
"Kau yakin, Jeff? Kau tidak menyesal jika Amber menikah dengan Edrick? Kau bisa kehilangan anak yang ada di dalam kandungan Amber, Jeff."
"Cat, satu-satunya penyesalan yang kurasakan saat ini adalah pernah menyakiti dua orang wanita kembar akibat keserakahanku sendiri. Salah seorang diantara mereka karena aku berpura-pura mencintainya, sedangkan salah seorang lagi begitu terluka karena aku mengkhianatinya dengan kepura-puraanku ini. Itulah penyesalan terbesarku, Cat. Jika saat ini Amber memilih menikah dengan Edrick, itu sama sekali bukan masalah besar karena dia juga berhak bahagia setelah rasa sakit yang pernah kuberikan padanya."
"Tapi anak yang ada di dalam kandungan Amber adalah putramu. Apa kau mau memberikan anak itu begitu saja pada Edrick?"
Mendengar perkataan Caitlyn. Jeff pun tersenyum. "Bukankah tadi sudah kukatakan padamu jika sampai kapanpun dia tetap akan menjadi putraku karena darah yang mengalir di dalam dirinya adalah darahku. Meskipun seluruh dunia menganggap jika dia adalah putra dari Edrick, tapi sebuah ikatan darah tidak bisa dibohongi dan disangkal, Cat. Apapun yang terjadi, aku siap jika Edrick dan Amber tidak mau memberikan pengakuan padaku. Sebuah ikatan batin yang diberikan oleh Tuhan, itu tidak akan pernah bisa dibohongi, Cat. Apapun yang terjadi, dia tetap anakku, darah dagingku. Ini semua kesalahanku, dan aku akan menerima semua konsekuensi dari keserakahanku. Termasuk kehilangan orang yang paling kucintai, yaitu kau dan anakku."
Caitlyn pun terdiam mendengar perkataan Jeff. Sejenak dia ingin memaafkan Jeff saat melihat ketulusan yang begitu tergambar jelas di wajahnya. Namun, rasa sakit dan marah yang masih begitu menyelimuti hatinya yang membuatnya saat ini hanya bisa terdiam.
"Cat!" panggil Jeff yang membuyarkan lamunan Caitlyn.
"Ada apa, Jeff?"
"Coba kau hubungi Edrick! Katakan padanya jika ayah kalian saat ini sedang sakit, katakan jika dia ingin bertemu dengan Amber."
"Tapi ini sudah malam. Bagaimana jika dia tidak mengangkat panggilan dariku?"
"Kau belum mencobanya, Cat. Coba kau hubungi Edrick!" perintah Jeff kembali. Akhirnya Caitlyn pun mengambil ponselnya kemudian mengutak-atik ponselnya.
***
Sebuah mobil SUV BMW berwarna biru dongker tampak berhenti di depan sebuah rumah mungil bergaya neo classic.
"Jadi ini rumahmu?" tanya Edrick.
"Ya, hanya sebuah rumah sederhana. Maaf jika malam ini kau harus tinggal di rumah seperti ini."
"Tolong jangan berkata seperti itu, Amber. Aku adalah calon suamimu, aku selalu menerima keadaanmu apa adanya. Sekali lagi, tolong jangan merasa rendah diri padaku. Apa kau mengerti?"
__ADS_1
Amber pun tersenyum. "Terima kasih, Ed. Kau begitu baik padaku. Apa yang seharusnya kulakukan untuk membalas kebaikanmu?"
"Hahahaha, tidak perlu berfikir seperti itu, Amber. Yang penting kau bahagia, itu sudah cukup bagiku. Selama ini, kau telah banyak mengalami hal buruk. Kau juga berhak bahagia, Amber. Apa kau mengerti?"
Amber pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. "Sekali lagi terima kasih banyak."
"Amber, aku sudah bosan mendengar ucapan terima kasih darimu. Sebaiknya, kita turun sekarang. Aku ingin berkenalan dengan ibumu," ucap Edrick sambil tersenyum.
"Iya Ed."
Mereka kemudian turun dari mobil Edrick lalu berjalan ke arah pintu dan mengetuk pintu rumah itu.
