
Sebuah mobil berhenti di depan rumah berukuran cukup besar bergaya American Town House. Setelah mobil itu berhenti, seorang wanita lalu turun dari mobil itu dan menghampiri wanita yang sudah berdiri menunggu kedatangannya.
"Selamat pagi Amber," sapa Caitlyn.
"Selamat pagi, Cat."
"Alice, tolong masukkan barang-barang Amber ke bagasi."
Alice pun ikut turun dari dalam mobil lalu mengambil koper milik Amber yang ada di sampingnya kemudian memasukkan koper tersebut ke dalam bagasi mobil.
"Terima kasih banyak, Alice."
"Sama-sama, Amber."
"Terima kasih banyak sudah mengambil keputusan ini dan mau membantuku keluar dari masalah, Amber. Aku benar-benar berhutang budi padamu."
"Jangan terlalu kau pikirkan, Cat. Bukankah kau yang bilang jika sebagai sesama kita harus saling membantu?"
__ADS_1
Caitlyn pun tersenyum. "Sekali lagi, terimakasih banyak, Amber. Ayo kita masuk ke dalam," kata Caitlyn sambil menarik tangan Amber. Amber lalu melihat genggaman tangan Caitlyn pada tangannya sambil mengulaskan senyum getir di bibirnya.
'Hangat, itulah dirimu Cat. Kau selalu memperlakukan orang lain dengan begitu hangat saat berada di sampingmu. Itukan alasannya Jeff sangat mencintai dirimu? Aku dan kau memang berbeda, Cat. Aku sangatlah ceroboh dan kekanak-kanakan, tidak seperti dirimu, pantas saja Jeff tidak pernah bisa mencintaiku. Mungkin dia tidak pernah merasakan kenyamanan yang dirasakan olehnya saat berada di sampingmu, ya mungkin saja seperti itu,' gumam Amber. Dia lalu masuk ke dalam mobil milik Caitlyn yang dibawa oleh sopir pribadinya dari Manhattan untuk menjemputnya di New Jersey.
"Apa kau masih sakit, Amber?"
"Tidak, hanya sedikit pusing," jawab Amber sambil menahan rasa mual di dalam perutnya yang kini sudah menjalar ke dalam tenggorokannya agar Caitlyn dan Alice tidak curiga.
"Oh, kalau begitu lebih baik kau beristirahat saja. Perjalanan menuju Manhattan masih cukup jauh."
"Iya Cat."
Dua setengah jam kemudian, mereka pun sudah memasuki sebuah rumah dengan pekarangan yang cukup luas. Di depan rumah tersebut, tampak rumput hijau bak permadani dan di sekelilingnya dipenuhi oleh berbagai bunga, begitu mempesona Amber. Di tengah taman tersebut, juga terdapat satu buah meja dan tiga buah kursi berwarna putih dan satu buah ayun-ayunan kayu yang semakin mempercantik taman tersebut.
'Rumah mereka bagus sekali, bagian depan halaman rumah ini juga sangat cantik. Caitlyn memang memiliki selera yang bagus,' gumam Amber.
"Alice, cepat keluarkan barang-barangku dan masukkan ke dalam rumah, lalu kau bisa langsung pulang. Aku ingin berbicara dengan Jeff, aku harus mengatakan ini sekarang juga!" perintah Caitlyn pada Alice yang membuyarkan lamunan Amber.
__ADS_1
"Iya Cat, good luck. Semoga Jeff menyetujui keinginanmu."
"Iya Alice, semoga saja."
Caitlyn lalu menatap Amber. "Amber, maukah kau menunggu di depan? Aku ingin bicara terlebih dulu dengan suamiku."
"Iya Cat, aku tunggu di sini saja."
"Terima kasih, nanti kalau aku sudah selesai berbicara dengan suamiku, kau kupanggil ke dalam."
"Iya Cat," jawab Amber lalu menyenderkan tubuhnya kembali pada jok mobil. Sementara Caitlyn dan Alice kini tampak berjalan ke arah pintu rumah itu, dan di saat itulah pintu rumah itu pun terbuka. Seorang laki-laki tampan dan bertubuh kekar tampak berdiri di depan pintu. Dia kemudian tersenyum lalu membuka tangannya. Caitlyn yang melihat laki-laki itu lalu langsung berlari dan berhambur memeluknya.
"Aku sangat merindukanmu Jeff," ucap Caitlyn saat berada di dalam pelukan Jeff.
"Aku juga sangat merindukanmu sayang," jawab Jeff. Mereka kemudian berpelukan cukup lama disertai raut wajah yang begitu bahagia, sesekali canda tawa pun terdengar diantara keduanya. Jeff kemudian melonggarkan pelukannya lalu mengangkat wajah Caitlyn dan mulai mellummat bibirnya dengan begitu bergairah hingga keduanya kini tampak saling memaguttt satu sama lain.
Amber yang melihat pemandangan yang ada di depannya hanya bisa meremass dadanya, menahan rasa sakit yang ada di dalam hatinya yang mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.
__ADS_1
'Sakit, rasanya sakit sekali,' gumam Amber.