
"Kau kenapa, Cat?" tanya Alice saat berada di dalam mobil.
"Entahlah, Alice. Sejak Jeff pergi ke Brooklyn, perasaanku semakin begitu tak menentu, rasanya seperti sebuah firasat buruk."
"Kau meragukan kesetiaan, Jeff?" tanya Alice. Namun Caitlyn hanya diam membisu.
"Apakah kau perlu meragukan cinta seorang Jefferson Hugo, Cat? Apa kurang yang semua dia lakukan untukmu? Dia mau menerima segala kekuranganmu, bahkan saat kau menolak berhenti dari dunia model, Jeff dengan berlapang dada menerima keputusanmu. Sedangkan dia tahu itu sama saja artinya dengan menunda keinginan Jeff untuk memiliki seorang anak darimu. Lalu, masihkah kau meragukan cintanya, Cat?"
"Kau semakin membuatku merasa bersalah pada Jeff, Alice. Jika seperti ini, lalu apa yang harus kulakukan? Aku bahkan belum berani mengatakan jika aku tidak bisa melakukan program hamil selama lima tahun kedepan."
"Keberanian, Cat. Yang kau butuhkan adalah keberanian untuk mengatakan semuanya pada Jeff.
"Bagaimana jika dia marah padaku? Aku takut, Alice."
"Kemungkinan terburuk itu pasti terjadi, Cat. Dia pasti kecewa padamu dan itu sangat sulit dihindari, tapi bagaimanapun juga dia adalah suamimu, mau sampai kapan kau menyembunyikan semua ini? Kau hanya akan dibayang-bayangi oleh rasa bersalah. Percayalah padaku, bicarakan hal ini baik-baik dengan Jeff. Aku yakin dia pasti akan memahamimu, meskipun mungkin dia butuh waktu untuk memahami keadanmu karena dia sudah begitu sabar menunggumu selama bertahun-tahun."
Caitlyn pun terdiam, butiran bening perlahan mulai menetes membasahi wajahnya. "Aku tidak sanggup untuk kehilangan Jeff," ucap Caitlyn lirih.
"Siapa yang bilang kau akan kehilangan Jeffmu? Aku hanya mengatakan jika ini pasti tidak mudah dan Jeff membutuhkan waktu untuk memahamimu karena dia sudah lama menunggumu."
"Tapi aku takut kehilangan, Jeff. Alice!"
"Aku tidak mau kehilangan, Jeff!" isak Caitlyn.
Alice kemudian memeluk Caitlyn sambil membelai rambutnya. "Cat, mungkin saat kau mengatakan pada Jeff tentang keadaan yang sebenarnya, seharusnya kau sudah memiliki jalan keluar atas permasalahan kalian ini, sebaiknya kita harus memikirkan jalan keluar ini terlebih dulu, Cat."
__ADS_1
"Jalan keluar?" tanya Caitlyn sambil mengusap air mata di wajahnya dengan kasar.
"Ya, setidaknya kau memiliki jalan keluar atas masalah kalian, misalnya dengan mengangkat seorang anak," jawab Alice dengan begitu hati-hati.
"Tidak mungkin, Alice. Jeff menginginkan seorang anak kandung," gerutu Caitlyn.
"Alice, bagaimana caranya agar kami tetap memiliki seorang anak tanpa aku harus menjalani kehamilan?"
"Maksudmu kau menyuruh Jeff untuk menikah lagi?"
"ALICE! TOLONG JANGAN BERKATA SEPERTI ITU!" bentak Caitlyn.
"Lalu apa yang akan kau lakukan?"
Caitlyn lalu memelototkan matanya sambil menyunggingkan senyum di bibirnya. "Alice, bagaimana dengan surrogate mother?"
"Tentu saja, hanya itu jalan terbaik. Hanya itu satu-satunya jalan dari permasalahan yang sedang kuhadapi. Ya, yang kubutuhkan hanyalah seorang surrogate mother."
"Lalu apa kau yakin Jeff akan mau menggunakan surrogate mother untuk mengandung anak kalian?"
"Aku akan membicarakannya dengan Jeff, aku akan mencoba membujuk Jeff, dan tentunya dengan sedikit paksaan," ucap Caitlyn sambil menyunggingkan senyum di bibirnya.
"Apa kau yakin keputusan yang kau ambil ini tidak berdampak buruk pada pernikahan kalian?"
"Semoga saja tidak, Alice. Sepertinya tidak ada yang perlu dicemaskan dengan pernikahan kami, bukankah tadi kau mengatakan jika Jeff sangat mencintaiku dan aku tidak perlu ragu akan kesungguhan cintanya?"
__ADS_1
"Ya, tapi sepertinya ini bukan ide yang cukup bagus Cat karena kau harus benar-benar memikirkan siapa yang akan menjadi surrogate mother bagi kalian."
"Ya, aku akan mencari wanita baik itu. Aku akan mencari wanita yang mau menjadi surrogate mother bagi kami."
"Tapi kau tetap harus berhati-hati pada wanita itu, kau benar-benar harus mengawasinya."
"Ya, tentu saja. Tentu aku akan mencari wanita yang benar-benar tepat untuk mengandung anak kami."
"Baiklah, terserah kau saja. Aku tidak bisa banyak berkomentar jika kau sudah mengambil keputusan seperti ini, karena kau sangat keras kepala," gerutu Alice.
"Jadi kau setuju kan dengan keputusanku?"
"Ya, mau bagaimana lagi?"
"Terimakasih Alice sayang!" ucap Caitlyn kemudian memeluk Alice.
"Lebih baik ucapan terima kasihmu itu kau ucapkan pada suamimu saat dia sudah menyetujui rencanamu ini!"
"Hahahaha, kenapa kau sewot seperti itu?" ledek Caitlyn.
"Cat, mengertilah aku hanya mencemaskan pernikahan kalian berdua."
"Kau tenang saja, Alice!"
"Baiklah, aku tidur dulu!" gerutu Alice kemudian menyenderkan tubuhnya ke jok mobil lalu memejamkan matanya.
__ADS_1
Caitlyn yang melihat tingkah Alice pun hanya bisa tersenyum. Dia kemudian menatap pemandangan yang ada di sampingnya.
'Surrogate mother, aku yakin itulah jalan dari permasalahanku, dan aku pasti akan menemukanmu, surrogate motherku,' gumam Caitlyn sambil tersenyum.