Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)

Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)
Sales Promotion Girl


__ADS_3

Edrick mengulaskan senyum tipis di bibirnya saat melihat seorang wanita berkemeja warna putih yang sedang berjalan dengan sedikit terburu-buru ke arahnya.


"Selamat pagi, Tuan Edrick," sapa wanita itu.


"Selamat pagi, Amber. Masuklah ke ruang ganti lalu ganti pakaianmu dengan seragam untuk acara promo ini!"


"Baik Tuan, saya ke belakang dulu."


Edrick lalu menganggukan kepalanya sambil menatap Amber yang kini sedang berjalan ke ruang ganti. "Benar-benar mirip, kalian berdua benar-benar mirip hingga sangat sulit dibedakan," ujar Edrick. Sedangkan Amber yang telah berganti pakaian, kini sedang melihat wajahnya di cermin sambil mengucir rambutnya dengan rambut ekor kuda dan sedikit merapikan riasannya.


"Semangat Amber, kuatkan hatimu jika kau harus bertemu dengan Caitlyn, meskipun melihatnya pasti terasa sangat menyakitkan. Tapi aku harus kuat, aku harus kuat," gumam Amber saat menatap wajahnya di cermin. Dia kemudian berjalan keluar dari ruang ganti untuk melakukan tugasnya.


Sementara Caitlyn pun kini tampak berjalan masuk ke area event dengan langkah sedikit malas, apalagi saat melihat Edrick yang kini sudah berdiri di depan bagian event itu.


"Selamat pagi, Cat!" sapa Edrick saat Caitlyn berjalan melewatinya.

__ADS_1


"Selamat pagi, Ed!" jawab Caitlyn tanpa menoleh sedikitpun ke arah Edrick dan melanjutkan langkahnya ke arah ruang ganti khusus untuknya. Alice pun tampak mencolek pinggang Caitlyn saat melihat sikapnya pada Edrick.


"Kau kasar sekali, Cat. Tidak sepantasnya kau bersikap seperti itu pada Edrick."


"Alice, tolong jangan mengaturku. Bukankah sudah kubilang aku tidak menyukai Edrick, aku bahkan sangat muak dengannya."


"Tapi Cat, itu tadi sangat tidak sopan. Bukankah kau bilang jika Edrick sudah minta maaf padamu? Seharusnya kau tidak bersikap seperti itu."


"Cukup Alice, lebih baik kau persiapkan segala kebutuhanku sekarang. Bukan untuk mengaturku!" ucap Amber kemudian menjatuhkan tubuhnya ke atas kursi di depan cermin untuk di make up oleh seorang MUA yang sudah menunggunya. Alice pun hanya bisa mendengus kesal, sambil membuka koper Caitlyn lalu memberikan kotak make up milik Caitlyn pada MUA yang sudah menunggunya. Alice kemudian mengambil barang-barang kebutuhan lain yang dibutuhkan oleh Caitlyn dan menaruhnya ke atas sebuah sofa yang ada di ruangan tersebut.


"Iya Alice, terimakasih banyak."


Alice lalu keluar dari ruangan itu. Namun, saat dirinya baru saja berjalan keluar dari ruang ganti. Netranya tertuju pada seseorang Sales Promotion Girl yang sedang berdiri di sekitar area event tersebut. Matanya pun tak bisa berpaling sedikitpun dari wanita tersebut, dia pun tampak memelototkan matanya disertai bibirnya yang terbuka.


PLAK PLAK PLAK

__ADS_1


Alice pun kini menampar pipinya dengan kedua tangannya. "Ah, sakit!" gerutu Alice.


"Jadi alu tidak sedang bermimpi? Ke... Kenapa wanita itu sangat mirip dengan Caitlyn?" gerutu Alice disertai debaran jantung yang berdegup begitu kencang.


"Oh tidak, Caitlyn harus tahu semua ini. Ya, Caitlyn harus tahu tentang semua ini," ucap Alice kemudian berlari ke ruang make up disertai dengan perasaan penuh tanda tanya.


"Hufttt! Hah... Hah... Hah!"


"Ada apa Alice?" tanya Caitlyn saat melihat Alice yang masuk ke ruangan itu dengan begitu terburu-buru disertai peluh yang menetes dan raut wajah yang terlihat sedikit pucat.


"Caaa... Cat... huft, huff!"


"Ada apa Alice?"


"Aa... Ada dirimu, Cat!"

__ADS_1


"Ada diriku? Apa maksudmu, Alice?"


__ADS_2