Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)

Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)
Si Kembar


__ADS_3

Jeff yang sayup-sayup mendengar suara yang memanggilnya lalu memalingkan wajahnya pada Caitlyn yang saat ini terlihat mulai membuka matanya, meskipun tatapan mata itu terlihat belun sepenuhnya terbuka.


"Caitlyn!" panggil Jeff. Dia kemudian mendekat ke arah Caitlyn lalu merengkuh wajahnya.


"Cat!" panggil Jeff kembali. Caitlyn balas menatap Jeff dengan tatapan sayu, berbagi perasaan kini berkecamuk di dalam hatinya.


"Jeff," ucap Caitlyn lirih.


"Iya Cat, aku di sini. Aku di sini, Cat. Aku janji akan selalu ada di sini, di sampingmu sayang!" jawab Jeff sambil memegang tangan Caitlyn.


Sebutir cairan bening pun keluar dari sudut mata Caitlyn, meskipun tubuhnya masih terasa begitu lemas, tapi Caitlyn tak bisa menahan perasaan yang kini terasa begitu berkecamuk, antara haru dan bahagia melihat seorang laki-laki yang sangat dia cintai. Meskipun, cinta itu telah menggoreskan luka yang begitu dalam padanya.


"Caitlyn, maafkan aku Cat. Maaf jika aku telah membuatmu begitu terluka, tapi sungguh Cat, sampai detik ini hanya kau yang ada di hatiku. Tolong, jangan minta aku pergi darimu! Jangan pernah menyuruhku untuk pergi darimu, Cat! Aku tidak ingin balasan cintaku darimu, aku hanya ingin kau tidak menyuruhku untuk pergi lagi dari hidupmu. Cat, tolong maafkan aku."


Caitlyn pun menganggukan kepalanya disertai senyum tipisnya. "Terima kasih, Cat!" ujar Jeff.


"Amber?" tanya Caitlyn lirih.


"Cat, maaf aku harus mengatakan ini padamu saat kau baru saja bangun dari tidur panjangmu, maaf saat ini keadaan Amber tidak sedang baik-baik saja. Dia baru saja mengalami kecelakaan dengan Edrick."


"Astaga, lalu bagaimana keadaan Amber Jeff?"


"Aku tidak tahu Cat, tadi saat aku akan mengunjunginya tiba-tiba kau memanggilku."


"Jadi, dia baru saja mengalami kecelakaan?"


"Ya," jawab Jeff sambil mengangukkan kepalanya.


"Jeff, tadi aku bermimpi bertemu dengan Amber. Dia menangis, meminta maaf dan memohon padaku untuk memberinya kesempatan untuk memperbaiki hubungannya denganku. Saat aku belum memberikan jawabanku, tiba-tiba dia menghilang dan meminta tolong padaku. Jeff, tolong aku pertemukan aku dengannya."


Jeff kemudian menghembuskan nafasnya. "Tidak Cat, kau baru saja bangun setelah koma lebih dari tiga bulan lamanya. Kondisi tubuhmu masih lemah, Cat."


"Jeff, please!"


"Aku akan bicara dengan dokter. Kau tunggu di sini sebentar!"


Caitlyn pun menganggukan kepalanya. Jeff kemudian keluar dari ruang perawatan tersebut, hingga beberapa saat kemudian, dia masuk kembali bersama seorang perawat.


"Bagaimana?" tanya Caitlyn.

__ADS_1


Jeff menganggukan kepalanya. "Sebentar saja, Cat."


"Terima kasih."


Seorang perawat yang datang bersama dengan Jeff kemudian melepaskan beberapa selang yang menempel di tubuh Caitlyn. Dia kemudian membantu Caitlyn bangun dari atas ranjang.


Caitlyn mencoba terlihat baik-baik saja, padahal saat ini tubuhnya terasa lemas dan kaku. "Kau kenapa, Cat?" tanya Jeff saat Caitlyn memejamkan matanya saat baru saja duduk di atas kursi rodanya.


"Tidak apa-apa, hanya perlu sedikit adaptasi."


Jeff berdiri di samping Caitlyn lalu menggengam tangannya. "I will always beside you."


"Thanks."


Mereka kemudian keluar dari ruangan Caitlyn menuju ke ruang UGD, tempat Amber dan Edrick. saat ini dirawat.


Saat memasuki ruangan itu, Jenny begitu terkejut saat melihat Caitlyn yang sudah siuman. "Cat!" panggil Jenny dan Edison. Mereka lalu menghambur memeluk Caitlyn yang sedang duduk di atas kursi roda.


Tangis haru Edison dan Jenny, pun menggema di ruangan itu. Tangis kebahagiaan, haru, dan kerinduan. Mereka juga tampak berulang kali mencium, dan memegang wajah Caitlyn.