TOK TOK TOK
Beberapa kali, Amber mengetuk pintu rumah itu hingga akhirnya, pintu rumah itu pun terbuka. Saat pintu rumah itu terbuka, tampak seorang wanita paruh baya yang wajahnya mirip dengan Amber berdiri di balik pintu tersebut.
"Bagaimana keadaanmu, Sayang?"
"Baik, Mommy. Bagaimana keadaan Mommy?"
"Mommy juga baik-baik saja," jawab Jenny yang masih belum melepaskan pandangannya dari Edrick yang kini terlihat salah tingkah karena mendapat tatapan dari Jenny.
"Jadi dia calon suamimu?" tanya Jenny. Amber pun melepaskan pelukannya saat mendengar perkataan Jenny.
"Iya, Mommy perkenalkan. Ini Edrick, calon suamiku," jawab Amber dengan sedikit canggung. Edrick kemudian mengulurkan tangannya pada Jenny.
"Kau laki-laki sangat tampan, tolong jadilah laki-laki yang bertanggung jawab, dan jangan kecewakan putriku," ucap Jenny saat membalas uluran tangan Edrick.
"Tentu, aku berjanji akan selalu berusaha membahagiakan Amber, Aunty."
__ADS_1
'Edrick, aku harap kau benar-benar menyayangi putriku. Aku harap kau bisa menjadi laki-laki yang bertanggung jawab dan setia. Aku tidak ingin Amber putriku mengalami hal yang sama sepertiku dulu. Bahkan sampai saat ini aku belum bisa bertemu dengan Caitlyn, salah putriku yang sudah terpisah lama denganku. Oh Cat, bagaimana keadaanmu saat ini? Aku begitu merindukanmu tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, dan hanya bisa mendoakan yang terbaik bagimu,' gumam Jenny.
"Terima kasih, kupegang janjimu, Edrick. Ini sudah malam, sebaiknya kita masuk ke dalam!" ucap Jenny setelah tersadar dari lamunannya.
"Iya Mommy, ayo kita masuk Ed!"
Edrick kemudian mengangguk kepalanya. Saat akan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Amber. Tiba-tiba ponsel Edrick pun berbunyi. Dia kemudian mengambil ponsel di saku celananya.
"Caitlyn," ucap Edrick saat melihat nama Caitlyn di layar ponselnya. Namun, Edrick memilih mengabaikan panggilan dari Caitlyn dan mematikan ponselnya.
'Maaf Cat, aku hanya ingin melupakanmu, karena untuk saat ini dan selamanya aku akan mencoba untuk mencintai Amber, aku ingin mencintai Amber dengan setulus hatiku,' gumam Edrick.
Bersambung...
NOTE:
Mampir juga ya ke karya bestie othor punya Neng Syantik, dijamin ceritanya keren banget loh.
Blurb:
Zivanya, Janda muda beranak dua. Yang menjadi idaman setiap kaum Adam. Dari kalangan Berondong, Duda, bahkan sampai suami orang.
Wajah cantik, juga penampilan sexy dan menggodanya itu, kerap kali mengundang bencana dalam rumah tangga orang lain. Meski begitu, ia sama sekali tidak pernah berniat untuk menggoda pria. Hanya saja, sikap ramahnya dan murah senyum, membuat banyak pria terpesona dan membuat para istri dari pria yang sudah menikah itu memandang rendah dan benci padanya.
Awalnya, Zivanya tidak pernah ambil pusing dengan semua hinaan dan cacian para ibu-ibu yang ada di lingkungannya. Tapi semua itu berubah, setelah ia dan tunangannya putus. Tunangannya memutuskan hubungan dengan alasan yang tidak jelas, tunangannya mengatakan bahwa, ia adalah Janda genit dan juga sering menggoda pria. Dari situlah Zivanya berubah, ia benar-benar merubah hidupnya. Hinaan dan juga tuduhan yang di lontarkan padanya, benar-bebar ia wujudkan dan lalukan.
Bagaimana kisahnya? (Pesona Janda Anak Dua)
__ADS_1