
Jeff kemudian mengangkat tubuh Amber lalu membawanya keluar dari rumah itu dan memasukkan ke dalam mobilnya. Jeff pun mengemudikan mobilnya dengan begitu kencang sambil sesekali melirik pada Amber yang kini sudah terlihat begitu pucat.
"Amber, apa yang sebenarnya telah terjadi? Kenapa kondisimu selalu menurun seperti ini?" gerutu Jeff saat berada di dalam mobil.
Beberapa saat kemudian, mereka pun sudah sampai di sebuah rumah sakit. Jeff lalu turun dari mobil dan mengangkat tubuh Amber ke dalam rumah sakit. Saat masuk ke pintu masuk rumah sakit tersebut, beberapa petugas medis rumah sakit langsung membantu Jeff dengan meletakkan tubuh Amber ke atas brankar. Petugas rumah sakit itu kemudian mendorong brankar tersebut menuju ke ruang UGD.
Jeff yang kini menunggu di depan ruangan UGD itu pun tampak begitu cemas. Saat ditengah dilanda kecemasan, tiba-tiba ponsel Jeff pun berbunyi.
"Cat!" kata Jeff saat melihat nama Caitlyn di layar ponselnya.
"Ah, jika dia sudah pulang dan mencari keberadaan kami, sebaiknya aku langsung mengatakan jika Amber sakit dan saat ini dia ada di rumah sakit," ujar Jeff. Dia kemudian mengangkat panggilan telepon dari Caitlyn dengan jantung yang berdegup begitu kencang.
[Halo Cat!] jawab Jeff.
[Halo Jeff, kau ada dimana? Apa kau sudah makan malam di rumah?]
'Astaga, jadi Caitlyn belum pulang ke rumah,' gumam Jeff.
[Aku masih ada di rumah, Cat. Aku sedang memesan makan malam. Lalu kau ada dimana? Bagaimana denganmu Cat? Apa kau masih sibuk dengan pekerjaanmu?]
[Oh...E... Iya Jeff, sebenarnya alasanku meneleponmu karena aku ingin meminta ijin padamu. Tiba-tiba saja aku ada pekerjaan mendadak kembali. Aku ada kegiatan promo tambahan selama tiga hari di New York.]
[Oh, jadi kau akan pergi selama tiga hari lagi?]
[Iya Jeff, aku minta tolong padamu, Jeff. Tolong jaga Amber dengan baik.] ucap Caitlyn pada Jeff.
[Iya Cat, aku akan menjaganya karena dia wanita yang akan mengandung anak kita kan? Tadi saat aku turun ke bawah, kamar Amber terlihat sepi. Tampaknya dia masih tidur.]
__ADS_1
[Iya Jeff, dia wanita yang akan mengandung anak kita jadi kau harus menjaganya dengan baik. Biarkan saja dia tidur, biar saja dia beristirahat. Mungkin selama ini dia terlalu lelah bekerja. Aku ingin kondisi kesehatan Amber cepat membaik sehingga dia bisa secepatnya membantu kita berdua, Jeff.]
[Iya Cat, aku paham maksudmu.]
[Terima kasih Jeff, terima kasih karena sudah menjadi suami yang selalu memahamiku. Aku titip Amber, dan tolong jaga kepercayaanku ini padamu.]
[Iya Cat, aku mengerti itu. Sebaiknya kau cepat selesaikan pekerjaanmu dan cepat kembali padaku. Aku pasti sangat merindukanmu.]
[Iya Jeff, aku juga sangat merindukanmu. Sampai bertemu tiga hari lagi Jeff.]
[Sampai bertemu tiga hari lagi Caitlynku sayang.] jawab Jeff kemudian menutup panggilan telepon dari Caitlyn sambil menghembuskan nafas panjangnya.
Di saat itulah, seorang dokter pun mendekat padanya.
"Selamat sore," sapa dokter tersebut.
"Apa anda suami dari Nyonya Amber?"
"Iya Dok, saya suami dari Amber. Bagaimana keadaan istri saya Dokter? Saat ini dia sedang hamil. Apakah sesuatu telah terjadi padanya?"
"Iya, istri anda sedang hamil. Kami sudah memberikan penanganan pada istri anda, dan saat ini dia sudah siuman. Gejala seperti mimisan pada wanita yang sedang hamil itu memang banyak dijumpai karena adanya perubahan hormon. Mungkin istri anda juga kelelahan ataupun banyak beban pikiran. Tetapi, jika mimisan istri anda bertambah parah, kita harus melakukan pemeriksaan lanjutan dengan melakukan tes darah di laboratorium. Untuk saat ini, yang terpenting anda bisa menjaga kesehatan istri anda, Tuan."
