
'Jeff, kau sudah memberikan jawabanmu padaku, aku sekarang tau bagaimana sebenarnya posisiku di dalam hatimu, yang kau inginkan sebenarnya anak ini kan? Bukan aku? Memang tidak seharusnya aku berdiri diantara kalian, memang seharusnya aku tidak pernah ada di dalam hidupmu Jeff,' gumam Amber.
Dia kemudian bangkit dari tempat tidurnya lalu berjalan ke arah lemari yang ada di dalam kamar tersebut kemudian mengemasi barang-barangnya ke dalam koper miliknya. Sebelum pergi meninggalkan kamar itu, sepucuk surat pun dia selipkan di bawah ponsel Jeff. 'Selamat tinggal Jeff,' gumam Amber saat keluar dari kamar tersebut.
...***...
Caitlyn perlahan membuka matanya saat sinar matahari mulai masuk melalui celah kamar hotelnya. "Oh sepertinya ini sudah pagi," ucap Caitlyn saat matanya sepenuhnya terbuka. Dia kemudian bangkit lalu duduk di atas ranjang sambil mengucek matanya. Namun, betapa terkejutnya Caitlyn saat melihat pakaian yang dikenakannya sedikit terkoyak.
"Astaga, kenapa pakaianku berantakan seperti ini?" gerutu Caitlyn sambil memperhatikan pakainya. Dia kemudian melihat sobekan gaun di bagian atas buah dadanya.
"Oh tidak, apa ini? Kenapa ada sobekan disini? Ah ini pasti karena tadi malam aku mabuk berat hingga tidak sadar dengan apa yang kulakukan, aku memang benar-benar ceroboh," keluh Caitlyn lagi. Dia kemudian bangkit dari atas ranjang lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar hotel tersebut.
Caitlyn lalu memperhatikan dirinya di depan cermin, dan saat dia membuka pakaiannya, betapa terkejutnya dia saat melihat beberapa tanda merah di atas buah dadanya.
"ASTAGA!" teriak Caitlyn.
"APA INI? APA YANG SEBENARNYA TELAH TERJADI?" teriak Caitlyn kembali, berbagai pikiran buruk kini pun mulai menari di dalam benaknya hingga membuat keringat dinginnya keluar dan seluruh tubuhnya pun bergetar.
Caitlyn kemudian menutup mulutnya sambil mengingat kejadian tadi malam yang telah dia lalui. "Tadi malam, bukankah tadi malam aku minum bersama dengan Edrick? Lalu setelah itu aku tidak ingat selanjutnya apa yang terjadi, dan tiba-tiba pagi ini aku sudah bangun di dalam kamar hotel ini. Ya, sepertinya Edrick tahu tentang semua ini, jangan-jangan dia menjebakku lagi dan aku terpedaya ke dalam rayuannya! Edrick, kau harus menjelaskan semua ini padaku!" omel Caitlyn di dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Aku harus bertemu dengan Edrick secepatnya! Dasar laki-laki pengecut! Kau benar-benar breeengsek, Ed!" bentak Caitlyn lagi disertai dadanya yang naik turun dan hembusan nafasnya yang kian tak beraturan.
Caitlyn kemudian masuk ke dalam bathtub lalu menenggelamkan tubuhnya ke dalam busa sambil menggosok tanda merah yang ada di tubuhnya. "OH SHHITTT!" teriak Caitlyn saat melihat tanda merah itu, air mata kini pun mulai membasahi wajahnya. Beberapa saat kemudian, dia pun keluar dari kamar mandi lalu mengenakan pakaian seadanya dan bergegas keluar dari kamarnya menuju ke kamar Edrick. Setelah sampai di depan kamar itu, Caitlyn lalu memencet bel yang ada di depan pintu. Tak berapa lama, Edrick pun keluar lalu tersenyum melihat Caitlyn yang sudah berdiri di depan pintu kamar itu.
"Selamat pagi, Cat!" sapa Edrick. Namun sapaan ramah Edrick hanya dibalas tatapan tajam oleh Caitlyn yang membuat Edrick kini terlihat gugup. Caitlyn lalu mengangkat tangannya kemudian menghempaskan tangan itu ke pipi Edrick dan menampar pipinya dengan begitu keras.
PLAK
"KAU BENAR-BENAR LANCANG, ED! KAU TELAH MEMPERALAT KEBAIKANKU TADI MALAM PADAMU! AKU MEMANG TELAH MEMAAFKANMU DAN INGIN MENJALIN PERTEMANAN DENGANMU, TAPI TIDAK SEPERTI INI CARANYA, ED!" benyak Caitlyn.
"Caitlyn, kenapa tiba-tiba kau menamparku? Kesalahan apa yang telah kulakukan padamu?"
