
Caitlyn lalu melangkahkan kakinya kembali ke ruangannya. Saat dia memasuki ruangan itu, tampak Alice baru saja menyelesaikan makan siangnya, sementara Amber terlihat tidur di atas sofa dengan begitu nyaman.
"Dia tidur?" tanya Caitlyn.
"Iya Cat. Sebaiknya kau berganti pakaian dulu lalu makanlah. Sejak tadi pagi kau belum makan Cat."
"Iya Alice."
Caitlyn lalu berganti pakaian, dilanjutkan dengan makan siang. Saat Caitlyn baru saja menyelesaikan makan siangnya, tiba-tiba Amber pun terlihat membuka matanya.
"Kau sudah bangun, Amber?"
"Ya," jawab Amber. Dia kemudian duduk di sofa tersebut.
"Kau mau makan? Biar aku ambilkan."
"Tidak usah Cat. Kau sudah terlalu baik padaku."
"Kau sedang sakit. Kau membutuhkan tenaga Amber."
"Kalian sudah terlalu baik padaku, sebaiknya aku pulang saja sekarang."
"Pulanglah bersamaku, Amber. Bagaimana jika sesuatu terjadi padamu?"
__ADS_1
"Aku baik-baik saja, Cat."
"Tidak Amber, aku tidak mengijinkanmu pulang. Ikutlah pulang bersama kami dan kau akan kuantar pulang."
"Ta... Tapi."
"Amber, please. Ini demi kebaikanmu."
Mendengar perkataan Caitlyn, Amber pun tampak menundukkan wajahnya. Setetes butir air mata pun lolos dari sudut matanya lalu tampak membasahi pipinya. Caitlyn yang melihat Amber menangis lalu mendekat padanya.
"Amber, kenapa kau menangis?"
"Cat, kita baru saja saling mengenal, kau juga berasal dari kalangan atas yang tidak sepadan bergaul denganku, you're superstar. Tapi kenapa kau begitu baik padaku? Aku tidak pantas untuk menerima kebaikanmu Cat."
"Aku yang seharusnya bertanya seperti itu."
"Amber, sebaiknya kau tidak usah berkata seperti itu lagi. Bukankah mulai hari ini kita sudah berteman? Kita harus saling membantu satu sama lain, Amber."
"Terima kasih banyak, Cat."
"Iya Amber. Sebaiknya kau istirahat saja, sebentar lagi kita pulang, aku akan mengantarmu pulang ke rumahmu dan berkenalan dengan keluargamu."
"Aku tinggal sendiri, Cat."
__ADS_1
"Tinggal sendiri? Lalu dimana keluargamu?"
"Di Brooklyn. Aku datang ke sini untuk mencari pekerjaan karena aku pernah memiliki masalah dengan pekerjaanku di tempat sebelumnya. Dulu aku bekerja di sebuah hotel dan hampir saja dijual oleh bosku sendiri. Untungnya ada seseorang yang menyelamatkan aku."
"Syukurlah, orang itu pasti sangat baik Amber."
"Ya, dia sangat baik sama seperti dirimu."
'Dan dia adalah suamimu,' gumam Amber lagi.
"Hari ini kau terlalu banyak memujiku,"
"Kau wanita yang sangat baik, Cat. Dan sudah sepantasnya aku memujimu. Aku yakin suamimu pasti sangat mencintaimu kan? Dia sangat beruntung memiliki istri seperti dirimu," ucap Amber dengan hati yang teriris.
"Ya, namanya Jeff. Jefferson Hugo."
'Aku sudah tahu itu Cat, dan saat ini aku merasa sangat bersalah pada kalian berdua. Hari ini aku akan berjanji, aku berjanji akan mengabulkan semua permintaanmu Cat, aku ingin menebus semua dosa yang pernah kulakukan pada kalian,' gumam Amber sambil menatap Caitlyn dengan tatapan nanar.
"Caitlyn, bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu?"
"Ya, tentu saja. Apa yang ingin kau katakan, Amber?"
"Caitlyn, katakan saja jika kau membutuhkan bantuanku. Aku akan membantumu semampuku. Aku akan melakukan apa saja yang kau minta, kau tidak perlu sungkan jika membutuhkan bantuanku, aku janji akan membantumu dan tidak akan menolak permintaanmu itu," ucap Amber yang membuat Caitlyn tertegun.
__ADS_1
'Oh Tuhan, dia menawarkan bantuannya padaku? Haruskah kukatakan hal itu sekarang juga?' gumam Caitlyn sambil mengigit bibir bawahnya.