"Iya Dok, saya mengerti."
"Silahkan, anda bisa menemui istri anda di dalam. Saat ini keadaannya sudah membaik dan anda bisa membawanya pulang saat cairan infusnya sudah habis. Dan ingat pesan saya, jangan biarkan istri anda kelelahan ataupun banyak pikiran."
"Iya Dok, terima kasih banyak."
__ADS_1
"Iya, saya tinggal ke ruangan saya dulu. Jika membutuhkan sesuatu, anda bisa datang ke ruangan saya."
"Iya Dokter," jawab Jeff. Dokter itu kemudian pergi meninggalkan Jeff. Sementara Jeff masuk ke dalam ruang UGD kemudian mendekat ke arah Amber dan memeluknya.
"Amber, Amber sayang!" ucap Jeff sambil memeluk tubuh Amber.
"Lepaskan pelukanmu!"
"Amber, harus berapa kali kubilang padamu! Tolong buang egomu dan pikiran anak yang ada di dalam kandunganmu!"
"Apa kata Dokter?"
"Perubahan hormon pada wanita hamil, selain itu kau juga kelelahan dan banyak pikiran! Kau harus membuang semua perasaan itu, Amber! Kau harus bisa membuang semua pikiran buruk yang selalu mengganggmu itu! Cobalah untuk selalu berpikir positif demi anak yang ada di dalam kandunganmu! Tolong buang semua tekanan yang menggangu pikiranmu itu, dan hiduplah dengan bahagia. Kau tidak ingin sesuatu terjadi pada anak kita kan?"
"Bagaimana bisa aku merasakan kebahagiaan jika saat ini aku menyakiti hati seorang wanita yang begitu baik padaku? Rasanya sungguh sakit karena menanggung beban seberat ini, Jeff!"
"Aku tahu itu, tapi ini sepenuhnya bukan kesalahanmu. Akulah penyebab kesalahan ini, Amber. Tolong ijinkan aku untuk memenuhi janjiku padamu, aku ingin merawat anak ini, tolong beri aku kesempatan untuk mencari jalan terbaik untuk kita bertiga. Jalan terbaik tanpa menyakiti satu sama lain, meskipun rasanya memang sangat mustahil. Pasti kita bertiga merasa sama-sama tersakiti, tapi setidaknya kita bisa mengambil keputusan terbaik untuk kita bertiga, dan memang kita semua membutuhkan keikhlasan dan hati yang lapang untuk memahami satu sama lain, tapi aku yakin Amber. Aku yakin kita pasti mendapat jalan untuk keluar dari masalah ini."
Amber pun kini tampak menagis. "Jangan menangis Amber, tolong hapus air matamu dan beri kesempatan padaku, aku akan mengambil jalan terbaik untuk kita bertiga," ucap Jeff sambil menggenggam tangan Amber.
"Amber, jika kau menyayangi anak yang ada di dalam kandunganmu, untuk sementara waktu tolong buang semua pikiran burukmu! Cobalah untuk sedikit egois demi bayi yang ada di dalam kandunganmu! Kau mengerti kan Amber, tolong lakukan ini demi anak kita. Apa kau mengerti?" ucap Jeff sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Amber kemudian mengecup keningnya.
"I love you," bisik Jeff di telinga Amber lalu merengkuh wajahnya kemudian mendaratkan bibirnya pada bibir Amber. Amber yang terkejut mendapat ciuman kembali dari Jeff pun hanya diam tanpa membalas ciuman itu.
Tanpa mereka sadari, sepasang mata tampak berdiri di ambang pintu ruang UGD sambil mengamati Jeff yang kini sedang mencium Amber. 'Astaga, kenapa aku harus ada di sini? Kenapa aku harus melihat Jeff dan Caitlyn berciuman, bukanlah kemarin Caitlyn masih terlihat sehat? Kenapa tiba-tiba dia ada di rumah sakit? Apa sesuatu telah terjadi pada Caitlyn? Lalu dimana Alice? Bukankah biasanya Alice selalu menemani Cat saat sedang sakit?' gumam laki-laki itu. Lamunannya pun kemudian buyar saat mendengar suara seseorang yang sedang memanggilnya.
"Edrick! Apa yang sedang kau lakukan! Itu bukan ruang perawatan Michelle!" teriak salah seorang teman Edrick.
__ADS_1