Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)

Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)
Sampai Akhir Hayatku


__ADS_3

Caitlyn pun hanya terdiam, jantungnya kini berdegup begitu kencang dan tubuhnya terasa begitu kaku. 'Ah, akhirnya Jeff mengetahui tentang semua ini. Lalu untuk apa aku takut padanya? Bukankah dia juga melakukan hal yang jauh lebih buruk dibandingkan dengan apa yang telah kulakukan?' gumam Caitlyn kembali.


Caitlyn kemudian bangkit dari atas ranjang lalu berjalan ke arah jendela kamar. Jeff pun mengikuti langkah Caitlyn meskipun dengan perasaan yang begitu campur aduk.


"Cat, apa ada laki-laki lain selain aku? Apa ada laki-laki lain saat ini di dalam hidupmu?" tanya Jeff.


Caitlyn pun hanya terdiam, perasaannya terasa begitu berkecamuk. 'Ah, apa salahnya aku? Bukankah aku juga melakukan semua itu karena sebuah ketidaksengajaan juga? Sama seperti yang Jeff lakukan? Kenapa harus takut?' gumam Caitlyn.


Perlahan, dia pun mulai membuka suaranya, meskipun lidahnya terasa begitu kelu untuk memulai semua pembicaraan itu. "Tidak ada, tidak pernah ada laki-laki lain selain kau di dalam hidupku," jawab Caitlyn.


"Lalu, bagaimana dengan tanda merah itu? Darimana kau dapatkan tanda merah itu Cat?"


Caitlyn pun mencoba menata hatinya untuk menceritakan semua yang telah terjadi. Pasrah, itu yang ada di dalam benaknya saat ini tentang rumah tangganya. Lagipula, Jeff juga bukanlah laki-laki suci seperti yang dia pikirkan selama ini. Caitlyn kemudian mengambil nafas dalam-dalam lalu mengehembuskannya, kemudian dia mulai menjawab pertanyaan dari Jeff.


"Hanya sebuah ketidaksengajaan, sebuah ketidaksengajaan itu terjadi karena aku sedang mabuk. Saat itu pikirkanku sangat kacau karena kesalahan kontrak itu. Saat itu juga aku sangat takut kehilanganmu, aku takut kau akan marah padaku jika tahu aku telah membuat kecerobohan tentang tanda tangan kontrak itu. Pikiranku sangat kacau dan berantakan hingga membuatku secara tidak sadar menghabiskan waktu malamku di sebuah club malam dengan seorang teman lelakiku."


Caitlyn sekilas melirik ke arah Jeff yang mukanya sudah terlihat memerah. Dia kemudian menegarkan hatinya kembali lalu mulai melanjutkan menceritakan kejadian malam itu pada Jeff.


"Saat itu aku yang sudah sangat mabuk pun tidak kuat berjalan. Lalu teman lelakiku mengantarkan aku sampai ke dalam kamar. Dan aku yang ada dalam pengaruh alkohol pun tidak terlalu menyadari apa yang telah terjadi diantara kami berdua. Aku tidak sadar bagaimana kami memulai semua itu, semua benar-benar diluar batas kesadaran kami..."


"Sampai sejauh mana? Dan siapa laki-laki itu?" potong Jeff. Giginya pun terlihat mulai gemeletuk serta tangannya juga mulai mengepal.


"Hanya sejauh kecupan di dada dan leher, tidak lebih dari itu. Meskipun dalam pengaruh alkohol, temanku tidak meneruskan semua itu lebih lanjut. Dan yang melakukan itu adalah Edrick, saat itu aku dan Ed dalam pengaruh alkohol. Malam itu, kami memang minum di club bersama."


"Edrick? Kau tidak bohong kan? Kau tidak melakukan lebih dari itu dengan Edrick?"


"Apa untungnya aku berbohong padamu? Bukankah kau melakukan lebih dari yang kulakukan?"

__ADS_1


"Cat, bukankah kau tahu itu adalah sebuah ketidaksengajaan. Sama seperti dirimu!"


"Beda Jeff! Kita berbeda! Aku tidak meneruskan ketidaksengajaan itu. Tapi tidak dengan dirimu! Kau bahkan berpura-pura mencintai seorang wanita lugu hanya untuk memenuhi ambisimu! Memenuhi keegoisan yang ada di dalam hatimu!"


"Cat, mengertilah posisiku. Aku sadar, aku memang telah melakukan kesalahan. Aku menyadari itu, dan aku ingin memperbaiki semua kesalahanku. Terutama pada Amber, dan juga padamu. Kita tahu kita sama-sama melakukan kesalahan, meskipun kesalahanku jauh lebih besar darimu. Tapi bisakah kita memulai lagi sebuah hubungan yang baru? Tolong ampuni aku Cat. Mulailah hubungan ini dengan lembaran baru. Tak bisa kupingkiri jika aku sangat marah dan kesal mengingat jika ada laki-laki yang sudah menyentuhmu selain diriku. Tapi aku juga harus berkaca pada diriku yang begitu bejat telah menyakiti perasaan dua orang wanita."


Caitlyn pun hanya terdiam mendengar perkataan Jeff. Awalnya, dia menyangka jika Jeff akan marah padanya, namun Jeff ternyata meredam kemarahannya dan bersikap begitu tenang padanya.


