Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)

Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)
Kembali Padamu


__ADS_3

"Emhhh... E..." jawab Amber menggantung.


"Kau tidak perlu menjawabnya sekarang, Amber. Kau bisa memikirkan semua ini terlebih dulu. Aku tahu ini bukanlah hal yang mudah bagimu, meskipun sebenarnya aku berharap banyak padamu namun aku tidak mau memaksamu, kau berhak menentukan pilihanmu. Tapi aku berjanji, jika kau mau menolongku, aku tidak akan menutup mataku padamu, aku pasti akan memberikan timbal balik yang pantas untukmu. Bukankah tadi kau juga mengatakan jika kau membutuhkan uang untuk melanjutkan pengobatan ibumu yang baru saja dioperasi?"


Amber pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. "Iya Cat, aku akan mempertimbangkan semua ini."


"Terimakasih banyak, Amber. Ayo sekarang kita pulang, aku akan mengantarmu. Bagaimana Alice? Semuanya sudah beres kan?"


"Iya Cat, aku sudah merapikan semua barang-barangmu," jawab Alice.


Caitlyn kemudian membantu Amber bangun dari atas sofa. Mereka kemudian berjalan keluar dari area event itu menuju ke basemen parkir menuju ke mobil yang sudah dipersiapkan untuk Caitlyn. Lima belas menit kemudian, mereka pun sudah sampai di kontrakan tempat Amber tinggal.


"Terimakasih banyak, Cat. Aku masuk ke dalam dulu."


"Iya Amber, aku tunggu jawabanmu secepatnya."

__ADS_1


"Iya Cat, aku akan memikirkan semua ini terlebih dulu," jawab Amber. Caitlyn pun tersenyum kemudian menutup kaca mobilnya.


"Kau yakin Cat?" tanya Alice saat mobil itu mulai berjalan.


"Sangat yakin, entah kenapa firasat di dalam hatiku pun mengatakan jika Amber wanita yang kucari selama ini untuk menjadi surrogate mother bagi kami. Entah mengapa aku merasa begitu nyaman dengannya. Aku juga merasa sangat menyayanginya dan tidak ingin memaksanya. Tapi aku yakin dia pasti mau menolongku, Alice."


"Semoga firasatmu itu benar, Cat."


Caitlyn pun hanya tersenyum getir mendengar perkataan Alice.


HOWEKKK HOWEKKKK HOWEK


HOWEKKK HOWEKKKK HOWEK


Berulangkali, cairan demi carian bening pun tampak keluar dari dalam mulut Amber.

__ADS_1


HOWEKKK HOWEKKKK


Muntah Amber kembali, hingga seluruh mulut dan kerongkongannya terasa begitu pahit. "Hah, hah, hah. Woek!!!" teriak Amber kembali di wastafel sambil membasuh wajahnya, hingga akhirnya dia pun merasa tubuhnya begitu lemas.


Amber yang kini merasa kehilangan seluruh tenaganya hanya bisa menjatuhkan tubuhnya di atas lantai kamar mandi sambil menangis.


"Mommy!" isak Amber. Air mata kini pun mulai mengalir deras membasahi wajahnya.


"Mommy," isak Amber kembali. Dia kemudian bangkit dari atas lantai lalu merangkak menuju ke tempat tidurnya karena tubuhnya terasa begitu lemas dan kepalanya yang semakin berdenyut membuatnya sulit untuk berdiri.


Setelah sampai di samping ranjang, dia kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang sempit itu. Bahhkan tubuh itu tidak hanya terasa lemas, tapi juga terasa begitu bergetar, rasa pening di kepalanya bahkan terasa begitu menjalar yang membuat matanya begitu sulit untuk terbuka.


"Oh Tuhan, seperti inikah rasanya sebuah kehamilan? Apakah aku bisa menjalani kehamilan ini seorang diri tanpa kehadiran orang terdekatku? Apa aku bisa?" keluh Amber sambil meneteskan air matanya kembali.


Perlahan, dia pun membuka matanya meskipun terasa begitu berat. Dia lalu mengambil ponselnya kemudian menatap foto Jeff yang sedang tertidur saat Amber mengambil foto itu sesaat sebelum dia pergi meninggalkan Jeff.

__ADS_1


'Jeff, haruskah aku kembali padamu?' gumam Amber.


__ADS_2