
[Amber? Siapa itu Amber?] tanya Caitlyn dengan sedikit kesal.
[Maafkan aku, Cat. Kupikir yang meneleponku adalah Amber, dia sekretaris rekan bisnisku. Saat aku mengangkat telepon darimu, aku sedang sibuk mengecek laporan jadi aku tidak melihat di layar ponsel siapa yang sudah meneleponku.]
[Astaga, Jeff. Sepertinya kau terlalu sibuk bekerja sampai melupakan istrimu sendiri!] gerutu Caitlyn.
[Hahahaha, hahahaha.]
[Kenapa kau tertawa, Jeff?]
[Kenapa kau bisa memiliki pemikiran seperti itu sayang?]
[Karena aku sudah sangat merindukanmu, sedangkan kau sepertinya tidak pernah merindukan aku!] omel Caitlyn.
[Sayang, tahukah kau aku bekerja begitu keras akhir-akhir ini agar aku bisa melupakanmu. Tahukah kau, hidup tanpamu bagiku sangat berat, Cat.]
[Gombal! Hahahaha.]
[Jadi kau tidak percaya padaku?]
[Kapan aku tidak percaya padamu? Aku tau hanya aku lah yang ada di hatimu, jadi aku tidak memiliki alasan untuk tidak mempercayaimu.]
[Kau memang sangat menggemaskan, Cat. Aku semakin merindukanmu.]
[Aku juga merindukan, dua atau tiga hari lagi aku pulang. Sebentar lagi aku akan melanjutkan promo tourku ke New Jersey.]
[Oh, jadi sebentar lagi tourmu usai?]
[Iya sayang, aku sudah tidak sabar bertemu denganmu lagi.]
[Aku juga.]
__ADS_1
[Sayang, aku tutup dulu teleponnya. Sebentar lagi aku harus berangkat.]
[Oh, iya sayang. Hati-hati di jalan. Miss you honey.]
[Miss you too.] jawab Caitlyn kemudian menutup teleponnya sambil menghembuskan nafas panjangnya.
"Ada apa, Cat?" tanya Alice.
"Alice, aku takut."
"Takut? Apa yang kau takutkan?"
"Alice, bukankah kau tahu sebentar lagi promo tour ini akan berakhir."
"Ya, lalu? Bukankah seharusnya kau bahagia karena kau bisa bertemu dengan suamimu yang sangat kau cintai itu?"
"Ya, memang aku bahagia. Tapi dibalik rasa bahagia itu ada perasaan takut yang begitu menghantuiku. Apalagi saat tadi secara tidak sengaja memanggil nama wanita lain, hatiku merasa begitu cemas. Aku takut dia berpaling pada wanita lain, Alice."
"Memanggil wanita lain? Apa maksudmu, Amber?"
"Astaga, Cat. Hanya karena masalah sepele seperti itu sekarang kau begitu cemas?"
"Saat Jeff memanggil nama wanita lain, itu sangat menakutkan bagiku, Alice."
"Baiklah terserah kau saja. Lalu sekarang apa maumu?"
"Alice, aku ingin rencanaku bisa secepatnya terlaksana, jika tidak Jeff mungkin bisa berpaling pada wanita lain karena aku belum juga memenuhi keinginannya. Oh tidak, Alice hal itu benar-benar sangat menakutkan bagiku."
"Jadi kau ingin segera mewujudkan ide gilamu itu?"
"Ya, tentu saja. Aku harus secepatnya menemukan wanita itu, wanita yang mau mengandung buah hatiku dengan Jeff."
__ADS_1
"Dasar kau gila, Cat!"
"Ini bukan gila, tapi sebuah usaha untuk mempertahankan rumah tanggaku, Alice."
"Lalu bagaimana kau bisa menemukan wanita itu jika saat ini kau masih sibuk dengan berbagai pekerjaanmu?"
"Justru saat ini adalah saat terbaik, Alice. Saat aku sudah pulang ke rumah. Aku tidak bisa keluar rumah dengan bebas, tidak seperti saat aku melakukan pekerjaan di luar."
"Jadi, kau ingin menemukan wanita itu sekarang juga?"
"Ya, tepat sekali. Aku ingin menemukan wanita itu sekarang juga."
"Jangan bermimpi karena sebentar lagi kita akan terbang ke New Jersey."
"Baiklah, kalau begitu aku akan mencari wanita itu di New Jersey. Entah kenapa firasatku berkata jika aku pasti akan menemukan wanita itu disana."
"Hah, terserah kau saja! Kau memang sangat keras kepala, Cat. Aku hanya bisa berdoa semoga rumah tanggamu baik-baik saja setelah kehadiran surrogate mother itu."
"Rumah tanggaku akan baik-baik saja karena surrogate mother itu akan menjadi penyelamat bagiku, bagi keutuhan rumah tanggaku."
"Semoga saja begitu. Ayo cepat berkemas, sebentar lagi kita harus ke Bandara."
"Ya, kita harus secepatnya berkemas karena aku akan menemukan surrogate mother itu di New Jersey," ucap Caitlyn lalu tertawa terbahak-bahak.
"Dasar gila!" omel Alice. Mereka kemudian tampak mengemasi barang mereka lalu keluar dari kamar hotel mereka menuju ke bandara. Beberapa saat kemudian, mereka pun sudah sampai di bandara dan langsung menuju ke counter check in dengan begitu terburu-buru.
"Untung saja kita tidak terlambat, Cat. Ini karena kau yang terlalu banyak membicarakan tentang surrogate mothermu itu," omel Alice saat mereka sudah duduk di waiting room.
"Kenapa kau menyalahkan aku? Kau yang ceroboh karena tidak langsung mengemasi barang-barangku. Memangnya apa saja yang kau lakukan tadi pagi, Alice?"
"Hei Tuan Puteri, apa kau sudah lupa kalau tadi pagi aku harus mencarimu karena kau tiba-tiba menghilang begitu saja? Sebenarnya apa yang kau lakukan tadi pagi, Cat? Kenapa tiba-tiba kau menghilang begitu saja? Kau kemana Cat?"
__ADS_1
"Oh... E... Itu, aku."
"Kau tidak bisa menjawab pertanyaanku kan? Memangnya kemana kau tadi pagi? Jangan-jangan kau pergi berkencan dengan Edrick," ucap Alice dengan tatapan penuh curiga.