"Tolong jangan lakukan itu lagi, Cat. Kami tidak mau kehilangan tawa dan canda darimu lagi. Kami semua ingin merasakan hangatnya kasih sayangmu, dan ketulusan yang selalu kau berikan pada semua orang. Caitlyn tolong jangan lakukan itu lagi! Bukankan semua orang berhak bahagia? Termasuk dirimu. Kau juga berbak bahagia tampa selalu memikirkan orang lain. Kau mengerti kan?"


Caitlyn lalu menganggukan kepalanya. "Iya Mommy. Lalu bagaimana dengan Amber?"


"Syukurlah, Mommy."


"Iya Cat."


"Aku ingin bertemu dengan Amber."


Jenny menganggukan kepalanya lalu mendorong kursi roda Caitlyn ke samping brankar Amber. Caitlyn lalu menggengam tangan Amber.


"Amber, aku disini. Aku sudah bangun Amber, aku di sini untuk menepati janjiku padamu. Bukankah kau ingin kau memberi kesempatan padamu untuk memperbaiki hubungan kita? Amber, ayo buka matamu. Tolong penuhi janji kita untuk tertawa bersama, saling bercerita hari-hari dan kebersamaan kita yang telah hilang, dan membesarkan Sean bersama. Amber, bangun!" ucap Caitlyn sambil meneteskan air matanya.


Perlahan Amber pun membuka matanya. "Kau sudah bangun Amber?"


Amber mengangukkan kepalanya. "Aku sudah bangun, dan mendengar semuanya. Aku sudah bangun saat kau memasuki ruangan ini, tapi aku malu. Aku malu bertemu denganmu, maaf jika aku sangat pengecut, Cat."


"Kenapa kau harus berkata seperti itu? Sudah cukup Amber, aku sudah tidak ingin lagi ada kata maaf, ataupun kata kesedihan lainnya. Kita harus hidup bahagia, Amber. Mulai hari ini, harus ada kebahagiaan dan keceriaan di antara kita. Hapus semua kisah kelam di masa lalu. Apa kau mengerti?"

__ADS_1


"Iya Cat," jawab Amber sambil terisak. Dia kemudian bangkit dari atas brankar, lalu memeluk tubuh Caitlyn, dan keduanya larut dalam isak tangis.


***


🍒 DUA TAHUN KEMUDIAN 🍓


TOK TOK TOK


"Masuk!"


Sebuah pintu ruang perawatan terbuka, sepasang suami istri masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Caitlyn, Jeff! Selamat!"


"Terima kasih, Amber!" jawab Caitlyn saat Amber berhambur memeluknya.


"Ini keponakanku?" tanya Amber saat melihat dua orang bayi kembar berjenis kelamin laki-laki dan perempuan yang ada di box bayi yang ada di hadapannya.


Caitlyn menganggukan kepalanya. "Sangat cantik, dan tampan, seperti kalian berdua!" pekik Amber.


Amber dan Edrick kemudian menggendong bayi tersebut. "Tahukah kalian, istriku yang cantik ini juga sedang hamil!"


"Edrick, bukankah kau sudah janji akan merahasiakan hal ini?" sungut Amber.


"Maaf sayang, aku tidak tahan mengatakan semua ini karena ternyata juga ada dua janin di dalam perutmu, sama seperti mereka."


"Astaga, jadi kau juga hamil anak kembar, Amber?"


Amber pun menganggukan kepalanya sambil malu-malu. Mereka kemudian tertawa bersama, Jeff yang melihat mereka berdua pun ikut tersenyum.


"Aku memang pernah melakukan kesalahan dengan melakukan hal bodoh. Tapi hal bodoh itu, bukan hanya untuk disesali, namun diperbaiki, karena setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Dan masalah hasil dari kesalahan itu sendiri adalah sebagai bentuk dari sebuah pengingat, jika ada yang harus diperbaiki, sebelum yang lebih buruk terjadi."


'Caitlyn, Amber, tetaplah seperti ini, karena dalam sebuah hubungan keluarga, tidak ada yang lebih penting kecuali rasa saling menyayangi,' batin Jeff.


TAMAT


NOTE:


Sekian kisah dari othor, maaf jika novel ini masih sangat jauh dari sempurna, dari segi penulisan, alur, ataupun penokohan, dan jauh dari harapan dan ekspektasi pembaca karena othor bukanlah seorang author hebat dan hanya author remahan debu 😂😂

__ADS_1


💞 Seorang wanita, harus memiliki harga diri. Jangan terlalu mudah mengobral harga diri, hanya demi sebuah alasan yang disebut CINTA. Terkadang cinta juga harus didasari logika, meskipun cinta itu sendiri tumbuh dari hati yang tidak pernah berlogika. Lalu, darimana kita bisa berlogika? Hanya dengan menggunakan akal sehat.


SEKALI LAGI, TERIMA KASIH. LOVE YOU DEAR 😍😘


__ADS_2