Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)

Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)
Hukum Aku


__ADS_3

"Apa maksudmu Amber?" tanya Jeff sambil mengerutkan keningnya. Amber lalu menatap Jeff.


"Jeff, aku sadar, aku sangat sadar dengan posisiku saat ini. Aku tahu siapa yang ada di hatimu, dan aku tahu hanya ada Caitlyn yang ada di dalam hatimu. Aku tahu, semua itu adalah palsu, aku tahu Jeff," ucap Amber sambil terisak.


"AKU SUDAH MUAK DENGAN SANDIWARA KALIAN! INI TERLALU MENJIJIKAN!" bentak Caitlyn.


"Dan juga menyakitkan kan Cat? Aku tahu itu. Aku juga merasa begitu tersakiti. Aku sangat sakit, Cat. Kehormatanku direnggut oleh seorang laki-laki, lalu aku mengandung darah dagingnya. Bodohnya aku, aku jatuh cinta pada laki-laki itu. Namun, sialnya dia tidak pernah jatuh cinta padaku, hanya ada istrinya yang sangat dia cintai di dalam hatinya. Lalu untuk apa aku bertahan disini? Untuk apa aku berdiri diantara kalian? Untuk apa aku hidup dengan laki-laki yang tidak pernah mencintaiku? Sudah terlalu banyak kemalangan yang kualami, dan kau juga mengetahui itu, bukankah aku juga berhak bahagia? Dan selamanya aku tidak akan pernah merasa bahagia jika aku menjadi orang ketiga diantara kalian. Lalu, bukankah aku juga berhak merasa bahagia?" ucap Amber sambil terisak. Dia kemudian menghentikan kata-katanya lalu mengusap air mata yang membasahi wajahnya sambil mencoba berusaha menenangkan hatinya.


Hati Jeff pun merasa begitu sakit mendengar perkataan Amber. Ingin rasanya dia memeluk Amber, namun dia masih menjaga perasaan Caitlyn. Dia tidak ingin Caitlyn semakin berfikiran buruk padanya. Akhirnya dia hanya bisa menatap Amber dengan tatapan begitu pilu karena yang diucapkan Amber tidak sepenuhnya salah. Ya, selama ini memang hanya Caitlyn yang dia cintai. Sedangkan Amber, dia memang menyayangi Amber, namun rasa sayang itu hanyalah sebatas rasa sayang karena Amber sedang mengandung buah hatinya.


Sedangkan Caitlyn kini makin dihinggapi perasaan yang begitu bimbang. Hatinya terasa begitu sakit menerima semua kenyataan yang sebenarnya antara Jeff dan Amber. Kata hatinya pun tidak sepenuhnya menyalahkan Amber, tapi bagaimanapun juga Caitlyn tetaplah seorang wanita, seorang istri yang hatinya begitu rapuh, apalagi rumah tangganya kini diambang kehancuran karena orang ketiga. Dia pun hanya bisa termenung sambil menahan perasaannya yang terasa begitu berkecamuk.


"Cat!" panggil Amber. Caitlyn lalu mengangkat wajahnya kemudian menatap Amber yang kini juga menatapnya dengan tatapan begitu sendu.

__ADS_1


"Caitlyn, aku benar-benar minta maaf padamu. Tolong maafkan aku, maafkan aku Cat. Aku benar-benar ingin menolong kalian berdua, jika kau berkenan terimalah anak ini, karena hanya ini yang aku bisa untuk menebus kesalahanku pada kalian berdua. Aku janji, Cat. Aku janji setelah anak ini lahir, aku akan pergi. Aku akan pergi meninggalkan kalian selama-lamanya. Jadi tolong anggap anak yang ada di dalam kandunganku sebagai anak kalian, tolong rawat anak yang ada di dalam kandunganku ini dengan sebaik mungkin. Apa kau mau melakukan itu Cat?"


