Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)

Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)
Jangan Menolakku


__ADS_3

Amber melepaskan ciumannya dari Jeff. "Aku ingin pulang sekarang," ucap Amber.


"Tidak, dokter mengatakan jika kau belum boleh pulang. Tunggu sampai cairan infusmu habis, Amber."


"Tolong Jeff. Keadaanku sudah baik-baik saja, aku ingin pulang," pinta Amber dengan raut wajah memelas.


"Baik, aku akan bicara dengan dokter yang tadi menanganimu. Sebentar, kau tunggu di sini," kata Jeff. Amber pun menganggukkan kepalanya. Setelah Jeff pergi, Amber tampak memegang kepalanya kembali.


"Pusing sekali," gerutu Amber sambil memijit keningnya. Beberapa saat kemudian, Jeff pun datang.


"Bagaimana Jeff? Apa aku sudah bisa pulang sekarang?" tanya Amber yang dijawab anggukan kepala oleh Jeff.


"Sudah, kita pulang sekarang. Aku juga sudah mengurus administrasinya," ucap Jeff bersamaan dengan seorang perawat yang masuk kemudian mendekat pada Amber untuk melepas selang infusnya. Setelah selang infus itu dilepas oleh perawat, Jeff kemudian membantu Amber turun dari brankar lalu naik ke atas kursi roda yang ada di samping brankar.


Jeff kemudian mendorong kursi roda sampai pintu keluar rumah sakit. "Ayo!" ucap Jeff sambil membantu Amber berdiri. Saat Amber akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba Jeff sudah membopong tubuhnya berjalan ke area parkir menuju ke mobil milik Jeff.


"Jeff! Apa-apaan ini, ini di tempat umum. Banyak yang melihat kita Jeff. Aku malu," gerutu Amber saat berada dalam gendongan Jeff.


"Aku tahu kau masih lemas Amber, dan aku yakin kau pasti tidak akan kuat berjalan keluar. Jadi lebih baik aku mengangkat tubuhmu."


"Tapi ini tempat umum Jeff, aku malu!" sahut Amber lagi.


"Kenapa harus malu? Kita tidak ada urusannya dengan mereka?" jawab Jeff dengan begitu cuek. Dia kemudian menaruh tubuh Amber di dalam mobilnya, kemudian duduk di sampingnya. Sebelum Jeff mengendarai mobil tersebut. Dia tampak membelai wajah Amber.


"Aku mencintaimu, Amber. Mungkin aku terlambat menyadari itu, tapi aku benar-benar menyayangimu dan tidak ingin kau pergi dari hidupku. Tolong jangan tinggalkan aku lagi, aku ingin hidup denganmu dan dengan anak yang ada di dalam kandunganmu. Apa kau mengerti?" ucap Jeff kemudian mengecup perut Amber yang masih rata.


Amber pun terlihat canggung dan salah tingkah mendengar perkataan Jeff. Perasaannya kini terasa begitu campur aduk, antara bahagia dan sedih. Mendengar pernyataan cinta dari Jeff, memang membuatnya merasa begitu bahagia tapi di sisi lain, perasan bersalah pada Caitlyn terasa begitu mengusik nuraninya sebagai seorang wanita.


"Kita pulang sekarang, Jeff. Aku ingin beristirahat," ucap Amber yang dijawab anggukan disertai senyuman di wajah tampan Jeff yang membuat jantung Amber semakin berdegup kencang.


'Oh tidak, aku semakin tidak bisa mengendalikan perasaan ini,' gumam Amber.

__ADS_1


Jeff pun mengendarai mobilnya. Selama dalam perjalanan, keduanya pun tampak terdiam dan hanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Setelah sampai di rumah. Jeff lalu membopong tubuh Amber kembali.


"Apa kau lapar?" tanya Jeff pada Amber saat mereka sudah ada di dalam kamar.


"Tidak, aku sudah makan saat di ruang UGD tadi," jawab Amber.


"Oh, kalau begitu sebaliknya kau istirahat saja, ini sudah malam. Ingat kata-kata dokter, kau tidak boleh terlalu lelah dan banyak pikiran. Tolong pikiran kesehatan anak kita Amber, kita memang tidak boleh egois tapi terkadang keegoisan itu perlu, apalagi jika itu menyangkut anak yang ada di dalam kandunganmu, anak kita Amber. Apa kau mengerti?"


Amber pun menganggukkan kepalanya. "Iya Jeff, lebih baik sekarang kau kembali ke kamarmu. Bagaimana kalau Cat tahu kau ada di sini? Aku tidak mau Caitlyn curiga, ataupun terluka karena sikap kita."


"Caitlyn? Dia sedang pergi Amber. Dia ada pekerjaan mendadak di New York selama tiga hari."


