Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)

Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)
Bagaimana Dengan Hatiku


__ADS_3

"Caitlyn?" jawab Amber yang juga ikut terkejut mendengar perkataan orang yang ada di depannya.


"Ya, kau Caitlyn kan? Kenapa kau sudah ada di sini? Bukankah seharusnya sekarang kau masih berada di Ohio?"


"Maaf, saya bukan Caitlyn tapi Amber. Amber Edmund," jawab Amber sambil mengulaskan senyum tipis di bibirnya.


"Amber? Kau jangan bercanda, Cat. Aku tau kau masih marah padaku, tapi tolong jangan berpura-pura seperti ini padaku."


"Maaf Tuan, saya sedang tidak berpura-pura. Ini kartu identitas saya! Anda bisa membaca di situ nama saya tertera Amber Edmund, bukan Caitlyn," kata Amber sambil memberikan sebuah kartu U.S Parport Card pada laki-laki yang ada di depannya. Laki-laki itu pun tampak mengamati Amber sambil melihat kartu kependudukan yang ada di tangannya.


"Apakah anda sudah selesai? Tolong kembalikan kartu penduduk saya, saya harus pergi secepatnya dari sini!" ucap Amber dengan sedikit ketus. Laki-laki itu lalu memberikan kartu penduduk itu pada Amber sambil menatap Amber dengan tatapan penuh tanda tanya.


Amber kemudian membalikkan tubuhnya bersiap untuk pergi dar area event itu. Namun, saat dia akan melangkahkan kakinya, laki-laki itu memanggilnya kembali.


"Nona, Tunggu dulu Nona Amber!"


Amber yang mendengar namanya disebut lalu membalikkan tubuhnya kembali. "Ada apa lagi, Tuan? Apakah anda belum mempercayai kata-kata saya?"


"Bukan, bukan seperti itu Nona Amber. Bukankah tadi anda mengatakan sedang membutuhkan pekerjaan?"


"Ya."


"Baik Nona, saya akan memberikan anda pekerjaan, anda diterima bekerja di sini untuk event yang berlangsung selama tiga hari kedepan."

__ADS_1


Mendengar perkataan laki-laki yang ada di hadapannya, Amber pun langsung menyunggingkan senyum di bibirnya. "Benarkah yang anda katakan, Tuan?"


"Ya, tentu saja."


"Anda tidak sedang berbohong kan? Bukankah kalian belum melakukan wawancara pada saya?"


"Nona, saya sendiri manager pemasaran di perusahaan produk kecantikan ini, jadi saya bisa mengambil keputusan langsung tanpa meminta anak buah saya untuk mewawancarai anda."


"Astaga, jadi anda manager pemasaran produk kecantikan ini?" tanya Amber kemudian menutup bibirnya dengan tangan kanannya.


Laki-laki itu pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. "Ya, saya manager pemasaran produk kecantikan ini, perkenalkan nama saya Edrick Ryder," ucap laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya. Amber lalu membalas uluran tangan itu.


"Perkenalkan, saya Amber Edmund," jawab Amber sambil membalas uluran tangan itu.


"Ya, saya sudah tahu nama anda, bukankah tadi anda yang memberikan kartu kependudukan milik anda pada saya sendiri?" ucap Edrick yang membuat Amber tersipu malu.


"Tidak apa-apa, saya juga minta maaf. Kupikir anda adalah teman saya Caitlyn Wicliff Hugo," jawab Edrick yang membuat Amber menelan salivanya dengan kasar.


'Caitlyn Hugo? Astaga, Caitlyn Hugo? Apakah yang dia maksud adalah Caitlyn istri dari Jeff? Kenapa hampir semua orang yang melihatku mengira jika aku adalah Cat? Bahkan pertemuan awalku dengan Jeff itu juga terjadi akibat dari sebuah kesalahpahaman. Ada apa ini sebenarnya? Apakah mungkin ada dua orang yang tidak memiliki hubungan darah bisa memiliki wajah yang begitu mirip? Apa yang sebenarnya telah terjadi? Haruskah aku menyelidiki tentang semua ini? Tapi, akh.. ' gumam Amber menggantungkan kalimat di dalam hatinya.


"Oh, jadi anda mengira jika saya adalah Caitlyn teman anda?"


"Ya."

__ADS_1


"Lalu, suatu saat bisakah saya bertemu dengan Caitlyn?" tanya Amber meskipun dipenuhi oleh rasa cemas di dalam hatinya.


"Tentu saja, bahkan besok anda pun bisa bertemu dengan Caitlyn," jawab Edrick.


'Haruskah aku bertemu dengan Caitlyn? Lalu bagaimana dengan hatiku? Apakah aku bisa merasa baik-baik saja jika aku bertemu dengannya?'


...***...


BRAKKKK


Pukul Jeff pada meja yang ada di depannya. "Sial! Aku tidak bisa konsentrasi pada pekerjaanku!" teriak Jeff sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"Sebenarnya, apa yang sudah terjadi? Kenapa tiba-tiba saja Amber meninggalkanku begitu saja, padahal kemarin dia sudah mau menurut pada perkataanku! Ck!" decak Jeff.


Dia kemudian mengutak-atik ponselnya lalu mencoba menghubungi nomor Amber, namun nomor tersebut sudah tidak aktif.


"Oh shittttt! Sepertinya dia sudah mengganti SIM card di ponselnya! Aku benar-benar sudah kehilangan, Amber. Aku tidak rela kehilangan dia begitu saja karena dia sedang mengandung darah dagingku, aku tidak boleh kehilangan dia begitu saja!" gerutu Jeff lagi sambil menyenderkan tubuhnya di kursi kerjanya, matanya terpejam sedangkan tangannya kini pun tampak memijit kepalanya yang terasa begitu berat menahan berbagai pikiran. Di saat itulah tiba-tiba ponselnya pun berbunyi.


Jeff lalu mengambil ponsel itu kemudian mengangkat panggilan itu begitu saja tanpa melihat terlebih dulu siapa yang menghubunginya.


[Halo Jeff.] panggil sebuah suara di ujung sambungan telepon.


[Halo Amber.] jawab Jeff.

__ADS_1


[Amber, siapa itu Amber? Aku Caitlyn, istrimu!] teriak Caitlyn dengan nada begitu kesal. Mendengar Caitlyn yang menelponnya, Jeff kemudian membuka matanya sambil menegakkan tubuhnya.


'Caitlyn? Astaga!' gumam Jeff.


__ADS_2