Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)

Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)
I'm Sorry


__ADS_3

"Bagaimana Cat?" tanya Jeff saat melihat Caitlyn yang menutup teleponnya sambil mengerutkan keningnya.


"Edrick tidak mengangkat panggilan dariku, Jeff. Bahkan dia juga mematikan ponselnya."


"Edrick sepertinya ingin menghindar darimu dan menepati janjinya, Cat."


"Kemungkinan seperti itu, Jeff. Lalu apa yang harus kita lakukan? Bagaimana jika kita menyusul mereka ke Brooklyn? Mungkin hanya itu satu-satunya cara yang bisa kita lakukan untuk mempertemukan Amber dan Daddy."


Jeff pun tampak diam sejenak. Sebenarnya untuk saat ini, rasa bersalah masih begitu menyelimuti hatinya. Rasa bersalah karena sudah mempermainkan hati seorang wanita polos yang telah dia renggut kesuciannya dan saat ini mengandung darah dagingnya.


"Jeff, kenapa kau diam? Apa kau tidak sanggup untuk melihat pernikahan mereka berdua?"


"Cat, perlu berapa kali lagi kukatakan padamu jika aku sama sekali tidak pernah mencintai Amber. Saat ini aku hanya merasa sungkan dan malu jika harus bertemu dengan Amber karena sikapku yang sudah sangat menyakiti hatinya."


Caitlyn pun tersenyum getir mendengar perkataan Jeff. "Itu harga yang harus kau bayar Jeff."


"Aku tahu itu."


"Lalu kita harus bagaimana?"


"Kita ke Brooklyn, sekarang. Jarak Manhattan dan Brooklyn tidak terlalu jauh. Kita masih punya banyak waktu untuk bicara dengan mereka sebelum pernikahan itu berlangsung."


"Lalu bagaimana dengan hatimu? Bukankah kau baru saja mengatakan jika kau malu jika harus bertemu dengan Amber?"


"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Ini semua adalah konsekuensi yang harus kujalani. Sebaiknya kita pergi sekarang, Cat."


Caitlyn lalu menganggukkan kepalanya, dia kemudian berjalan menuju ke arah Diane yang masih ada di samping Edison sambil menatap wajah suaminya yang terlihat begitu pucat.


"Mommy," sapa Caitlyn.


"Ada apa Cat?"


"Aku dan Jeff, akan pergi ke Brooklyn. Kami ingin menemui Amber dan Mommy Jenny. Aku harap mereka mau bertemu dengan Daddy setelah mendengar penjelasan dariku."


Diane pun menganggukkan kepalanya. "Iya Cat. Semoga Jenny mau mendengar penjelasan darimu dan mau menemui Edison. Aku juga ingin bertemu dengan Mommymu dan meminta maaf padanya. Semoga kalian berhasil meyakinkan mereka."

__ADS_1


"Iya Mommy. Kami pergi dulu."


Diane pun menganggukkan kepalanya lalu menatap kepergian Caitlyn dengan hati yang begitu pilu. "Jenny. Maafkan aku, jika saja waktu dapat kuputar kembali. Aku pasti tidak akan melakukan kebodohan yang telah kulakukan. Untungnya, Amber tidak melakukan kebodohannya yang kulakukan dulu. Dia masih bisa mengendalikan dirinya untuk tidak merebut Jeff dari Caitlyn, padahal jika dia mau, dia bisa saja melakukan itu karena saat ini dia sedang mengandung darah daging Jeff. Amber jauh lebih baik dariku karena dia bisa menjaga harga dirinya sebagai seorang wanita, aku kagum padamu Amber. Semoga aku bisa bertemu denganmu," ucap Diane sambil menatap foto gadis kecil yang ada di ponselnya.


Sementara Caitlyn yang kini sudah ada di dalam mobil bersama dengan Jeff tampak sesekali melirik ke arah Jeff yang sedang mengemudikan mobilnya. 'Aku tidak tahu bagaimana sebenarnya perasaanku padamu, Jeff. Dari lubuk hatiku yang paling dalam, sebenarnya aku masih sangat mencintaimu. Tetapi jika mengingat pengkhianatan serta sikap burukmu pada saudari kembarku, aku tidak mungkin memaafkanmu begitu saja, Jeff. Atau bahkan seumur hidup mungkin aku tidak akan memaafkanmu begitubatas semua sikapmu itu.'


Perlahan Caitlyn pun menyenderkan kepalanya kemudian memejamkan matanya, dan tanpa dia sadari perlahan dia pun tertidur. Sejak kemarin malam, dia memang belum beristirahat sama sekali, pikiran dan hatinya terasa begitu kacau. Saat ini, tubuhnya terasa begitu lelah, bukan hanya tubuhnya tapi juga hati dan pikirannya.


Satu jam kemudian, mobil Jeff pun berhenti di dekat rumah Amber. Dia memang sengaja tidak berhenti tepat di depan rumah itu agar mereka tidak mengetahui kedatangan mereka.


