Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)

Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)
Pengakuan


__ADS_3

'Haruskah aku melihat pemandangan seperti ini setiap hari? Apakah aku sanggup? Apakah aku bisa melalui semua ini? Apakah keputusan yang aku ambil adalah keputusan yang salah? Haruskah aku pergi dari sini sebelum terlambat menyadari jika keputusanku ini salah?' gumam Amber sambil menghapus air matanya.


Caitlyn lalu melepaskan pelukannya pada Jeff. "Jeff, ayo kita masuk ke dalam. Ada hal penting yang ingin kubicarakan denganmu," ucap Caitlyn dengan raut wajah begitu serius yang membuat Jeff tampak mengerutkan keningnya.


"Ada apa Cat? Apa yang sebenarnya telah terjadi?" tanya Jeff yang kini mulai dihinggapi perasaan cemas. Caitlyn pun hanya tersenyum, dia kemudian menarik tangan Jeff untuk masuk ke dalam rumah.


Mereka kemudian duduk di sofa yang ada di dalam ruang tengah rumah tersebut. Caitlyn lalu menatap Jeff dengan tatapan sendu. "Jeff, apa kau sangat menginginkan kehadiran seorang anak?"


"Tentu saja, bukankah kita sudah menunda untuk memiliki keturunan selama bertahun-tahun?"


Mendengar perkataan Jeff. Caitlyn pun menundukkan kepalanya, hatinya terasa begitu sesak hingga tanpa dia sadari tetes demi tetes butiran bening mulai membasahi wajahnya. Firasat buruk pun mulai merasuk ke dalam hati Jeff saat melihat Caitlyn kini tampak begitu terisak. Dia kemudian menggenggam tangan Caitlyn lalu mengangkat wajahnya dan membelai wajah cantik itu yang kini tampak begitu berantakan dipenuhi oleh air mata.


"Cat, apa yang sebenarnya telah terjadi? Apa sesuatu hal yang buruk telah terjadi padamu?"


Caitlyn pun hanya terdiam membisu, lidahnya kini terasa begitu kelu, semua kata-katanya seolah tertahan hingga tidak ada satu katapun yang terucap.

__ADS_1


"Cat! Apakah sesuatu yang buruk terjadi padamu? Tolong katakan, Cat. Katakan saja padaku. Bukankah kau tahu aku sangat mencintaimu? Aku sangat mencintaimu, Cat. Aku tidak tahan melihatmu seperti ini."


"Jeff, aku takut Jeff. Aku takut kehilanganmu, aku takut kehilangan cintamu," ucap Caitlyn sambil begitu terisak.


"Tidak Cat, bukankah kau tahu aku sangat mencintaimu. Rasa cinta di dalam hatiku tidak mungkin hilang begitu saja, aku sangat mencintaimu Cat. Jadi, tolong katakan apa masalahmu. Kita hadapi masalah ini bersama, sayang."


Jeff pun menghapus air mata yang masih mengalir di wajah Caitlyn. Dia kemudian menciumi wajah sendu itu sambil membelai rambutnya. Semen Caitlyn kini merasa semakin bimbang.


"Cat, ceritakan apa masalahmu. Aku akan mendengarkan keluh kesahmu dan sebisaku, aku akan membantumu keluar dari masalah yang sedang kau hadapi."


Caitlyn pun menatap Jeff dengan tatapan sendu. Dia pun mencoba menguatkan hatinya dan perlahan, dia pun membuka mulutnya.


"Cat! Kenapa kau berkata seperti itu? Kecerobohan? Kesalahan? Sebenarnya apa yang telah kau lakukan, Cat? Aku benar-benar tidak mengerti."


"Aku memang sangat pengecut. Aku takut jika mengatakan itu, aku akan kehilanganmu Jeff."

__ADS_1


"Caitlyn, tolong jangan memiliki pemikiran seperti itu. Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Kau cinta pertamaku, Cat. Dan kau tahu, aku begitu mencintaimu. Kau tahu itu kan Cat?"


Caitlyn lalu menganggukan kepalanya. "Jadi sekarang ceritakan padaku, apa sebenarnya masalahmu Cat. Ceritakan padaku, sayang."


"Jeff, sebenarnya aku telah melakukan sebuah kesalahan besar. Aku memang sangat ceroboh, tepatnya dua bulan yang lalu, saat aku menandatangani kontrak kerja produk kecantikan ini, aku tidak membaca seluruh isi kontrak. Aku tidak tahu jika isi di dalam surat kontrak itu menyebutkan jika aku terikat dengan produk kecantikan itu selama lima tahun lamanya. Dan, itu artinya selama lima tahun ini aku tidak bisa mewujudkan keinginanmu lagi, Jeff. Aku tidak busa melakukan program hamil dalam waktu dekat seperti yang kau inginkan, maafkan aku karena aku sudah menggagalkan semua yang kita rencanakan sebelumnya. Maafkan aku, Jeff."


Jeff pun begitu terkejut mendengar perkataan Caitlyn. Dia pun hanya terdiam, rasa kecewa dan marah kini bercampur di dalam hatinya. Raut wajahnya yang mulai terlihat memerah dan nafasnya yang semakin tak beraturan disertai dadanya yang terlihat naik turun, pun semakin membuat Caitlyn takut dan begitu merasa bersalah. Dia kemudian bersimpuh di depan Jeff.


"Maafkan aku, Jeff. Tolong maafkan aku," ucap Caitlyn diiringi isak tangis yang begitu menyayat hati. Jeff pun hanya terdiam, rasa marah dan kecewa yang begitu dalam kini begitu menyelimuti hatinya. Namun, saat melihat Caitlyn yang kini ada di hadapannya dengan raut wajah sedih disertai penyesalan, rasa marah dan kecewa yang ada di dalam hati Jeff pun sedikit memudar.


"Jeff, tolong maafkan aku. Aku berjanji, aku akan mencari jalan keluar atas permasalahan yang sedang kita hadapi, aku janji padamu dalam waktu dekat kita pasti bisa memiliki keturunan, Jeff. Aku janji Jeff, aku akan mengabulkan keinginanmu itu, tolong kau percaya padaku, Jeff. Kita pasti akan memiliki keturunan, secepatnya."


Mendengar perkataan Caitlyn, Jeff pun tampak mengerutkan keningnya. "Apa maksudmu, Cat? Bukankah tadi kau mengatakan jika kau belum bisa melakukan program hamil seperti yang kita rencanakan sebelumnya? Lalu bagaimana mungkin kau bisa memberikan aku keturunan? Tolong kau jangan bercanda, Caitlyn."


"Bisa Jeff, tentu saja bisa. Aku janji akan memberikan keturunan secepatnya padamu, tapi maaf bukan aku yang akan mengandung anak kita, tapi orang lain."

__ADS_1


"Bukan kau, tapi orang lain? Apa maksudmu, Cat? Aku benar-benar tidak mengerti."


"Surrogate mother," jawab Caitlyn lirih.


__ADS_2