Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)

Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)
Hubungan Darah


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Alice pun masuk ke dalam ruangan itu. Dia kemudian memberikan teh hangat pada Amber.


"Terimakasih," ucap Amber saat Alice memberinya teh hangat tersebut. Dia kemudian meminum teh itu yang semakin membuatnya merasa sedikit nyaman.


"Bersandarlah dan beristirahatlah Amber," ucap Caitlyn sambil menyunggingkan sebuah senyuman.


"Terimakasih banyak Cat, tapi aku harus kembali untuk menyelesaikan pekerjaanku," jawab Amber sambil mencoba berdiri dari atas sofa.


"Stop, tidak boleh! Kau tidak boleh pergi dari sini, Amber. Kau sedang sakit."


"Ta... Tapi aku bisa kehilangan pekerjaan ini. Aku sangat membutuhkan pekerjaan ini, ibuku belum lama dioperasi, dan aku membutuhkan uang yang tidak sedikit untuk membiayai kehidupan kami."


"Biar aku yang bicara pada Edrick, lebih baik kau istirahat saja di sini, kau tidak akan dipecat dari event ini, Amber."


"A... Aku tidak mau merepotkanmu, Cat."


"Tidak apa-apa, lebih baik kau istirahat saja disini!" ucap Caitlyn kemudian berjalan meninggalkan Amber dan Alice.


"Amber, sebaiknya kau istirahat saja. Jika kau membutuhkan bantuanku, bilang saja padaku. Aku mau melanjutkan makan siangku."


"Terimakasih banyak, Alice."


"Sama-sama, Amber."


Alice kemudian melanjutkan makan siangnya yang sudah berulangkali tertunda, sedangkan Amber kini yang merebahkan tubuhnya di atas sofa dan tampak menutup matanya sambil menahan perasaan yang begitu berkecamuk.

__ADS_1


'Tuhan, aku tidak sanggup lagi. Aku sudah begitu jahat pada Caitlyn, dia wanita yang sangat baik dan aku sudah tega berbuat hal di luar batas dengan suaminya. Jika Caitlyn tahu apa yang kami lakukan dibelakangnya, dia pasti akan merasa sangat tersakiti. Maafkan aku Tuhan, maafkan aku Cat,' gumam Amber sambil menghapus air mata yang keluar dari sudut matanya.


Sementara Caitlyn yang kini berjalan mendekat ke arah Edrick tampak mulai melangkahkan kakinya dengan sedikit ragu-ragu. Tidak hanya Caitlyn yang terlihat canggung, Edrick pun terlihat salah tingkah.


"Permisi Edrick, bisakah kita bicara sebentar?" tanya Caitlyn memberanikan diri.


"Ya, ada apa Cat?"


"Begini Edrick, tadi saat aku ke toilet, aku bertemu dengan Amber. Dia sepertinya sedikit tidak enak badan, wajahnya terlihat sangat pucat dan tubuhnya pun terlihat sedikit lemas, bahkan dia hampir saja pingsan."


"Astaga, jadi Amber sakit? Lalu kau juga sudah mengenal Amber?"


"Ya, tadi kami sudah berkenalan beberapa saat sebelum acaranya dimulai. Untuk saat ini, aku sudah membawanya ke ruanganku. Aku juga sudah mengobatinya dan menyuruhnya beristirahat."


"Owh, terimakasih banyak Cat. Lalu bagaimana keadaan Amber sekarang?"


"Oh tentu, tentu saja Cat. Dia sedang sakit dan aku tidak mungkin memaksanya untuk menyelesaikan pekerjaannya."


"Terimakasih banyak Edrick."


"Aku yang seharusnya berterima kasih padamu karena kau sudah menolong Amber. Hari ini dia bekerja untukku dan jika sesuatu sampai terjadi padanya, aku pasti akan merasa sangat bersalah, Cat."


"Ya, sama-sama Edrick. Sepertinya dia wanita yang sangat baik, sejak pertama kali bertemu dengannya aku merasa sebuah kenyamanan yang belum kurasakan sebelumnya."


Edrick pun tersenyum mendengar perkataan Caitlyn. "Apa kau tidak merasa aneh, Cat? Bukankah dia sangat mirip denganmu?"

__ADS_1


"Ya, dia sangat mirip denganku."


"Apa kau tidak merasa aneh dengan semua itu?"


"Tentu saja aku merasa sangat aneh, Ed. Karena itulah aku mendekatinya dan ingin mengetahui masa lalunya."


"Jadi menurutmu kau pun curiga dia memiliki hubungan darah denganmu?"


"Semua hal perlu diselidiki, Ed. Dan aku akan mencoba melakukan itu."


"Iya Caitlyn."


"Terima kasih banyak, Ed. Aku akan kembali ke ruanganku."


"Iya Caitlyn."


Caitlyn pun membalikkan tubuhnya, namun saat baru saja dia melangkahkan kakinya menjauhi Edrick, tiba-tiba Edrick memanggilnya kembali.


"Cat!" panggil Edrick


Caitlyn pun membalikkan tubuhnya lagi. "Ada apa Ed?"


"Apa kau sudah memaafkan aku?"


Mendengar pertanyaan Edrick, Caitlyn pun hanya tersenyum lalu meninggalkan Edrick.

__ADS_1


'Sulit sekali, sangat sulit menaklukkan hatimu Cat,'' gumam Edrick.


__ADS_2