
Caitlyn yang kini mengangkat kedua tangannya lalu memeluk tubuh Amber, meskipun dia harus menahan rasa sakit dan meredam ego yang ada di dalam hatinya. Namun, dia tidak bisa lagi menahan gejolak hatinya untuk memeluk tubuh wanita yang kini ada di hadapannya dan tampak begitu hancur, sama seperti dirinya. Amber pun begitu terkejut saat tiba-tiba Caitlyn memeluknya.
"Cat," ucap Amber lirih. Caitlyn pun kian erat memeluk Amber. "Apa kau tahu, aku sangat membencimu, jangan pernah berfikir jika aku sudah memaafkanmu karena ini terlalu berat untukku, tapi aku juga tahu. Kau wanita yang sangat tulus, Amber. Meskipun aku tidak tahu kejadian yang sebenarnya, aku yakin kau tidak berbohong padaku. Aku yakin, kesalahan yang terjadi diantara kalian berdua karena berawal dari suamiku, semua berawal dari kecerobohan suamiku, aku tahu, suamiku terkadang memang sangat ceroboh," ucap Caitlyn sambil menangis terisak.
"Cat," ucap Amber kembali sambil membalas pelukan Caitlyn dengan erat.
"Cat, tolong rawat anak yang ada di dalam kandunganku, tolong rawat anak ini Caitlyn. Aku tahu kau pasti bisa merawat anak ini dengan baik. Aku tahu kau wanita yang sangat baik Cat. Aku percaya kau dan Jeff pasti akan menjadi orang tua yang baik baginya. Kau mau kan Cat?"
Caitlyn lalu melepaskan pelukannya pada Amber.
"Amber, aku tidak tahu. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Kau tahu, wanita mana yang tidak bahagia saat diberi seorang bayi, tapi bagaimanapun juga kau tetap ibunya, Amber. Kau tetap ibu dari bayi ini. Aku tidak mau menjadi wanita kejam yang memisahkan seorang ibu dengan anaknya. Aku tidak mau menjadi wanita seperti itu, Amber. Aku tidak mau," ucap Caitlyn dengan begitu terisak. Dia kemudian menundukkan wajahnya dan menangis tersedu-sedu.
Amber lalu mengangkat wajah Caitlyn. "Cat, tolong dengarkan aku. Tolong dengarkan aku Cat. Aku baik-baik saja, aku pasti akan baik-baik saja. Kau tidak perlu mencemaskan aku karena aku akan baik-baik saja jika kalian mau merawat anak ini dengan baik. Aku pasti akan baik-baik saja Cat," jawab Amber.
Caitlyn kemudian menggelengkan kepalanya sambil terus menangis. "Sebaiknya aku saja yang pergi dari hidup kalian, sebaiknya anak itu mendapatkan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tua kandungnya, dan salah satunya bukan aku. Aku tidak berhak untuk merawat anak itu. Kalian yang jauh lebih berhak dibandingkan dengan aku."
"Tidak Cat! Tolong jangan lakukan itu, bukankah sudah kukatakan jika Jeff tidak pernah mencintaiku? Hanya kau wanita yang dia cintai, aku tidak mau Cat. Aku tidak mau berada dalam posisi seperti ini. Ini terlalu menyakitkan bagiku. Caitlyn, tolong dengarkan aku, Jeff tidak bisa hidup tanpamu, tanpa anak ini, tapi dia bisa hidup tanpa aku. Apa kau mengerti Cat?"
Caitlyn pun hanya termenung, begitupula Jeff yang hanya mengiyakan perkataan Amber di dalam hati. 'Maafkan aku Amber, memang benar ini seperti yang kau katakan. Rasa cinta ini padamu ini memang tidak sedalam rasa cintaku pada Caitlyn, entah kenapa, padahal aku sudah berusaha untuk mencintaimu, tapi rasa ini, hanya sebatas rasa sayang karena kaulah ibu dari anakku. Tidak lebih, maafkan aku Cat. Aku tidak pernah bermaksud untuk mempermainkanmu, tapi ternyata hati memang tidak bisa dibohongi,' gumam Jeff.
__ADS_1
Dia kemudian mendekat pada Amber dan Caitlyn yang kini masih duduk di atas lantai. "Cat!" panggil Jeff sambil membelai rambut Caitlyn dengan begitu lembut.
