
"Aaa.. Apa yang kau katakan, Edrick? Caitlyn koma?" tanya Jeff.
Perlahan, Edrick pun menganggukkan kepalanya. "Astaga!" teriak Jeff.
"Dimana Caitlyn, Ed? Tolong katakan padaku dimana Caitlyn?" bentak Jeff dengan raut wajah yang begitu panik.
"Ikut aku!" perintah Edrick. Dia kemudian berjalan ke sebuah ruangan yang ada di salah satu pojok rumah sakit tersebut. Jeff yang berjalan di belakang Edrick pun terlihat semakin panik saat mendekati ruangan tersebut. Wajahnya kini terlihat pias sedangkan jantungnya berdegup begitu kencang.
Akhirnya, mereka pun sampai di sebuah ruang ICU. Edrick mendekat pada salah seorang perawat yang sedang berjaga di depan rusngan ICU tersebut.
"Suster, bisakah dia menemui Caitlyn?"
"Tentu saja, tapi ingat jangan terlalu lama," jawab perawat tersebut.
"Ya."
Edrick lalu memandang Jeff kemudian menganggukan kepalanya. "Masuklah Jeff!"
"Terima kasih, Ed!" jawab Jeff. Dia kemudian masuk ke dalam ruang ICU tersebut.
__ADS_1
Saat memasuki ruang ICU tersebut, perasaan Jeff pun semakin tak menentu. Hatinya terasa begitu sesak saat melihat beberapa selang yang menempel di tubuh Caitlyn.
"Cat!" panggil Jeff dengan suara parau saat berdiri di samping Caitlyn. Dia kemudian membelai wajah pucat Caitlyn sambil meneteskan air matanya.
"Cat, kenapa Cat? Kenapa kau berkorban seperti ini? Kenapa kau mengorbankan semua yang kau miliki pada Amber? Caitlyn, kenapa saat itu kau menyuruhku pergi? Kenapa Cat? Bukankah aku sudah memberikan penjelasan padamu tentang siapa Amber yang sebenarnya? Dia tidak sepolos dan sebaik yang kau pikirkan, Cat!"
Jeff kemudian menggenggam tangan Caitlyn. "Cat, aku yakin pertemuan kita bukanlah suatu kebetulan. Aku yakin jika ini adalah sebuah pertanda dari semesta. Caitlyn, mulai hari ini dan seterusnya aku akan selalu menjagamu, Cat. Aku akan selalu menjagamu. Aku juga tidak akan meninggalkanmu meskipun kau menolakku. Aku tidak mau Cat, berpisah denganmu itu terlalu berat bagiku. Aku tak sanggup lagi Cat, apalagi setelah melihat keadaanmu seperti ini. Caitlyn, aku akan selalu menjagamu, i will always love you," ucap Jeff.
Dia kemudian mengecup kening Caitlyn. Sebutir air mata kemudian lolos begitu saja dari sudut mata Jeff lalu jatuh ke kelopak mata Caitlyn yang membuat kelopak mata itu bergerak. Namun, tidak hanya mata tapi jari-jari tangan Caitlyn pun ikut bergerak.
Melihat gerakan pada mata dan tangan Caitlyn, Jeff pun begitu terkejut. "Cat, kau bisa menggerakkan matamu, Cat? Lalu kau juga bisa menggerakkan tanganmu?" ujar Jeff.
Dia kemudian keluar dari ruang ICU tersebut lalu mendekat pada perawat jaga. "Suster, suster, coba anda cek keadaan Caitlyn, suster! Coba cek keadaan Caitlyn karena dia merespon saya suster. Ada gerakan pada tangan dan matanya! Coba anda cek sekarang juga suster!" perintah Jeff.
"Baik, Suster." jawab Jeff. Dia kemudian keluar dari ruang ICU lalu mendekat pada Edrick yang masih duduk di depan ruang ICU tersebut.
"Kau masih di sini?" tanya Jeff. Edrick lalu menganggukkan kepalanya. "Ya, aku juga ingin tahu keadaan Caitlyn."
"Apakah ada perkembangan?"
__ADS_1
Jeff kemudian menganggukan kepalanya. "Caitlyn menggerakkan mata dan tanganya."
"Woww suport sistem dari orang yang saling mencintai menang sangat luar biasa, Jeff, " ujar Edrick sambil terkekeh.
Jeff pun tersenyum. "Aku akan terus di sini, Edrick. Aku tidak akan pernah pergi kembali meninggalkan Caitlyn, meskipun jika sudah sadar dia akan mengusirku, aku bisa peduli, yang terpenting saat ini aku akan salah berada di samping Caitlyn.
"Kau benar, Jeff. Kau memang harus tetap ada di sampingnya."
Jeff pun menganggukkan kepalanya. "Ed, terima kasih. Sekarang pergilah dan temui Amber, mungkin dia sudah menunggumu. Tolong rahasiakan jika aku sekarang ada di rumah sakit ini."
"Iya, Jeff."
Edrick lalu bangkit dari tempat duduknya kemudian berjalan meninggalkan Jeff, namun baru beberapa langkah Edrick menghentikan langkahnya lalu membalikkan tubuhnya dan kembali menatap Jeff.
"Ada apa Ed?"
"Jeff, apa kau tidak ingin bertemu dengan putramu? Emh maksudku putramu yang dikandung oleh Amber, yang saat ini sudah lahir."
"Kapan-kapan saja, Ed. Saat ini aku hanya ingin bersama Caitlyn.
__ADS_1
"Oh baiklah jika itu maumu," jawab Edrick. Dia kemudian berjalan meninggalkan Jeff yang masih termenung.
'Putraku? Aku bahkan tidak yakin jika dia adalah putraku. Edrick, coba kau hitung usia kehamilan Amber. Jika anak itu adalah benar-benar putraku, dia tidak mungkin masuk ke dalam inkubator, Ed. Saat berada di Brooklyn, saat aku sedang menunggu kalian seseorang mendekatiku dan menceritakan semua rahasia tentang Amber, termasuk kehamilan Amber, dan semua benang merah yang telah kuselidiki. Tapi, ah sudahlah aku tidak mau menceritakan semua ini pada siapapun bagi semua orang aku hanyalah seorang laki-laki brengsekk yang tidak bertanggung jawab. Biarkan saja semua orang berfikiran seperti itu, aku tidak peduli,' batin Jeff.