
Jeff membuka pintu kamarnya kemudian berjalan ke arah ranjang lalu mendekat pada Caitlyn yang sedang tidur menyamping menghadap ke arah jendela.
"Cat!" panggil Jeff sambil memeluk tubuh Caitlyn.
"Tolong jangan sentuh aku lagi!" bentak Caitlyn. Namun bukannya melepaskan pelukan itu, Jeff malah semakin memeluk Caitlyn kian erat.
"Cat, aku sangat mencintaimu. Kau tahu itu kan? Maafkan aku, maafkan aku Cat. Tolong maafkan aku, aku tahu ini bukan hal yang mudah bagimu, tapi tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan ini. Aku akui, kesalahanku begitu besar padamu, Cat!"
"Jika kau benar-benar mencintaiku, kau tidak mungkin menyentuh wanita lain selain diriku!" bentak Caitlyn.
"Bukankah kau tahu itu adalah sebuah ketidaksengajaan? Aku sangat mencintaimu, hanya kau yang benar-benar kucintai, Cat. Semua yang kulakukan pada Amber adalah bentuk kepedulianku karena dia sedang mengandung darah dagingku, tidak lebih. Rasa cintaku padamu jauh lebih dalam dari apapun."
"Ketidaksengajaan kau bilang? Ketidaksengajaan itu cukup satu kali, Jeff! Tapi kau melakukannya berulang kali! Apa itu masih bisa disebut dengan ketidaksengajaan?"
"Cat sungguh, setelah kejadian malam itu, aku sebenarnya tidak pernah menyentuh Amber kembali. Aku terpaksa menyentuh dia kembali untuk mempertahankan dia agar tetap ada di sisiku. Aku memang egois Cat, aku sangat menginginkan anak yang ada di dalam kandungan Amber dengan berpura-pura mencintainya. Aku akui itu adalah kebodohanku, aku telah menyakiti hatimu dan juga hatinya. Aku terlalu egois dan serakah karena menginginkan kalian berdua sekaligus anak itu. Cat, aku siap jika saat ini kau belum bisa memaafkan aku, tapi tolong jangan pernah tinggalkan aku. Aku tidak bisa hidup tanpamu."
"Jadi benar kau berpura-pura mencintai Amber untuk mempertahankan dia agar tidak pergi darimu?"
"Ya, aku memang berpura-pura mencintainya," jawab Jeff lirih. Mendengar perkataan Jeff, seketika Caitlyn pun merasa begitu marah. Dia kemudian mengangkat tangannya lalu mendaratkan sebuah tamparan di pipi Jeff.
PLAKKK
__ADS_1
Jeff pun menutup matanya saat merasakan tamparan yang kini terasa begitu perih di pipinya, mencoba untuk tetap bisa selalu mengendalikan emosinya dan siap dengan semua konsekuensi yang akan dia alami saat ini.
"DASAR BAJINNGAN! TEGA-TEGANYA KAU MEMPERMAINKAN PERASAAN SEORANG WANITA DENGAN BERPURA-PURA MENCINTAINYA! KAU MEMANG BENAR-BENAR KURANG AJAR JEFFERSON HUGO! KAU MEMANG LAKI-LAKI BRENGSSSSEKKK!" bentak Caitlyn.
"Aku tahu, itu adalah kesalahan terbesarku yang kini amat kuselali. Caitlyn, lakukan apapun padaku yang kau mau. Hukum aku semaumu, tapi tolong jangan pernah tinggalkan aku Cat. Jangan tinggalkan aku. Aku tidak bisa hidup tanpamu," ucap Jeff.
"Lalu kau pikir aku masih mau hidup dengan laki-laki sepertimu, Jeff? Kau telah menyakiti dua orang wanita hanya untuk keegoisanmu! Kau telah melukai dua hati yang sedang rapuh hanya untuk kebahagiaanmu! Pikirkan bagaimana sakitnya aku saat tahu pengkhianatan yang dilakukan olehmu, Jeff! Lalu bagaimana dengan Amber? Dia pasti sangat hancur. Saat ini dia sedang mengandung darah dagingmu dan kau merayunya dengan kata-kata cinta palsumu hanya untuk keegoisanmu semata? Kau memang benar-benar tidak punya hati Jefferson Hugo!"