Mendengar perkataan Amber, hati Caitlyn pun terasa begitu sesak. Ingin rasanya dia memeluk wanita yang ada di hadapannya, namun hatinya masih terasa begitu sakit. Rasa sakit yang begitu dalam, akhirnya dia pun hanya bisa terisak. Kini hanya ada keheningan yang tercipta diantara ketiganya, dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Malam yang kini mulai berangsur menjadi dini hari itu pun tak membuat ketiganya beranjak dari tempat itu. Malam peralihan dari musim semi ke musim panas di Manhattan yang biasanya terasa begitu hangat, kini terasa begitu panas, layaknya hubungan diantara ketiganya.


"Amber, apa kau sadar dengan apa yang kau katakan?" ucap Jeff. Dia pun membuka suaranya, dan mulai mengabaikan pandangan Caitlyn terhadapnya.


"Sangat sadar, Jeff. Sekarang coba kau tanyakan pada kata hatimu tentang perasaanmu yang sebenarnya padaku? Apakah kau benar-benar mencintaiku? Apakah perasaanmu sama seperti yang kau rasakan pada Caitlyn? Tidak kan, Jeff? Ti... Tidak kan?" ucap Amber dengan terbata-bata disertai tatapan nanar sambil menahan perasaan yang begitu sesak.


"Kau bisa berkata seperti itu, apa kau tidak menyayangi anakmu, Amber?"


"Itu sebuah pertanyaan bodoh, Jeff! Tidak ada seorang ibu yang tidak menyayangi anaknya. Membayangkannya pun bahkan aku tak sanggup karena terasa begitu sakit. Tapi aku harus melakukan ini, demi kebaikan kita semua, dan aku tidak boleh egois. Seharusnya kau juga seperti itu, Jeff! Kau tidak seharusnya egois ingin mempertahankan kami berdua. Kau harus bisa memilih dan sebaiknya kau memang memilih istrimu, Caitlyn. Tolong bersikaplah dewasa, Jeff. Bersikaplah dewasa dan lebih bijaksana, bukankah kau sangat menyayangi anak ini? Jika kau menyayangi anak ini, kau harus bisa mengambil keputusan ini. Aku yakin, keputusan ini adalah keputusan yang terbaik untuk kita semua. Berfikirlah dengan kepala dingin, Jeff!" bentak Amber.

__ADS_1


Amber lalu mengalihkan pandangannya pada Caitlyn. "Cat, bagaimana? Apa kau mau menerima anak ini? Apa kau mau menerima anak yang ada di dalam kandunganku ini? Silahkan kau membenciku, tapi tolong jangan pernah membenci anak ini. Setiap bayi terlahir suci, Cat. Dan dia tidak berhak mendapatkan beban atas kesalahan yang diperbuat orang tua kandungnya. Jadi, tolong jangan pernah membenci anak ini Cat, meskipun aku tahu saat ini kau pasti sangat membenciku. Jika kau mau menerima anak ini, saat ini juga, aku akan pergi dari kehidupan kalian berdua. Dan aku akan kembali saat anak ini sudah lahir, kemudian memberikan anak ini pada kalian berdua. Apa kau mau menerima anak ini, Cat? tanya Amber kembali.


Caitlyn pun hanya terisak. Amber kemudian mendekat ke arah Caitlyn lalu duduk di depannya, mereka pun duduk terdiam di atas lantai sambil terisak, menahan pilu di dalam hati masing-masing. "Tampar aku semaumu, pukul aku dan lakukan apapun yang kau mau padaku, aku tahu semua yang kau lakukan itu pasti tidak bisa menebus rasa sakit hatimu, tapi setidaknya, kau pasti bisa cukup lega jika sudah menumpahkan kekesalanmu padaku, hukum aku Cat! Hukum aku semaumu," ucap Amber.


Caitlyn pun terpaku, dia kemudian mulai mengangkat kedua tangannya.


...***...


Bersambung


NOTE:


Mampir juga ke novel karya bestie aku tercinta ya dear, novelnya Kak Santi Suki, dijamin ceritanya keren abis, bikin baper, bikin mewek, pokoknya top abis deh.

__ADS_1



__ADS_2