
TOK TOK TOK
Diane pun mengetuk pintu kamar itu. Caitlyn yang sedang duduk sambil mendengarkan ocehan Jeff pun seketika terkejut.
"Cat! Jeff!" panggil suara dari balik pintu.
"Aku akan membuka pintunya Cat," ucap Jeff. Dia kemudian berjalan ke arah pintu dan melihat kedua mertuanya berdiri di hadapannya.
"Daddy, Mommy!" sapa Jeff.
"Apakah kami mengganggu?"
"Tidak, kami sedang bersantai," jawab Jeff.
"Bisakah kami bicara sebentar dengan kalian berdua?" tanya mereka.
"Tentu saja, silahkan masuk Dad, Mom," jawab Caitlyn dari dalam kamar. Diane dan Edison pun masuk ke dalam kamar itu.
Mereka berdua kemudian mengamati wajah Jeff dan Caitlyn yang terlihat berbeda. "Cat, Jeff. Sejak kami datang, sepertinya ada sesuatu yang berbeda. Apa kalian sedang dalam masalah?" tanya Diane pada mereka berdua.
Caitlyn dan Jeff pun terlihat salah tingkah. "Tidak ada apa-apa Mommy," kami baik-baik saja," jawab Caitlyn.
"Baik jika kalian tidak mau membicarakan semua ini pada kami berdua, tapi perlu kalian ingat. Kami juga pernah muda, pernah ada di posisi kalian. Apapun yang terjadi dalam rumah tangga kalian, tolong bicarakan dengan baik-baik dan dengan kepala dingin. Jangan pernah mengedepankan emosi dan ego kalian semata. Setiap orang pasti tidak pernah luput dari kesalahan."
"Karena setiap pasangan dalam rumah tangga, tidak pernah luput dari khilaf. Tinggal bagaimana kita menyikapinya, terkadang memang dibutuhkan hati yang lapang, karena kehidupan rumah tangga itu memang tidak mudah dan penuh cobaan. Berfikirlah dengan jernih sebelum mengambil keputusan, jangan mengedepankan ego karena jika ego menguasai hati kita, bukan kebahagiaan tapi penyesalan," tambah Edison.
Jeff lalu melirik pada Caitlyn kemudian menggenggam tangannya. "Cat, maafkan aku," bisik Jeff lirih.
"Mulai detik ini, aku tidak ingin memaksamu untuk tetap bersamaku. Aku ikhlas jika kau akan pergi meninggalkan aku. Aku memang tidak pantas untuk wanita sebaik dirimu. Tapi perlu kau tahu, seumur hidupku hanya kau satu-satunya wanita yang kucintai, meskipun pernah ada wanita lain yang ada di dalam hidupku. Hanya di dalam hidupku, Cat. Bukan hatiku." ucap Jeff lirih. Namun, Caitlyn tak bergeming.
"Apa yang sedang kalian bisikkan?" tanya Edison yang membuat Jeff dan Caitlyn terkejut.
__ADS_1
"Bukan hal yang penting, Dad." Caitlyn tiba-tiba membuka suaranya.
"Kau sepertinya sangat marah pada suamimu sendiri, Cat," kata Edison.
"Tidak kami baik-baik saja," jawab Caitlyn.
"Tidak Mom, tidak Dad, sebenarnya rumah tangga kami tidak sedang baik-baik saja. Dan itu semua terjadi karena kesalahanku. Aku memang laki-laki bodoh yang gegabah dalam bertindak," jawab Jeff.
"Jeff. Apa ini? Apa yang sebenarnya telah terjadi pada kalian berdua?" tanya Diane.
"Dad, Mom. Dua bulan yang lalu, aku telah melakukan sebuah kesalahan besar. Saat itu aku sedang melakukan kunjungan kerja ke Brooklyn. Aku memang bodoh, sudah berulang kali Caitlyn menginginkan aku untuk tidak minum minuman beralkohol, tapi aku mengabaikan kata-katanya. Saat aku dalam pengaruh alkohol, tiba-tiba aku melihat Caitlyn. Sebenarnya wanita yang sangat mirip dengan Caitlyn, dan aku mengira wanita tersebut adalah Caitlyn. Dan bodohnya aku melakukan kesalahan satu malam dengan wanita itu.."
Perkataan Jeff pun terhenti. Hatinya pun terasa begitu sesak saat mengingat seluruh pengkhianatannya dengan Amber di belakang Caitlyn.
Sedangkan Edison dan Diane kini mulai dihinggapi perasaan yang begitu berkecamuk. "Edison kau dengar sendiri, Brooklyn, lalu wanita yang sangat mirip dengan Caitlyn di Brooklyn, pasti Jenny dan Amber saat ini tinggal di Brooklyn," bisik Diane lirih.