"Katakan apapun yang kau mau, hukum aku semaumu. Lakukan apapun yang kau inginkan padaku, tapi tolong jangan pernah tinggalkan aku! Aku sangat mencintaimu, Caitlyn. Tolong jangan pernah pergi dariku. Aku akui, aku telah melakukan kesalahan yang begitu besar dalam hidupku, aku memang selalu menginginkan kehadiran seorang anak di dalam hidupku. Aku terlalu berambisi hingga melupakan akal sehatku. Saat ini, sungguh aku tidak menginginkan apapun kecuali maaf darimu, kecuali cinta darimu lagi padaku, Cat! Aku tahu kau butuh waktu, aku tahu ini bukan hal yang mudah bagimu. Aku akan menunggumu sampai sisa akhir hidupku, tapi tolong jangan pernah pergi dari hidupku. Tetaplah jadi istriku, satu-satunya istriku untuk saat ini dan selamanya," ucap Jeff sambil terisak. Namun isakan itu hanya mendapatkan balasan tatapan mata tajam dari Caitlyn.
"Jangan pernah bermimpi Jeff!" bentak Caitlyn. Dia kemudian bangkit dari atas ranjang lalu berjalan ke arah pintu. Jeff lalu mengejar Caitlyn kemudian mendekap tubuhnya saat berada di dekat pintu.
"Caitlyn, sayang. Tolong jangan pernah pergi. Tolong jangan tinggalkan aku. Aku sangat mencintaimu, Cat. Sangat amat mencintaimu! Tetaplah di sampingku sampai akhir hayatku. Saat ini tidak ada yang lebih aku inginkan kecuali cinta darimu."
"Tidak Cat! Aku tidak akan membawa anak itu dalam kehidupan rumah tangga kita jika kau tidak menginginkan itu. Aku tetap akan melakukan kewajibanku memberikan semua kebutuhannya karena bagaimanapun juga aku adalah ayah kandungnya. Tapi jika kau tidak menginginkan dirinya dalam kehidupan rumah tangga kita, aku tidak akan membawanya ke rumah ini, Cat!"
"Kau masih saja egois, Jeff! Bisa mengandung dan memiliki keturunan adalah sebuah anugerah besar. Wanita mana yang mampu menolak jika ada seorang wanita tulus yang memberikan buah hatinya pada orang lain. Tapi coba kau pikir, bagaimana perasaan Amber? Coba kau pikir, apa aku tega memisahkan seorang anak dengan ibu kandungnya sendiri? Hati wanita mana yang tak hancur jika dia dipisahkan dengan anak yang sangat dia sayangi? Sembilan bulan itu bukan waktu yang singkat, mengandung tanpa kehadiran seorang suami itu bukanlah hal yang mudah Jeff! Dan kita mau mengambil anak dari Amber begitu saja? Aku tidak sekejam itu! Jangan samakan aku dengan dirimu!"
"Cat! Maafkan aku, maaf jika perkataanku semakin menyakitimu."
"Bukan aku tapi Amber!"
__ADS_1
"Lalu, apa maumu? Apapun akan kulakukan asal kau tidak pergi meninggalkan aku, tolong Cat!"
"Aku sudah muak padamu Jeff! Aku sudah tidak mau melihat wajahmu! Aku sangat membencimu!" bentak Caitlyn sambil berusaha melepaskan pelukan Jeff. Di saat itulah, suara bel pun berbunyi.
TETTTT TETTTT
...***...
BERSAMBUNG...
NOTE: Mampir ke karya bestie othor ya, novelnya Kak Pipihpermatasari, dijamin ceritanya keren banget loh.
Blurb:
(pipihpermatasari)
Suamiku, jika kamu bahagia bersamanya. Maka Izinkanlah aku pergi. Aku sungguh tidak sanggup bertahan seperti ini terus! Kamu sekarang sudah berubah, tidak seperti dulu lagi. Kamu sekarang melupakan kewajibanmu,memberikah nafkah dan batin kepadaku. Jika di rumah, tidak ada lagi surga untukku. Maka izinkanlah aku pergi dari hidupmu,agar kamu tidak menanggung dosamu karena kelalaianmu!
Akankah Chandra melepaskan Tika,saat istrinya meminta untuk pergi dari kehidupan suaminya? Atau justru Chandra mempertahankan Tika, dan berubah menjadi suami yang bertanggung jawab?
__ADS_1
Atau kah, Tika akan memilih bersama hidup dengan Andrew dan menceraikan Chandra?
Yuk mampir, ceritanya disini .