Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)

Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)
Pendonor


__ADS_3

Beberapa Hari Kemudian...


Amber perlahan membuka matanya saat cahaya matahari masuk melalui celah gorden kamarnya. Dia lalu melihat seorang perawat yang berdiri di sampingnya.


"Selamat pagi, Nyonya Amber," sapa perawat tersebut.


"Selamat pagi, maaf tadi saya bertemu dengan suami anda. Suami anda berpesan jika dia ada rapat penting di kantornya, jadi dia pulang lebih awal. Sedangkan ibu anda masih menjaga putra anda di rumah sambil menunggu baby sitter untuk anak anda datang ke rumah."


"Oh iya suster, terima kasih banyak," jawab Amber.


Perawat tersebut lalu membersihkan tubuh Amber dan membantu menggantikan pakaiannya.


"Saya sudah selesai membersihkan tubuh anda, apa ada yang bisa saya bantu lagi Nyonya Amber?"


Amber kemudian tersenyum. "Suster, bolehkah saya minta tolong pada anda? Saya ingin berjalan-jalan di taman. Sudah tiga hari saya ada di dalam kamar ini terus-menerus, rasanya sangat membosankan," ujar Amber.


Perawat tersebut lalu menganggukkan kepalanya. "Tentu saja Nyonya Amber," jawab perawat tersebut. Dia kemudian membantu Amber untuk bangun dari atas brankar, kemudian membantunya turun dari brankar tersebut lalu menaiki sebuah kursi roda.


"Anda ingin berjalan-jalan ke taman?" tanya perawat tersebut.


"Iya," jawab Amber.


Perawat itu lalu mendorong kursi roda tersebut ke sebuah taman yang ada di bagian tengah rumah sakit tersebut. Tiba-tiba netra Amber pun tertuju pada seorang laki-laki yang sedang berjalan di koridor rumah sakit.


"Jeff? Bukankah itu Jeff?" pekik Amber.


"Suster, tolong antar saya ke arah laki-laki itu!" perintah Amber pada perawat yang mendorong kursi rodanya.


"Cepat suster!" perintah Amber.


Perawat tersebut lalu bergegas mendorong kursi roda itu menghampiri Jeff yang kini sedang berjalan sambil memainkan ponselnya.

__ADS_1


"Jeff!" panggil Amber saat sudah berada tepat di belakang Jeff.


Jeff yang mendengar namanya dipanggil lalu menghentikan langkahnya. Dia kemudian membalikkan tubuhnya dan melihat Amber yang saat ini sudah ada di belakangnya. Jeff pun tersenyum kecut.


"Ada apa, Amber?"


Amber lalu melirik pada perawat yang ada di sampingnya. "Tinggalkan kami sebentar!" perintah Amber. Perawat tersebut kemudian menganggukan kepalanya lalu berjalan menjauhi Amber dan Jeff.


"Ada apa?"


"Aku ingin bicara denganmu, Jeff!"


"Baik, tapi sebentar saja. Aku sedang mengerjakan proyekku di rumah sakit ini. Aku sedang banyak pekerjaan."


Amber pun menganggukkan kepalanya. Jeff lalu mendorong kursi roda Amber ke tepi koridor rumah sakit, dan duduk di kursi yang ada di tepi koridor rumah sakit tersebut.


"Apa yang ingin kau bicarakan?"


"Kau sombong sekali, Jeff! Kau seperti laki-laki yang tidak berdosa."


"Kau memang kurang ajar Jeff! Kau seperti tidak memiliki rasa bersalah telah meninggalkan aku dan anak kita begitu saja! Untung ada Edrick! Edrick sangat baik dan menerima diriku apa adanya! Apa kau tidak ingin melihat putramu Jeff?" bentak Amber kembali.


Jeff pun tersenyum kecut. "Sudahlah Amber, tolong jangan berpura-pura lagi. Aku juga tahu sekarang kau sudah yakin siapa ayah kandung dari bayi itu kan?"


"Apa maksudmu Jeff? Jadi kau mengira aku berbohong padamu? Kau memang laki-laki biadab! Apa kau sudah lupa jika kau yang sudah mengambil kesucianku? Kau memang benar-benar brengsekk, Jeff!"


"Amber, aku tahu. Aku tahu jika aku memang laki-laki yang merenggut kesucianmu. Tapi itu bukan berarti aku adalah ayah kandung dari anakmu. Setelah kita bertemu, kita berpisah selama satu bulan lebih Amber. Dan saat itu aku tidak tahu apa yang terjadi denganmu, iya kan?"


"Jadi kau sudah menuduhku Jeff?"


"Aku hanya berbicara kenyataan Amber. Mungkin awalnya aku memang sangat bodoh karena melihat kepolosan yang ada pada dirimu. Kau selalu terlihat menderita agar semua orang luluh padamu, tapi entah kenapa lubuk hatiku yang paling dalam selalu menolak kehadiranmu. Ternyata memang kau tidak seperti yang kubayangkan Amber. Kau selalu terlihat polos dan menderita agar semua orang bersimpati padamu kan? Agar semua orang mendukungmu dan aku pun juga luluh padamu. Awalnya aku pun ingin belajar mencintaimu tapi entah kenapa kata hatiku selalu menolakmu meskipun aku bersikap manis padamu dan berulang kali mengatakan cinta padamu, ternyata kata hati memang tidak pernah salah, Amber!"

__ADS_1


"Jaga bicaramu Jeff!"


