
Keesokan harinya...
Amber perlahan membuka matanya, meskipun tubuhnya masih terasa begitu lemas, dan ada rasa nyeri di bagian punggungnya, Amber tampak berusaha tersenyum saat melihat seorang laki-laki yang kini berdiri di sampingnya.
"Sayang, kau sudah sadar? Bagaimana apa masih sakit?" ujar Edrick yang ada di sampingnya. Amber pun menggelengkan kepalanya.
"Hanya sedikit sakit," jawab Amber.
"Mana Mommy and Dad?"
"Mereka sedang pulang ke rumah, Amber. Kau tahu kan Daddy tidak boleh terlalu lelah."
Amber pun menganggukkan kepalanya. Dia kemudian menatap dan mengamati ruangan perawatannya.
'Hmm tidak ada Caitlyn di sini? Apa dia sama sekali tidak memiliki rasa empati padaku? Dia benar-benar wanita berhati busuk. Aku menyesal dulu saat pertama kali mengenalnya, aku sempat berfikir jika dia adalah wanita yang berhati tulus. Ternyata dia memang serigala berburu domba! Seperti yang kupikirkan selama ini!' umpat Amber di dalam hati.
"Amber, kau kenapa? Apa ada sesuatu yang sedang kau pikirkan?"
"Tidak, aku tidak memikirkan apapun. Emh, bukankah kau juga sedang sibuk, Edrick? Kenapa kau ada di sini?"
__ADS_1
"Kau lebih penting dari apapun di dunia ini, Amber. Kau adalah prioritas utamaku. Apalagi ini berhubungan dengan keselamatanmu. Aku tidak mungkin meninggalkanmu begitu saja di sini. Kau mengerti kan sayang?"
Amber pun menganggukkan kepalanya sambil tersipu malu, mendengar sanjungan dari Edrick.
"Setidaknya kau jauh lebih baik dibandingkan dengan saudara kembarku, Ed. Sejak aku masuk ke dalam rumah sakit ini, bahkan sampai aku menjalani operasi besar seperti ini, dia sama sekali tidak memiliki empati padaku. Sekedar menjengukku saja dia tidak pernah, Ed."
"Siapa yang kau maksud? Apa maksudmu, Caitlyn?"
Amber pun menarik sudut bibirnya. Edrick lalu menghembuskan nafas panjangnya. "Amber kau tidak boleh berkata seperti itu pada Caitlyn. Dia pasti punya alasan saat ini belum bisa menjengukmu, Amber."
"Sudahlah kau tidak usah membelanya, Ed. Memang kenyataannya seperti itu. Selama ini dia hanya berpura-pura terlihat baik didepan semua orang agar orang-orang menyayanginya. Padahal, hatinya sangat busuk!"
"Memangnya apa yang telah Caitlyn lakukan padaku, Ed? Tidak ada! Dia tidak pernah melakukan apapun! Yang dia lakukan hanya berpura-pura baik di depan semua orang dan tampak seperti malaikat padahal hatinya sangat busuk! Dia bahkan sengaja bersikap manis di depan Jeff agar membuat Jeff bingung dan akhirnya pergi seperti seorang pecundang!"
"Amber, aku mohon. Aku mohon jangan berkata buruk seperti ini pada Caitlyn. Sungguh, dia telah banyak berkorban untukmu."
"Kenapa kau juga membelanya Ed? Apa kau juga masih mencintainya? Memangnya apa yang telah dia lakukan untukku? Tidak ada, tidak ada Edrick! Yang dia lakukan hanyalah mempermalukanku saja!" bentak Amber, meskipun sambil menahan rasa sakit yang ada di bagian perut dan punggungnya.
Edrick pun menghembuskan nafas panjangnya kembali. "Amber, kau baru saja selesai operasi sayang, sebaiknya kendalikan emosimu."
__ADS_1
Amber pun terdiam. 'Astaga, sebenarnya aku tidak sanggup lagi menyimpan rahasia ini Caitlyn. Kenapa kau meminta kami untuk menyembunyikan siapa pendonor sumsum tulang belakang untuk Amber. Kenapa kau selalu bersikap sungkan seperti ini pada Amber? Apa karena selama ini Amber selalu bersikap kasar padamu? Tapi tidak sepantasnya kau membuat kami berjanji untuk menyembunyikan semua ini dari Amber, Cat. Apa yang kau takutkan jika Amber akan menolak jika dia tahu siapa pendonor yang sebenarnya itu sebenarnya sungguh tak masuk akal. Cat, Kenapa kau harus melakukan semua ini?' gumam Edrick.
"Ed, kau kenapa? Apa kau sedang memikirkan kata-kataku? Bukankah benar apa yang kukatakan jika Caitlyn tidak sebaik yang kalian pikirkan selama ini?"
Edrick pun terpaksa menganggukkan kepalanya sambil menyunggingkan senyum tipis di bibirnya karena sedang tidak ingin berdebat dengan Amber, mengingat kondisi Amber yang masih lemah.
Edrick kemudian menggenggam tangan Amber. "Sayang, apa kau ingin sesuatu?"
Melihat Edrick yang sudah tidak membicarakan Caitlyn kembali, Amber pun tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
"Apa yang kau inginkan, Sayang? Nanti kubelikan di luar. Kau harus menjaga asupan makanmu agar cepat pulih. Apa kau mengerti, Amber?"
"Ya, aku tahu Ed. Sayang, bisakah kau membelikan jus dan chesse cake untukku? Tubuhku sangat lemas, setidaknya tambahan glukosa mungkin akan membuatku jauh lebih bertenaga. Bukankah begitu?"
Edrick lalu tersenyum. "Ya, kau memang pintar. Sebentar akan kubelikan untukmu, kau tunggu di sini!"
Amber lalu menganggukkan kepalanya. Sementara Edrick kini tampak berjalan keluar dari ruang perawatan Amber menuju ke kantin rumah sakit.
Namun, saat sedang berjalan menyusuri koridor rumah sakit, tiba-tiba netra Edrick tertuju pada seseorang yang tampak berdiri di sekitar halaman rumah sakit tersebut.
__ADS_1
Edrick pun tampak mengerutkan keningnya sambil mengucapkan sebuah nama. "Jeff. "