
Amber berjalan dengan begitu tergesa-gesa masuk ke sebuah toilet yang ada di salah satu pojok Mall. Dia kemudian langsung menuju wastafel yang ada di dalam toilet tersebut dan memuntahkan cairan bening dari mulutnya.
HOWEKKK HOWEKKKK HOWEK
Beberapa kali Amber tampak begitu kepayahan mengeluarkan cairan bening hingga mulutnya kini terasa begitu pahit dan perutnya terasa kosong. Dia kemudian membasuh wajahnya dengan air yang mengalir sambil beberapa kali menghembuskan nafas dari mulutnya.
"Fiuh! Hah, hah, hah!" ucap Amber. Dia kemudian mengelap air yang ada di wajahnya dengan menggunakan tissue lalu menatap wajah yang kini tampak pias itu di depan cermin.
"Benar-benar sulit, menjalani kehamilan sendiri seperti ini memang benar-benar sulit, apalagi aku harus mencari uang untuk membiayai hidupku dan ibuku!" keluh Amber sambil menatap wajahnya di cermin. Dia kemudian menghembuskan nafas panjangnya kembali, lalu merapikan riasan dan penampilannya.
Namun saat dia akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba dia merasa kepalanya semakin berdenyut dan akhirnya dia pun menyenderkan tubuhnya di dinding.
'Oh tidak, kenapa tiba-tiba kepalaku pusing sekali, tubuhku juga sangat lemas,' gumam Amber sambil menyenderkan tubuhnya di dinding. Dia kemudian memijit tengkuk dan pelipisnya. Beberapa saat kemudian, Amber pun sangat terkejut karena saat dia membuka matanya, Caitlyn sudah berdiri di depannya sambil menatapnya dengan raut wajah penuh tanda tanya.
"Oh... E.. Nyonya Caitlyn, anda disini?" ucap Amber dengan sedikit terkejut.
"Ada apa Amber? Apa kau sakit? Tadi aku berniat untuk mencuci tanganku, tapi saat aku masuk ke toilet ini, aku melihatmu sedang bersandar di dinding sambil memijit kepalamu, apa kau sedang sakit Amber?"
__ADS_1
"Oh, saya hanya sedikit pusing," jawab Amber sambil menyunggingkan senyum tipis di bibirnya.
"Benar kau tidak apa-apa? Tapi lihat wajahmu, wajahmu sangat pucat Amber."
"Saya tidak apa-apa Nyonya."
"Tolong jangan panggil saya Nyonya, panggil Caitlyn saja, panggil Cat. Sama seperti yang lain."
"Oh... E.. Iya. Aku tidak apa-apa, Cat. Sepertinya aku harus kembali bekerja sekarang, permisi," sahut Amber. Dia kemudian melangkahkan kakinya, namun baru saja beberapa langkah. Amber sudah menyenderkan tubuhnya kembali di dinding.
"Amber!" panggil Caitlyn. Caitlyn lalu mendekat ke arah Amber lalu menahan tubuhnya yang hampir saja ambruk.
Alice yang sedang menikmati makanannya pun begitu terkejut melihat Caitlyn yang memapah Amber masuk ke ruangan tersebut. "Dia kenapa?" tanya Alice.
"Dia sedang tidak enak badan, lebih baik kau membantuku sekarang, Alice!"
Alice lalu membantu Caitlyn memapah tubuh Amber lalu menaruh tubuhnya di atas sofa yang ada di ruangan tersebut.
__ADS_1
"Tolong ambilkan minyak angin, dan pesankan air hangat untuknya, Alice!" perintah Caitlyn. Alice lalu mengambil minyak angin yang ada di kotak P3K milik Caitlyn. Setelah itu, dia bergegas keluar dari ruangan itu untuk mengambilkan air hangat untuk Amber.
Caitlyn lalu memijit kening dan tengkuk Amber dengan menggunakan minyak angin. Sejenak perasaan aneh pun merasuk ke dalam hati keduanya saat berinteraksi begitu dekat.
'Perasaan apa ini? Kenapa aku merasa sangat nyaman saat berada di dekat Caitlyn?' gumam Amber saat melihat Caitlyn yang begitu telaten merawatnya. Begitupula dengan Caitlyn yang kini merasakan perasaan hangat di dalam hatinya.
'Kenapa tiba-tiba perasaanku jadi seperti ini? Kenapa rasanya aku ingin melindungi Amber, kenapa aku merasa jika aku begitu menyayanginya?' gumam Caitlyn sambil menatap wajah sendu Amber yang terlihat pucat. Tanpa Caitlyn sadari, air mata pun mulai menetes membasahi wajahnya.
Amber pun begitu terkejut saat melihat Caitlyn meneteskan air matanya. "Kau kenapa, Cat?" tanya Amber.
"Oh, tidak apa-apa. Tiba-tiba saja, aku merasa sedih melihat keadaanmu yang seperti ini," ucap Caitlyn sambil menghapus air matanya. Dia kemudian memijit tangan dan punggung Amber kembali.
"Kau baik sekali Cat, terima kasih banyak."
"Sebagai sesama, kita harus saling menolong Amber. Saat ini kau sedang sakit, aku sudah menganggapmu sebagai temanmu, dan sebagai sesama teman aku harus menolongmu."
"Kau wanita yang sangat baik, Cat."
__ADS_1
"Aku juga yakin kau wanita yang baik Amber," ucap Caitlyn yang membuat hati Amber terasa begitu sesak.
'Bukan, aku bukan wanita yang baik. Jika kau tahu siapa diriku yang sebenarnya, aku yakin kau tidak mungkin memperlakukan aku seperti ini, kau pasti akan sangat marah dan begitu membenciku. Aku bukanlah wanita baik seperti yang kau pikirkan, karena wanita yang ada di hadapanmu saat ini adalah wanita yang pernah tidur dengan suamimu, bahkan mengandung darah daging suamimu Caitlyn,' gumam Amber sambil menatap Caitlyn dengan tatapan sendu.