'Amber, Amber putriku, Amber putriku masih hidup? Dan Jeff pernah melakukan kesalahan satu malam dengan Amber? Apakah aku harus marah pada Jeff? Aku rasanya sangat marah karena telah mempermainkan kedua putriku. Tapi bagaimana aku bisa marah jika aku pun pernah melakukan kesalahan yang sama? Bahkan kesalahanku akibat kesenjangan yang tidak bisa mengendalikan nafsuku karena keadaan Jenny saat itu. Kondisi Jenny yang begitu menurun setelah melahirkan Caitlyn dan Amber,' gumam Edison. Diane yang kini juga begitu terisak lalu menggenggam tangan Edison sambil menganggukkan kepalanya.
Edison pun mencoba menegarkan hatinya, lalu perlahan membuka kembali kembali suaranya, dan mencoba menahan emosi yang memenuhi hatinya untuk mencari tahu keberadaan tentang Amber.
"La.. Lalu, di, dimana wanita itu? Apakah sesuatu terjadi pada dirinya setelah malam itu?" tanya Edison dengan begitu terbata-bata.
"Ya, akibat perbuatan itu, wanita itu pun hamil. Saat ini dia sedang mengandung darah dagingku," jawab Jeff yang membuat Diane dan Edison merasa begitu terkejut.
"Diane, ini benar-benar hal yang paling menakutkan sepanjang hidupku," ucap Edison sambil menutup matanya. Air mata pun mulai membasahi wajahnya. Tubuhnya kini terasa begitu lemas, tidak hanya tubuhnya. Bahkan dadanya kini terasa begitu sesak, dan sakit.
"Edison, kau kenapa Edison?" Melihat Edison yang kini mulai ambruk, Caitlyn dan Jeff pun ikut mendekat ke arahnya.
"Jeff, sekarang katakan padaku dimana wanita itu? Wanita yang mirip dengan putriku. Apa kau juga ingin menikahi wanita itu? Apa yang kau lakukan untuk mempertanggung jawabkan kesalahanmu padanya, Jeff!" bentak Edison meskipun dengan suara yang begitu tercekat. Hembusan nafasnya pun kini begitu tak beraturan, wajahnya pun terlihat pucat.
"Dad, maafkan aku. Aku memang berniat untuk bertanggung jawab pada wanita itu, tapi caraku salah. Aku terlalu berambisi untuk mendapatkan anak yang ada di dalam kandungan wanita itu, hingga aku berpura-pura mencintai wanita itu. Sedangkan tidak dapat kupingkiri, jika di dalam hati ini hanya ada Caitlyn. Aku hanya mencintai Caitlyn, Dad. Tapi bagaimanapun juga aku akan tetap bertanggung jawab pada anak itu, aku akan memenuhi kebutuhan mereka berdua. Sungguh aku tidak ingin menyakiti hati mereka kembali. Awalnya dia ingin memberikan anak yang ada di dalam kandungannya pada kami berdua, tapi sepertinya Caitlyn tidak menginginkan itu. Dan aku tidak mau memaksakan kehendakku pada Caitlyn. Aku akan menerima seluruh keputusan Caitlyn meskipun keputusan terburuk jika Caitlyn ingin berpisah dariku. Tapi Demi Tuhan, aku berjanji di hadapan orang tuamu Cat, jika kita bercerai, aku tidak akan menikah dengan wanita lain selain dirimu, aku sangat mencintaimu, Cat."
__ADS_1
Mendengar perkataan Jeff, Diane pun tak pernah berhenti meneteskan air matanya. Sedangkan Edison kini tampak pasrah menahan sakit di dada kirinya. Jika saja kondisinya memungkinkan, ingin rasanya dia menampar dan memukul menantunya. Namun, saat ini dia hanya bisa pasrah.
"Edison, kita ke rumah sakit sekarang?" tanya Diane yang kini melihat kondisi Edison yang semakin memburuk.
"Iya Mom, bawa Daddy ke rumah sakit sekarang!" pinta Caitlyn.
"Ti.. Tidak Cat, saat ini aku hanya ingin bertemu dengan Amber. Amber putriku, tolong pertemukan aku dengan wanita itu, wanita yang hadir dalam rumah tangga kalian, dia adalah Amber. Amber putriku," jawab Edison lirih yang membuat Jeff dan Caitlyn begitu terkejut mendengar perkataannya.
NOTE:
Mampir juga ya ke karya othor yang satu ini Mom Putt dijamin ceritanya keren banget loh
Blurb:
TANTE CEO LOVE YOU
(Momputt)
"Tante Love You."
Aditya Farasyah, pria muda berusia 22 tahun,. Ganteng? Jangan ditanya benihnya siapa dulu kalau bukan Vano papanya, Pria muda juga humoris juga ceria namun memiliki sifat usil juga barbar keturunan mamanya. Selama 22 tahun ia tinggal di LN bersama kedua orangtua nya, dan pada suatu hari Adit meminta izin merantau ke Indonesia untuk mencari pengalaman kerja yang awalnya penuh drama penolakan dan berakhir Adit yang memenangkan nya. Tapi tanpa disangka saat baru tiba di Indonesia ia langsung berbuat ulah tanpa sengaja mengotori mobil seseorang.
"Tante tante, sejak kapan gue nikah sama om loh."
Gimana kisah mereka selanjutnya? Baca ya
__ADS_1