Jeff kemudian melirik Caitlyn yang saat ini sedang tertidur. "Aku tahu kau sangat lelah, Cat. Aku tahu bagaimana hancurnya perasaanmu saat ini. Aku sebenarnya masih sangat mencintaimu, tapi aku tidak mau memaksamu jika kau sudah tidak mau hidup bersamaku. Aku tidak mau semakin menambah luka di hatimu. Tapi perlu kau tahu, aku sangat mencintaimu. Sangat mencintaimu, Cat," ujar Jeff.


Dia kemudian melihat arlojinya yang menunjukkan pukul tiga dini hari. "Sebaiknya aku biarkan saja dia tidur terlebih dulu. Sebentar lagi baru kubangunkan jika lampu di rumah Amber sudah menyala, aku juga tidak mau mengganggu waktu istirahat mereka. Dan untuk saat ini setidaknya aku masih bisa puas menatap wajahmu sebelum kau benar-benar meminta ku untuk berpisah dan menjauh dari hidupmu."


Jeff kemudian membelai wajah Caitlyn lalu mengecup keningnya. "I'm sorry. But i always loving you," ucap Jeff kembali.


Caitlyn yang kini tampak menggerakkan kelopak matanya, perlahan membuka matanya. Di saat itulah dia melihat Jeff yang kini sedang menatapnya.


"Jeff," ucap Caitlyn lirih dengan sedikit salah tingkah karena mendapat tatapan mata begitu dalam dari Jeff.


Caitlyn kemudian menganggukan kepalanya. "Ini jam berapa?"


"Pukul lima pagi."


"Pukul lima pagi? Bukankah seharusnya kita sampai di sini pukul tiga dini hari? Kenapa kau tidak membangunkanku, Jeff?"


"Kau butuh istirahat, Cat. Lagipula, kemungkinan mereka masih tidur. Aku tidak mau mengganggu istirahat mereka."


"Kau benar."


Caitlyn lalu tampak mengamati rumah yang ditunjukkan oleh Jeff sebagai rumah Amber. "Lihat Jeff, lampu di dalam rumah itu sudah menyala!"


"Kau benar, Cat. Ayo kita ke sana!"


Caitlyn lalu menganggukkan kepalanya. Mereka kemudian keluar dari mobil lalu menuju ke rumah tersebut.

__ADS_1


TOK TOK TOK


Caitlyn mengetuk pintu rumah itu. Beberapa saat kemudian, pintu itu pun terbuka. Saat pintu itu terbuka, sejenak Caitlyn pun diam membeku.


"Mommy," ucap Caitlyn lirih saat melihat seorang wanita paruh baya yang kini berdiri di depannya yang saat ini menatap dirinya dengan begitu terpaku.


"Mommy!" teriak Caitlyn kembali kemudian memeluk tubuh wanita itu. Wanita paruh baya itu yang begitu terkejut melihat kedatangan Caitlyn pun hanya terdiam. Perasaannya kini begitu campur aduk saat melihat anak yang sudah lama dirindukan olehnya.


"Cat? Benarkah kau Cat putriku?" tanya wanita itu sambil balas memeluk Caitlyn. Caitlyn pun menganggukkan kepalanya sambil mengencangkan pelukannya pada tubuh wanita paruh baya itu.


Air mata kini tampak membasahi wajah keduanya. "Caitlyn putriku, akhirnya aku bisa bertemu denganmu, Cat!" ucap Jenny sambil terus mencium dan membelai rambut Caitlyn.


"Kau sudah besar, maafkan aku. Maafkan Mommy yang sudah meninggalkanmu Cat. Tolong maafkan Mommy!" isak Jenny kembali.


"Tidak apa-apa, Mommy. Tidak apa-apa. Maaf aku juga baru mengetahui kebenaran ini sekarang. Maafkan aku Mommy," ucap Caitlyn sambil terus terisak.


Saat Caitlyn dan Jenny masih saling berpelukan, tiba-tiba sebuah suara mengagetkan mereka berdua.


"Cat. Kau ada di sini?" sapa sebuah suara dari dalam rumah.


NOTE:


Mampir juga ya ke karya bestie othor, novelnya Kak Lena Laiha. Dijamin ceritanya keren banget loh.



Blurb:


Raka Adijaya Prasetya adalah seorang pengusaha muda yang berhasil, terpaksa harus menikahi Rea Anastasya gadis cantik dan manja.


Bukan perjodohan yang memaksa mereka harus menikah, namun karena kesalahpahaman diantara keduanya yang mengharuskan Raka menikahi Rea.


Hingga akhirnya hari pernikahan itu tiba, karena keduanya tidak saling mencintai. Rea dan Raka membuat perjanjian diawal pernikahan mereka.


Perjanjian apakah itu?

__ADS_1


Apakah Rea dan Raka akan saling mencintai?


__ADS_2