"Cat, tolong. Sekarang kita tau, kita sama-sama memiliki kesalahan. Kita sama-sama tau bagaimana sakitnya sebuah kebohongan dan pengkhianatan. Caitlyn, anggap saja ini sebagai cobaan dalam rumah tangga kita yang penuh dengan godaan. Anggap saja kita sedang melewati jalan terjal yang penuh dengan kekhilafan, dan kita terjerumus dalam kekhilafan itu. Aku tau, kesalahanku jauh lebih besar darimu, tapi tolong Cat. Tolong beri aku kesempatan untuk bisa kembali menyayangimu, kembali lagi mencintaimu seutuhnya dengan setulus hatiku. Saat ini bahkan aku sudah tidak peduli lagi dengan keadaanmu. Aku tidak peduli kau bisa memberikan keturunan padaku atau tidak, itu tidak terlalu penting karena yang terpenting bagiku adalah dirimu. Kehadiranmu untuk tetap ada di sampingku sampai akhir hayatku itu jauh lebih penting daripada apapun, Cat. Aku sangat mencintaimu, aku sangat mencintai Caitlyn," ucap Jeff sambil terisak.


Dia kemudian berlutut di hadapan Caitlyn sambil menangis tersedu-sedu. Caitlyn pun hanya terdiam. Tak dapat dipungkiri jika dia masih sangat mencintai Jeff, tapi rasa sakitnya saat mengingat pengkhianatan yang telah Jeff lakukan di belakangnya membuatnya ingin mengurungkan niatnya untuk memaafkan Jeff.


"Cat, tolong maafkan aku. Mulailah hubungan ini dengan hubungan yang baru, tanpa kebohongan, tanpa ada sesuatu hal yang ditutup-tutupi, dan penuh dengan keterbukaan. Cat, jadilah satu-satunya pendamping hidupku. Aku janji tidak akan mengulangi kebodohan yang sama. Aku sangat takut kehilanganmu. Maafkan aku Cat, mari kita mulai hubungan ini dengan hubungan yang baru."


'Haruskah aku memaafkan Jeff dan memulai hubungan yang baru dengannya? Tapi kenapa rasanya sulit sekali? Kenapa rasanya hati ini sangat sulit untuk bisa menerima Jeff sebagai suamiku kembali? Tapi bukankah ini rasanya tidak adil? Dia bahkan tidak marah padaku saat tau hal yang buruk telah terjadi padaku, dia bahkan bisa meredam amarahnya. Lalu kenapa aku tidak bisa? Oh Tuhan, aku benar-benar bingung,' gumam Caitlyn sambil menghapus air mata yang mengalir membasahi wajahnya.


"Cat..."


Perkataan Jeff pun terjeda saat tiba-tiba saja terdengar ketukan pintu di kamar mereka.


"Jeff, Cat. Ada tamu yang ingin bertemu dengan kalian!" ucap sebuah suara dari balik pintu. Caitlyn kemudian mengusap air matanya dengan kasar, lalu berjalan ke arah pintu. Sedangkan Jeff yang sedang bersimpuh pun ikut bangkit lalu berjalan mengikuti Caitlyn.


CEKLEK


Caitlyn pun membuka pintu kamar. Tampak Diane berdiri di hadapannya sambil tersenyum.


"Cat, ada seorang laki-laki yang ingin bertemu denganmu."

__ADS_1


"Laki-laki? Siapa Mommy?"


"Edrick, tadi dia memperkenalkan dirinya bernama Edrick."


"Edrick?" ucap Caitlyn sambil mengerutkan keningnya. Sedangkan Jeff yang mendengar nama Edrick disebut kemudian bergegas keluar dari kamar lalu berjalan ke arah Edrick yang saat ini sedang duduk di sofa ruang tamu.


Melihat Edrick yang sedang duduk dengan santainya, Jeff kemudian mendekat ke arahnya lalu melayangkan bogem mentahnya.


BUGH BUGHHHH BUGHHHH


Bersambung..


NOTE:


Mampir juga ya ke karya bestie othor, punya Kak Ocybasoacy judulnya Jangan Hina Kekuranganku. Dijamin ceritanya keren banget loh



Blurb:


(Ocybasoaci)


Cyra adalah gadis yang terlahir dengan kelainan genetik, kebotakan semenjak lahir. keluarganya menganggap bahwa Cyra hanya membikin malu. Bahkan Cyra sering mendapatkan kekerasan dan perlakuan tidak adil dari orang tuanya.


Karena bisnis keluarganya yang terancam bangkrut, akhirnya Cyra dijodohkan dengan Naqi, cucu dari pengusaha kaya raya. Dengan perjanjian keluarga Naqi akan memberikan kucuran dana. Agar bisnis orang tua Cyra tidak gulung tikar.


Cyra selama ini dipaksa menggunakan hijab, untuk menutupi kekuranganya. Di malam pertama Naqi terkejut, dengan kondisi istrinya yang ternyata botak. Naqi marah, karena kebohongan Cyra dan keluarganya.

__ADS_1


Lalu bagaimana nasib Cyra selanjutnya?


Akankah ia kembali mengalami kekerasan dari suaminya yang kecewa karena merasa ditipu?


__ADS_2