Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)

Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)
Membuatmu Mengalami Koma


__ADS_3

"Amber!" panggil Edrick kembali.


"Amber, semua yang terjadi antara dirimu dan Caitlyn sudah menjadi suratan takdir dari Tuhan. Kau tidak perlu merasa iri, karena cobaan setiap manusia berbeda-beda. Apa kau mengerti?"


"Tapi tetap saja tidak adil Ed! Bukankah aku sedang mengandung anak dari Jeff? Tapi kenapa Jeff selalu membela Caitlyn?"


"Amber, apa kau sudah lupa? Bukankah kau sudah membuat keputusan untuk pergi dari kehidupan mereka berdua? Tapi kenapa kau tiba-tiba bersikap seperti ini? Apa kau masih mengharapkan cinta dari Jeff?"


"Tidak!" jawab Amber dengan ketus.


"Kau bisa berkata tidak tapi hatimu mengatakan hal yang berbeda dengan yang kau ucapkan, Amber. Awalnya mungkin kau ikhlas untuk pergi dari kehidupan mereka berdua dan membuka lembaran baru denganku. Tapi saat kau tahu Caitlyn adalah saudarimu dan melihat wajah Jeff kembali, rasa egois di dalam hatimu mulai bergejolak. Apalagi setelah melihat masa lalu kalian yang tumbuh dalam lingkungan yang berbeda, aku tahu itu wajar dan manusiawi. Setiap orang pasti memiliki sisi egois dalam diri mereka masing-masing. Tapi Amber, sebaiknya kau hilangkan rasa egois itu sebelum akhirnya menyakitimu sendiri."


"Lalu, apakah aku tidak berhak membenci Caitlyn? Kenapa Caitlyn selalu mendapat semua yang dia inginkan? Bukankah orang tua kami sama? Kami tumbuh dalam rahim yang sama, dilahirkan oleh seorang ibu yang sama? Tapi kenapa hidupku dan dia sangat jauh berbeda, Ed?"


"Jadi kau ingin mendapatkan apa yang Caitlyn miliki? Bukankah tadi Caitlyn mengatakan padamu jika dia akan memberikan apapun yang kau miliki asalkan kau bahagia? Sekarang kesempatan yang tepat, Amber. Ambil semua yang Caitlyn miliki! Popularitas, kekayaan, dan juga Jeff! Dia sudah menyanggupi untuk memberikan semua yang dia miliki kan? Tapi coba kau pikir, setelah kau mengambil semua yang Caitlyn miliki apakah hidupmu akan bahagia?"


Amber pun terdiam kembali, hatinya kini terasa begitu sesak jika mengingat Caitlyn. 'Kenapa? Kenapa Caitlyn harus menjadi saudariku? Kenapa kami harus menjadi saudara kembar yang terpisah? Kenapa hidup ini terasa begitu tak adil padaku, Tuhan!' gumam Amber sambil memegang dadanya sambil menahan isak tangisnya.


"Amber, pikirkan baik-baik kata-kataku. Aku tidak bermaksud memaksamu untuk menikah dengannku tapi aku hanya ingin kau bahagia dan tidak menyesali keputusan yang kau ambil jika hari ini kau memaksakan kehendakmu untuk merebut Jeff dari Caitlyn. Pikirkan baik-baik, Amber," ucap Edrick.


Amber hanya terdiam, hatinya pun terasa begitu bimbang. Dia kemudian melirik pada Edrick yang sedang mengendarai mobilnya dengan begitu tenang.


'Benarkah apa yang Edrick ucapkan? Benarkah jika aku yang terlalu egois? Apa benar yang Mommy katakan jika aku tidak sepantasnya marah pada Caitlyn? Apakah benar yang Jeff katakan jika selama ini aku hidup dengan kepura-puraan? Memang aku ingin menjauh dari kehidupan mereka tapi sejujurnya aku memang selalu ingin mendapatkan simpati dan rasa iba dari Jeff. Seegois itukah diriku? Ah kenapa rasanya semua ini semakin bertambah rumit,' gumam Amber. Dia kemudian merebahkan kepalanya di jok mobil lalu perlahan menutup matanya.

__ADS_1


Edrick yang melihat Amber saat ini mulai terlelap lalu menyunggingkan senyum tipis di bibirnya lalu perlahan tangan kanannya membelai wajah polos Amber.


"Beristirahatlah Amber, dan tenangkan hati dan pikiranmu."


Satu jam kemudian, mereka pun sudah sampai di Manhattan. Edrick dan Amber tampak sudah turun dari mobil. "Mommy turun dulu, Mommy ingin bicara dengan Amber," ucap Jenny pada Jeff dan Caitlyn.


"Iya Mommy," jawab Caitlyn.


Caitlyn lalu ikut membuka pintu mobil Jeff. Namun saat pintu mobil itu belum sepenuhnya terbuka, tiba-tiba tangan kekar Jeff mencekal tangannya.