"Sudahlah Amber, sepertinya tidak ada lagi yang harus dibicarakan. Permisi!"


"Jeff!" bentak Amber.


"Kita belum selesai bicara, Jeff!" panggil Amber.


"Ada apa lagi Amber? Bukankah sudah cukup?"


"Apa kau tidak ingin melihat Sean, putramu Jeff?"


"Putraku? Seharusnya kau mengatakan seperti itu pada Anthony. Kau sudah membohongiku, dulu kau mengatakan jika kau tidak pernah berpacaran, tapi ternyata kau sudah memiliki banyak mantan kekasih sebelum berhubungan denganku. Tidak usah berpura-pura lagi Amber, anak itu adalah anak kandung dari mantan kekasihmu, Anthony? Saat itu, setelah ibumu selesai operasi, kau kembali ke rumah. Dan di saat itulah kau bertemu dengan Anthony yang meminta kembali padamu tapi kau menolaknya. Dia terus memaksamu dan masuk ke dalam rumahmu hingga terjadilah hubungan itu kan? Anthony melakukan itu agar kau mau kembali padanya tapi karena kau sudah jatuh cinta padaku kau tetap menolaknya."


Amber pun hanya bisa terdiam. "Kenapa kau diam Amber? Bukankah memang itu kenyataannya? Jika anak itu darah dagingku seharusnya dia tidak perlu masuk ke dalam inkubator karena usianya sudah cukup untuk dilahirkan! Ingat, ini sudah akhir bulan Desember, Amber. Dan awal kita melakukan hubungan terlarang itu awal musim semi di bulan Maret. Mungkin awalnya kau memang ragu siapa ayah kandung dari bayi itu kan? Itulah mengapa kau selalu ragu saat aku akan bertanggung jawab atas anak itu, itulah sebabnya kau pergi ke Jersey begitu saja dengan dalih aku memanggil nama Caitlyn. Lalu saat berada di Jersey kau sengaja mendaftar pekerjaan di tempat event Caitlyn agar dia tertarik padamu karena wajah kalian mirip. Iya kan? Aku masih punya banyak bukti, apa perlu kutunjukkan bukti tentang semua kebohonganmu. Dan juga sikapmu pada Caitlyn di malam itu saat semua rahasia kita terbongkar, kau sengaja agar Caitlyn luluh padamu kan? Agar Caitlyn menyuruhku untuk menikahimu! Kau bahkan memasang wajah agar terlihat begitu menderita saat pergi keluar dari rumah kami?"


Amber pun hanya terdiam sambil meremmas pakaiannya. "Amber, jika anak itu adalah putraku saat awal kita memeriksakan kandunganmu janin itu seharusnya berusia lima atau tujuh minggu, bukan tiga minggu seperti yang dokter bicarakan. Iya kan Amber?"


"Da... Darimana kau tahu semua itu?"


Jeff pun tersenyum. "Aku bertemu dengan Anthony saat kami pergi ke Brooklyn untuk menjemputmu menemui Daddy Edison. Dia juga masih mengharapkanmu tapi saat itu dia juga mendengar jika kau akan menikah dengan Edrick, jadi dia mengurungkan niatnya untuk menemuimu dan akhirnya dia menceritakan semuanya padaku. Tapi dia tidak tahu jika kau sedang mengandung anaknya. Yang semua orang tahu, anak itu adalah anakku, anak dari Jefferson Hugo. Laki-laki pengecut yang tidak bertanggung jawab."


Amber pun hanya bisa terdiam sambil meneteskan air matanya. Perasaannya kini terasa begitu campur aduk.


"Amber, kau tenang saja. Aku akan tetap menjaga rahasia ini. Aku hanya minta agar kau bisa merubah sedikit sifatmu. Tolong jangan selalu berpura-pura agar terlihat menderita di depan semua orang agar mendapat simpati dari orang lain. Apa kau tidak merasa kasihan dengan orang-orang yang terjerumus dalam kepura-puraanmu itu. Coba kau lihat bagaimana Edrick dan Caitlyn. Mereka adalah korban kepura-puraanmu. Aku tahu kau dan Edrick bisa hidup dengan bahagia karena dia benar-benar tulus mencintaimu. Tapi bagaimana dengan Caitlyn? Dia bahkan di ambang hidup dan mati untuk menyelamatkanmu. Dia tidak hanya merelakan cintanya tapi juga hidupnya padamu! Jadi tolong hentikan semua ini Amber! Dia sangat menyayangimu. Tolong lupakan masa lalu, sayangi dia sebagaimana dia menyayangimu. Perbaiki hubungan kalian, hanya itu pintaku."


"Caitlyn di ambang hidup dan mati? Apa maksudmu, Jeff?"


"Jadi kau belum tahu jika Caitlyn lah yang mendonorkan sumsum tulang belakangnya untukmu?"


Amber pun menggelengkan kepalanya dan mengerutkan keningnya sambil menahan perasaan yang begitu berkecamuk. "Jadi, Caitlyn mendonorkan sumsum tulang belakangnya untukku?"

__ADS_1


Bersambung...


NOTE: Masuk inkubator berarti kondisinya belum memungkinkan karena usianya belum cukup untuk dilahirkan, kok banyak yang gagal paham ya tentang hal ini. Kalau yang merenggut kesucian Amber itu Jeff, apakah itu berarti itu anak dari Jeff? Karena usia kandungan anak itu bukan pada saat terakhir Amber dan Jeff berhubungan badan saat di Brooklyn.


__ADS_2