"Oh," jawab Amber lirih.


"Sekarang beristirahatlah. Aku akan menemanimu disini!"


"Tapi Jeff..."


"Jangan menolakku lagi, aku adalah ayah dari anak yang ada di dalam kandunganmu. Dan kalian berhak mendapatkan kasih sayang dariku, apa kau mengerti?" ucap Jeff sambil membelai wajah Amber.


Amber pun hanya terdiam. Tetes demi tetes air mata kembali keluar dari sudut matanya. Jeff kemudian menghapus air mata Amber. "Jangan menangis lagi sayang, kita pasti bisa menghadapi semua ini dan menemukan jalan terbaik untuk kita. Kau mengerti kan?"


Amber lalu menganggukkan kepalanya, sementara Jeff kini memegang wajah Amber kemudian mengecup keningnya dan turun menjelajahi seluruh wajah Amber dan mendaratkan bibirnya di bibir Amber kemudian memaggut bibir itu dengan begitu lembut.


Amber yang masih menangis perlahan mulai membalas paguttan bibir Jeff. Ciuman yang awalnya lembut itu pun kini menjadi ciuman yang menuntut. Kecapan bibir basah diiringi dengan dessahan lirih pun mulai keluar dari bibir Amber.


"Aku tidak akan melakukan itu jika kau tidak mengijinkanku untuk menyentuhmu kembali. Aku masih bisa menahannya dan tahu batasanku. Aku tidak ingin menyakiti hatimu lagi karena aku sangat menyayangimu," bisik Jeff di telinga Amber.


"I'm yours," jawab Amber lirih. Jeff pun membelai wajah Amber kembali kemudian mellumat bibir Amber dengan begitu bergairah. Sementara tangan nakal Jeff mulai meringsak masuk ke dalam pakaian Amber dan mulai meremass benda kenyal milik Amber yang kini mulai menegang.


Sedangkan kiri Jeff kemudian membuka kait bra milik Amber dan kini kedua tangannya mulai mereemas buah dada Amber yang membuat Amber kembali mengeluarkan dessahan dari bibirnya.

__ADS_1


"I love you Jeff," ucap Amber lirih.


"I love you too, Honey," jawab Jeff. Dia kemudian mulai membuka kancing dress milik Amber kemudian menurunkan dress tersebut hingga menyisakan bagian inti tubuh Amber yang hanya tertutup oleh dalaman berenda berwarna hitam.


Jeff kemudian mengecup gunung kembar Amber lalu mengisap dan memainkan putinngnya yang kini mulai memegang, serta melummat dan mengisap dua gunung kembar tersebut hingga meninggalkan jejak berwarna merah pada gunung kembar milik Amber yang kini semakin membesar karena hormon kehamilan yang semakin membuat Jeff semakin berhasrat.


"Oughhhh, Jeff!" desaah Amber.


"Kau menyukainya sayang?"


"Yes, i want more Jeff."


"I will do it, Honey."


Jeff pun mengecup tengkuk dan leher Amber dengan begitu bergairah. Dia kemudian menurunkan wajahnya dan mengecup seluruh tubuh Amber, meninggalkan gigitan di beberapa tubuh kemudian mulai memasukkan asetnya pada liang hangat milik Amber yang kini sudah basah.


"Do you like it, Honey?" tanya Jeff sambil memainkan pinggulnyaa serta menghentakkan kakinya sambil sesekali melummaat dan mengisaap gunung kembar milik Amber


"Yeah, i like it. Faster Jeff, faster and fucck me!" dessah Amber yang membuat Jeff semakin mempercepat gerakannya. Dessahan, disertai errangan kini pun terdengar begitu keras memenuhi sudut kamar dan diakhiri dengan lenguhan panjang diantara keduanya.


"I love you, Amber," ucap Jeff sambil menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Amber.


"I love you too," jawab Amber.


...***...


"TIDAK!!" teriak Caitlyn yang tiba-tiba saja bangun dari mimpinya.


"Astaga, aku mimpi buruk," ucap Caitlyn sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dia kemudian melihat Alice yang masih tidur di sampingnya dengan begitu lelap.


"Mungkin aku butuh udara segar. Sebaiknya aku pergi keluar sebentar," ucap Caitlyn saat membuka tangan yang menutupi wajahnya. Dia kemudian bangkit dari atas ranjang lalu keluar dari kamar Alice dengan membawa tas di bahunya dan pergi dari rumah Alice dengan mengendarai mobilnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, dia pun sampai di sebuah cafe. Saat sedang mencari sebuah meja kosong, tiba-tiba sebuah suara mengagetkan dirinya. "Cat, apa kau sudah sembuh? Kapan kau keluar dari rumah sakit?" ucap sebuah suara yang begitu mengagetkan Caitlyn.


__ADS_2