"Tunggu Cat! Tunggu aku ingin bicara denganmu!"


Caitlyn lalu membalikkan tubuhnya kembali kemudian menatap Jeff. "Ada apa Jeff?"


"Sakit dan tersiksa? Bukankah kau juga pernah melakukan hal itu, Jeff? Kau pernah berpura-pura mencintai Amber dan kau bisa melakukan hal itu dengan mudah. Percayalah suatu saat kau juga bisa mencintainya!"


"Cat, saat itu aku terbawa ambisiku untuk memiliki anak yang ada di dalam kandungan Amber. Aku sangat menginginkan anak itu, Cat. Tapi, ternyata aku salah, tanpa kusadari aku telah menyakiti hati dua orang wanita. Dan salah satunya, wanita yang sangat kucintai. Tolong jangan memaksaku, Cat! Lebih baik kau memintaku untuk menceraikan dirimu tapi tolong jangan memaksaku."


"Kau memang keras kepala dan egois, Jeff! Kau bahkan tidak mau berkorban untuk anakmu dan ibu dari anakmu itu!" bentak Caitlyn.


"Memang, memang aku egois dan sangat keras kepala, itulah diriku. Ini masalah hati Cat! Dan hati tidak bisa untuk dipaksakan!"


"Ini juga tentang masalah hati, Jeff! Hati Amber yang sudah begitu terluka! Sudah sepantasnya Amber bahagia, Jeff! Sudah sepantasnya Amber bahagia! Dan aku akan melakukan apapun asal dia bahagia!"

__ADS_1


"Termasuk mengorbankan perasaan orang lain? Kau pikir pernikahan yang dipaksakan akan membawa kebahagiaan, Cat? Dengarkan aku Caitlyn, jika kau masih memaksaku, maka aku akan pergi dari hidup kalian selama-lamanya! Aku akan tetap bertanggung jawab pada hidup Amber dan anak yang ada di dalam kandungannya, tapi aku tidak akan pernah menikahi Amber untuk selama-lamanya! Sekarang kau boleh turun dan temui keluargamu! Selamat tinggal, Caitlyn! Selamat tinggal untuk selamanya dan aku tidak akan pernah menggangu hidupmu lagi! Aku bukan barang dan aku berhak untuk mengatur hidupku sendiri!" bentak Jeff dengan nada yang mulai meninggi menahan emosi di dalam hatinya.


Mendengar perkataan Jeff, Caitlyn pun menatapnya dengan tatapan tajam. "Dasar laki-laki egois!" bentak Caitlyn.


"Maki aku sesukamu! Tapi tolong jangan pernah memaksaku! Sekarang turunlah! Turun Cat!" bentak Jeff kembali. Namun Caitlyn hanya terdiam sambil menatap Jeff dengan tatapan tajam.


Melihat Caitlyn yang kini terdiam dan hanya menatapnya, Jeff kemudian mendekatkan tubuhnya lalu merengkuh wajah Caitlyn kemudian melumatt bibir tipis itu.


Sementara Amber yang secara tidak sengaja melihat keduanya berciuman di dalam mobil, saat mengambil ponsel miliknya yang tertinggal di dalam mobil Edrick yang terparkir di samping mobil Jeff pun hanya menatap Jeff dan Caitlyn dengan tatapan sengit. 'Kalian memang serigala berbulu domba! Kau wanita dengan seribu topeng, Caitlyn! Benar-benar menjijikan!' batin Amber sambil menahan emosi di dalam dadanya.


***


"Tenangkan dan kuatkan hatimu, Aunty!" ucap Edrick sambil tersenyum.


"Iya Ed, aku sudah menyiapkan hatiku karena aku yakin cepat atau lambat suatu saat ini pasti akan terjadi padaku."


Edrick lalu tersenyum kemudian menggandeng tangan Jenny. "Kau memang menantuku yang sangat baik," ucap Jenny.


"Apa aunty yakin jika Amber masih mau denganku? Bukankah aunty sudah tahu kebenarannya jika Amber mencintai suami dari Caitlyn, dan Cat sudah merelakan suaminya untuk menikah dengan Amber."


Namun belum sempat Jenny menjawab, tiba-tiba Diane sudah berdiri di depannya. "Jenny," ucap Diane lirih sambil terisak. Tiba-tiba Diane menjatuhkan tubuhnya lalu bersimpuh di hadapan Jenny.


"Jenny, tolong maafkan aku. Maafkan aku, aku sudah bersalah padamu. Tolong maafkan kisah masa lalu kita. Maafkan aku Jenny, maafkan aku. Dosaku terlalu besar padamu. Dosaku terlalu besar padamu karena aku tidak hanya merebut suamimu tapi aku juga yang telah membuatmu mengalami koma setelah melahirkan kedua putrimu," ucap Diane sambil terisak.

__ADS_1


__ADS_2