"TIDAK USAH BERPURA-PURA BODOH, ED! KAU TADI MALAM MENGAMBIL KESEMPATAN UNTUK BERBUAT HAL YANG TIDAK SENONOH PADAKU, KAN? KAU PIKIR AKU BODOH!"
"Memangnya kau pikir aku percaya dengan sandiwara munafikmu itu, memangnya kau pikir aku sebodoh itu? Bukankah kau yang tadi malam terakhir bersamaku? Kau pasti sudah sangat lancang mengambil kesempatan saat aku sedang mabuk, Ed! Kau benar-benar kurang ajar!"
"Mengambil kesempatan Cat?"
Mendengar perkataan Edrick, emosi pun kian menyelimuti perasaan Caitlyn. "EDRICK RYDER, APA PERLU KUTUNJUKKAN BUKTI JIKA KAU SUDAH MELECEHKANKU TADI MALAM? BAHKAN BANYAK SEKALI JEJAK YANG KAU TINGGALKAN DI TUBUHKU! LALU SIAPA YANG MELAKUKAN HAL ITU SELAIN DIRIMU? KAU YANG TERAKHIR BERSAMAKU, ED! DAN HANYA KAU LAKI-LAKI KURANG AJAR YANG BERANI MENGGODA WANITA BERSUAMI SEPERTIKU!"
__ADS_1
"Astaga!"
Edrick lalu mengusap wajahnya dengan kasar. "Caitlyn, tenangkan dirimu. Aku bisa menjelaskan semua itu."
"Tenang katamu? Kau benar-benar biadab, Ed. Setelah kau melecehkan aku tega sekali kau berkata seperti itu?"
"CAITLYN BIAR KUJELASKAN SEMUA PADAMU! LEBIH BAIK KAU MASUK KE DALAM KAMAR INI! AKU TIDAK INGIN ADA YANG TAHU SESUATU YANG TELAH TERJADI DIANTARA KITA!"
Edrick kemudian menarik tubuh Caitlyn ke dalam kamarnya lalu mendudukkan tubuhnya ke atas sofa yang ada di dalam kamar tersebut. "Dengarkan aku, Cat. Dengarkan aku! Ya, tadi malam kita memang mabuk, kau bahkan sangat mabuk! Lalu aku mengantarmu ke dalam kamarmu. Saat aku akan meninggalkanmu, tiba-tiba kau mencekal tanganku dan menyuruhku untuk menemanimu, dan saat aku duduk di sisi ranjang, tiba-tiba kau memelukku dan akhirnya kita pun berciuman."
"TIDAK MUNGKIN!" potong Caitlyn.
"Tapi itulah kenyataannya! Lihat ini, lihat kau bahkan mengigit bibirku!" jawab Edrick sambil memperlihatkan bagian ujung bibirnya.
'Astaga, aku memang sering mengigit bibir Jeff saat kami bercinta, jangan-jangan benar yang Edrick katakan jika aku yang mencegahnya meninggalkanku hingga terjadi kesalahan itu?' gumam Caitlyn yang mulai dihinggapi perasaan cemas.
Melihat Caitlyn yang kini terdiam, Edrick pun melanjutkan penjelasannya kembali. "Tadi malam, kita berciuman dengan begitu bergairah, akhirnya naluri kelaki-lakianku pun seolah meminta lebih dari itu. Aku memang telah melakukan kesalahan dengan menjamah tubuhmu yang lain, tapi itu pun terjadi atas persetujuanmu."
"Tapi aku sedang mabuk, Ed! Aku tidak sadar tadi malam aku sudah memperbolehkanmu menjamah tubuhku! Kau seharusnya menyadari itu!"
__ADS_1
"Aku menyadari itu Cat, aku sadar tadi malam kau sedang mabuk dan menganggapku sebagai suamimu. Karena itulah aku tidak meminta lebih dari itu saat kau memaksaku melanjutkan permainan kita. Aku tahu, aku sudah melakukan kesalahan padamu, dan aku tidak mau menjadi lelaki pengecut yang memanfaatkanmu di saat kau sedang mabuk seperti tadi malam. Kuakui aku memang bersalah, tapi aku tahu batasanku Cat. Aku tidak menjamah lebih dari itu, jika kau tidak percaya padaku, kau bisa mengecek sendiri adakah cairan yang kutinggalkan di bagian intiiimu? Atau jika kau tidak percaya padaku, kau bisa datang ke dokter untuk membuktikan kata-kataku."
Caitlyn pun hanya terdiam mendengar perkataan Edrick. 'Benarkah yang Edrick katakan? Jadi sebenarnya akulah yang telah menggodanya terlebih dulu?' gumam Caitlyn sambil termenung.