"Caitlyn, tolong maafkan aku. Tetaplah berada di sampingku karena aku tidak pernah bisa hidup tanpamu. Caitlin Wicliff, apa kau ingat saat aku melamarmu dulu? "Seumur hidupku, aku mengenal seorang wanita yang membuatku merasa begitu bersyukur sudah mengenalnya. Dia membuatku tertawa saat aku menangisi sebuah luka, dia yang membuatku merasa bahagia saat melihat senyuman di wajahnya, dia yang membuatku merasa begitu berarti saat merasakan sentuhan lembut tangannya. Itulah cinta, dan sesederhana itulah caraku mencintaimu, tapi kau begitu luar biasa bagiku, Cat. Kau begitu luar biasa hingga sesuatu yang terlihat begitu sederhana, bisa menjadi begitu indah. Aku mencintaimu, Cat. Sangat mencintaimu, tolong maafkan aku, maafkan segala kecerobohan dan kebodohan yang telah kulakukan di belakangmu," ucap Jeff sambil membelai rambut Caitlyn.
Amber pun terasa begitu sakit mendengar perkataan Jeff, namun dia tetap mencoba tersenyum. Sebuah senyum manis meskipun hatinya terluka. Amber pun mengambil nafasnya dalam-dalam lalu menatap Caitlyn dan Jeff.
"Jeff, Caitlyn. Sekali lagi tolong maafkan aku, maafkan aku."
"Cukup Amber, sudahi kata maafmu itu karena akulah penyebab utama masalah ini, aku yang terlalu egois karena ingin mendapatkan kalian berdua."
"Bukan aku tapi anak ini kan Jeff?"
Amber lalu memegang tangan Caitlyn. "Caitlyn, aku tahu ini pasti tidak mudah bagimu, kau pasti masih merasa sakit dan butuh waktu untuk memaafkan Jeff. Tapi tolong perbaiki hubungan kalian, perbaiki hubungan kalian karena kalian akan menjadi orang tua untuk bayiku, kalian mengerti kan?" ucap Amber sambil menegarkan hatinya. Dia kemudian bangkit lalu mengambil koper miliknya yang sudah dia letakkan di ruang tamu.
"Amber tunggu!" panggil Caitlyn saat melihat Amber yang berjalan keluar dari rumah mereka.
"Amber, bisakah kau tetap disini? Tetap tinggal bersama kami!"
Amber kemudian menggelengkan kepalanya. "Tidak Cat, tinggal dengan kalian, ini terlalu menyakitkan. Aku tidak mau perasaan sakit ini mengganggu kehamilanku. Kalian mengerti kan? Kalian tidak perlu takut, aku tidak akan lari karena aku akan tinggal di apartemen lamaku."
__ADS_1
Jeff dan Caitlyn lalu saling berpandangan. "Kami akan mengantarmu, Amber!"
"Tidak, tolong jangan lakukan itu. Tolong beri aku waktu untuk sendiri, aku butuh waktu untuk sendiri. Lebih baik kalian di sini dan perbaiki hubungan kalian dengan kepala dingin," ucap Amber. Dia kemudian membalikkan tubuhnya dan berjalan keluar dari rumah itu.
"Aku mengkhawatirkannya, Jeff!"
"Aku yakin dia pasti baik-baik saja."
Sementara Amber, kini berjalan keluar dari rumah Jeff dengan perasaan begitu lega. Meskipun tidak dapat dipungkiri jika rasa sakit yang teramat dalam begitu dirasakan olehnya.
Amber berjalan meninggalkan komplek SoHo. Dia kemudian menghentikan langkahnya di atas Manhattan Bridge, lalu menatap jalanan di bawah jembatan itu yang terlihat masih sepi. Amber kemudian mengalihkan pandangannya menatap fajar yang mulai menyingsing. Tiba-tiba dia dikejutkan oleh sebuah sorot lampu mobil yang menerpa tubuhnya.
...***...
Bersambung...
NOTE:
Mampir juga ke novel karya bestie aku tercinta ya dear, novelnya Kak Bhebz, dijamin ceritanya keren abis, bikin baper, bikin mewek, pokoknya top abis deh.
__ADS_1