalmu jika ternyata yang kulakukan hanya bisa menyakitimu,' gumam Edrick.


Caitlyn yang berjalan dengan susah payah dan begitu sempoyongan akhirnya bisa masuk ke dalam mobilnya. Edrick yang melihat Caitlyn saat ini sudah masuk ke dalam mobil lalu buru-buru menghampirinya.


"Cat, jangan Cat. Kau sedang mabuk Cat. Kau tidak boleh menyupir mobil saat sedang mabuk. Ini terlalu berbahaya, Caitlyn."


"Biarkan saja, Edrick! Biarkan saja aku mati, ini jauh lebih baik dibandingkan aku harus melihat suamiku bersama wanita lain, ini terlalu menyakitkan bagiku! Apa kau tau bagaimana perasaanku pada Jeff? Aku sangat mencintai Jeff, Edrick. Aku sangat mencintai Jeff!" teriak Caitlyn sambil menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


Edrick kini pun ikut meneteskan air matanya. "Biar kau kuantar pulang," ucap Edrick.


"Aku tidak sudi! Lebih baik kau berhenti mengurus hidupku dan urusi saja hidupmu sendiri! Hidupku sudah sangat berantakan sejak mengenalmu, Edrick!"


"Cat, maafkan aku."


"Aku sudah sangat muak dengan kata maafmu itu. Jadi lebih baik kau menyingkir dan pergi sekarang juga dari hadapanku!" teriak Caitlyn, tatapan mata tajamnya yang kini terlihat memerah pun terasa begitu menakutkan.


"Caitlyn, aku mohon. Aku mohon sekali ini saja, biarkan aku membantumu. Aku tahu sepanjang hidupku, aku hanya bisa menyakitimu. Aku tahu, sepanjang hidupku, aku tidak pernah memberikan kenyamanan padamu, aku hanya bisa memberikan tekanan padamu, tapi aku mohon sekali ini saja, sekali ini saja biarkan aku mengantarkanmu pulang. Lihat kondisimu Cat. Kondisimu begitu terpuruk seperti ini, aku tidak mungkin tega membiarkanmu menyetir mobil dalam keadaan seperti ini, ini sangat berbahaya Caitlyn. Bukankah kau ingin menyelesaikan masalahmu dengan Jeff? Lalu apa kau bisa memastikan kau bisa sampai rumah dengan selamat jika melihat kondisimu yang seperti ini?"


Mendengar perkataan Edrick, Caitlyn pun terdiam. "Aku antar kau pulang, Cat. Lalu bicaralah hati ke hati dengan Jeff, ayo Cat. Masuklah ke dalam mobilku, aku akan mengantarmu, biar anak buahku yang akan mengantarkan mobil ini ke rumahmu," ucap Edrick.


"Lepaskan aku! Aku bisa sendiri!" bentak Caitlyn saat Edrick berusaha menarik tangannya. Edrick lalu menganggukkan kepalanya.


"Ayo Cat!" ucap Edrick. Caitlyn lalu mengikuti langkah Edrick berjalan ke arah mobilnya. Mereka kemudian masuk ke dalam mobil Edrick.


'Caitlyn, apapun yang akan terjadi setelah hari ini. Aku akan tetap mencintaimu, Cat. Aku juga tidak tahu cinta apa yang kurasakan padamu, meskipun aku sudah tahu resiko cinta sepihak itu hanyalah sebuah rasa sakit,' gumam Edrick sambil menatap Caitlyn yang kini duduk begitu tak berdaya di jok mobilnya.


Setengah jam kemudian, mereka pun sudah sampai di rumah milik Caitlyn. "Cat, bangun Cat!" panggil Edrick.

__ADS_1


"Kita sudah sampai di rumahmu, ayo bangun. Akan kuantar kau masuk ke dalam rumah," ucap Edrick sambil menggoyang-goyangkan tubuh Caitlyn.


"Cat!" panggil Edrick kembali. Perlahan, Caitlyn pun membuka matanya, dia pun tampak mengucek-ucek matanya sambil melihat ke sekelilingnya.


"Kita sudah sampai, ayo Cat. Aku akan mengantarmu ke dalam."


"TIDAK USAH! LEBIH BAIK KAU PULANG KARENA AKU SUDAH TIDAK MAU MELIHAT WAJAHMU! bentak Caitlyn. Dia lalu membuka pintu mobil milik Edrick. Lalu berusaha turun dari mobil itu dengan sedikit bersusah payah menguasai tubuhnya yang masih dalam pengaruh alkohol.


"Cat!" ucap Edrick lirih, hatinya terasa begitu bergejolak dan sakit melihat Caitlyn yang saat ini masuk ke arah rumahnya dengan begitu tertatih-tatih, ingin rasanya dia memopong tubuh yang tampak rapuh itu. Namun, dia yakin Caitlyn pasti akan menolak bantuannya. Edrick pun hanya bisa menatap Caitlyn dengan tatapan nanar.


"Cat! Sekali lagi maafkan aku, semoga kau dan Jeff bisa menemukan jalan keluar terbaik untuk rumah tangga kalian," ucap Edrick. Dia kemudian mulai memacu mobilnya pergi dari rumah itu saat melihat Caitlyn yang kini sudah sampai di depan pintu rumah itu. Caitlyn lalu menggedor-gedor pintu rumah miliknya.


"JEFFFFFF!!!! BUKA PINTUNYA JEFFFF!!!"


"CEPAT BUKA PINTUNYA BAJINGANNNNN!!! CEPAT BUKA PINTUNYA DASAR LAKI-LAKI BRENGSSSSEKKK!" teriak Caitlyn berulang kali di depan pintu.


Amber yang mendengar teriakkan Caitlyn saat tidur dalam pelukan Jeff pun merasa begitu panik, dia kemudian membuka matanya. Jantungnya berdegup begitu kencang, dan seluruh tubuhnya bergetar.


'Astaga, apakah yang kutakutkan selama ini benar-benar terjadi?' gumam Amber.

__ADS_1


__ADS_2