
"Apa maksudmu? Aku benar-benar tidak mengerti, Alice."
"Ca...Cat. Aku melihat ada seorang wanita yang sangat mirip dengan dirimu, ya dia sangat mirip denganmu, sangat amat mirip Cat!"
"Kau jangan berbohong padaku, Alice. Kau tahu kan aku tidak memiliki seorang saudara perempuan? Aku adalah putri tunggal dari kedua orang tuaku."
"Tapi dia benar-benar mirip denganmu, Cat. Sungguh aku tidak bohong!"
"Tidak mungkin!"
"Ayo ikut denganku, dan buktikan sendiri kata-kataku!" omel Alice pada Caitlyn.
Caitlyn lalu menatap MUA yang kini berdiri di sampingnya. "Aku keluar sebentar," ucap Caitlyn.
"Silahkan," jawab MUA tersebut. Caitlyn kemudian beranjak dari tempat duduknya. Dia dan Alice kemudian keluar dari ruang make up tersebut lalu berjalan ke arah beberapa Sales Promotion Girl yang sedang berdiri di sekitar area event.
"Itu dia!" ucap Alice. Mereka pun kini berjalan ke arah seorang wanita yang sedang berdiri dengan membawa sebuah nampan yang berisi beberapa peralatan kosmetik yang sedang dipromosikan oleh Caitlyn.
Caitlyn dan Alice yang sudah berdiri di belakang Amber pun mulai dihinggapi perasaan yang begitu campur aduk. Sebuah rasa ragu, mulai merasuk ke dalam hati Caitlyn. Namun, dia menghilangkan rasa ragu di dalam hatinya lalu mencoba menyapa seorang wanita yang kini ada di hadapannya.
__ADS_1
"Selamat pagi!" sapa Caitlyn.
Mendengar suara sapaan yang ada di belakangnya, spontan Amber membalikkan tubuhnya ke arah belakang dan melihat wanita yang memiliki wajah sangat mirip dengannya dan kini berdiri di belakangnya dengan seorang wanita bertubuh sintal di sampingnya.
Caitlyn dan Amber yang kini saling berhadapan satu sama lain pun tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut di dalam hati mereka masing-masing. Kini keduanya terlihat sangat syok, keduanya tampak menatap satu sama lain sambil menutup mulutnya dengan tangan mereka.
"Oh tidak mungkin!" ucap Caitlyn.
'Di.. Dia ternyata memang sangat mirip denganku,' gumam Amber sambil menutup mulutnya dan menelan ludahnya dengan kasar. Beberapa saat, keduanya pun tampak terpaku. Hingga Amber memberanikan diri membuka suaranya.
"Hai, selamat pagi. Perkenalkan, saya Amber. Amber Edmund," ucap Amber sambil mengulurkan tangannya.
'Aku, aku tidak boleh cemburu padanya, bukankah dia adalah istri sah dari Jeff. Dia yang lebih berhak, lagipula dia juga sudah bertahun-tahun menemani Jeff. Sedangkan aku? Aku hanya wanita yang sedang mengandung buah hati Jeff karena sebuah ketidaksengajaan. Aku memang mengandung buah hatinya, tapi tidak pernah bisa mendapatkan cintanya, karena cinta Jeff hanya untuk wanita yang berdiri di depanku ini,' gumam Amber sambil menatap Caitlyn.
"Senang berkenalan dengan seorang model terkenal seperti anda Nyonya Caitlyn Hugo," ucap Amber sambil menahan perasaannya yang begitu berkecamuk.
"Ya, saya juga senang berkenalan dengan anda Nona Amber. Aku juga benar-benar tidak menyangka jika aku bisa bertemu dengan seorang yang wajahnya sangat mirip denganku."
"Suatu kehormatan Nyonya Caitlyn."
__ADS_1
"Tapi kita memang benar-benar mirip Amber, apa kau pikir ini hanya sebuah kebetulan? Apa kau memiliki pemikiran yang sama denganku, Amber? Ini benar-benar tidak logis. Bagaimana jika kita masih ada hubungan saudara?" ucap Caitlyn disertai dengan perasaan yang begitu tak menentu.
"Nyonya Caitlyn, tidak usah berfikir terlalu jauh. Kita tidak mungkin memiliki hubungan saudara karena anda dan saya sangatlah berbeda. Saya berasal dari keluarga miskin yang sangat tidak sepadan dengan anda. Mungkin, ini hanya kebetulan saja."
"Oh baiklah, mungkin ini memang hanyalah kebetulan semata. Meskipun kebetulan ini terasa begitu aneh bagiku," ucap Caitlyn yang membuat Amber tersenyum.
"Nona Amber, sepertinya saya harus kembali ke ruang make up. Semoga di lain kesempatan, kita bisa mengobrol sambil minum kopi bersama."
"Iya Nyonya Caitlyn," jawab Amber.
Caitlyn lalu tersenyum kemudian membalikkan tubuhnya. Namun saat akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba dia membalikkan tubuhnya kembali. Amber yang melihat Caitlyn membalikkan tubuhnya lalu mengerutkan keningnya.
"Ada apa Nyonya Caitlyn?"
"Emh, Amber. Namamu Amber kan?"
Amber pun mengangguk. "Namamu seperti nama sekretaris klien suamiku, bahkan suamiku sempat salah memanggil namaku saat aku meneleponnya. Dia pikir aku sekretaris dari kliennya. Ya begitulah, suamiku kadang memang sangat ceroboh," ucap Caitlyn sambil terkekeh, sementara Amber pun tampak tersenyum.
"Aku pergi dulu, Amber."
__ADS_1
Amber kemudian menganggukan kepalanya sambil menatap kepergian Caitlyn. 'Jadi Jeff sempat memanggil namaku saat Caitlyn meneleponnya? Jeff, apakah di dalam hatimu terbersit rasa rindu untukku?'