
Melihat Caitlyn yang kini terdiam, Edrick pun mendekat ke arahnya. "Cat, tolong maafkan aku. Maafkan aku Cat, tadi malam kita sama-sama dalam pengaruh alkohol dan aku tidak sengaja melakukan semua itu padamu. Aku janji, aku tidak akan menggangu hidupmu lagi. Tolong maafkan aku, kejadian tadi malam anggap saja sebuah kenakalan yang tidak akan pernah kuulangi padamu. Sekali lagi tolong maafkan aku Cat, aku mau melakukan apapun agar kau percaya padaku dan mau memaafkan aku," ucap Edrick dengan wajah sendu.
Caitlyn pun masih terdiam, berbagai pikiran kini terasa begitu campur aduk menari di dalam benaknya. 'Benarkah yang Ed katakan? Dia memang sepertinya tidak berbohong. Benarkah kesalahan yang terjadi tadi malam itu karena kesalahan yang dilakukan oleh kami berdua, bukan karena jebakkan darinya? Tunggu dulu, saat aku melepas pakaianku, aku memang tidak menemukan cairan miliknya pada pakaian dalam yang kukenakan. Oh tidak, aku telah melakukan kesalahan kembali dengan marah-marah padanya bahkan sudah berani menamparnya begitu saja,' gumam Caitlyn sambil mengigit bibir bawahnya.
"Cat, apa yang harus kulakukan agar kau percaya padaku? Tolong percayalah padaku, aku tidak ingin berbuat jahat padamu, bukankah kau tau jika aku sangat mencintaimu dan sudah berjanji untuk tidak menyakitimu lagi dan membuatmu dalam posisi terpojok?"
Caitlyn pun masih terdiam. "Cat!" panggil Edrick kembali. Caitlyn akhirnya menatap Edrick dengan tatapan tajam. "Untuk sementara aku percaya padamu, tapi jika aku punya bukti kau telah berbuat kurang ajar padaku, aku akan membuat perhitungan denganmu, Ed. Dan jangan pernah berfikir jika aku masih mau berteman baik denganmu karena aku sangat membencimu, Edrick Ryder!" bentak Caitlyn lalu beranjak dari sofa kemudian keluar dari kamar Edrick.
Edrick hanya menatap kepergian Caitlyn disertai tatapan mata yang begitu dalam. "Aku bahkan tidak tahu bagaimana caranya membunuh perasaanku padamu, meskipun bagimu aku adalah orang bodoh yang pernah jatuh cinta padamu. Dan, suatu saat jika kau mendengar aku telah melupakanmu, ketahuilah semua itu hanyalah kebohongan yang kukatakan padamu agar kau tidak menganggapku lagi sebagai orang bodoh yang pernah jatuh cinta padamu," ucap Edrick sambil tersenyum kecut.
__ADS_1
...***...
Jeff membuka matanya saat alarm di ponselnya berbunyi. "Oh, ternyata sudah pagi," ucap Jeff saat mendengar alarm di ponselnya. Saat dia mengambil ponsel itu, tanpa dia sadari, secarik kertas tampak terjatuh dari atas nakas namun dibiarkan begitu saja oleh Jeff. Dia kemudian melihat ke sampingnya dan tidak melihat Amber ada di atas ranjang tersebut.
"Apa Amber sudah bangun?" ujar Jeff saat melihat ke arah sampingnya yang sudah kosong.
"Oh, mungkin Amber sudah bangun, mungkin dia ada di luar. Lebih baik aku keluar saja sekarang."
*Selamat pagi, Jeff. Sebelumnya aku ingin minta maaf padamu, aku minta maaf karena kehadiranku telah mengusik rumah tanggamu, kau orang yang baik Jeff. Aku tidak mau menjadi beban lagi bagimu, karena selama ini aku telah begitu banyak merepotkanmu. Maafkan aku, aku harus pergi dari hidupmu dengan membawa buah hati kita. Aku hanya tidak ingin kehadiranku menjadi masalah bagi rumah tanggamu, aku hanya ingin kau hidup bahagia dengan Caitlyn, karena aku tahu hatimu hanyalah untuk istrimu, dan kau mempertahankan aku hanya untuk anak ini kan? Tidak lebih. Aku menghargai semua usahamu, Jeff. Tapi aku juga seorang wanita yang ingin merasakan cinta, bukan hanya sebagai pelengkap ataupun orang ketiga dalam rumah tanggamu, semoga kau selalu hidup bahagia dengan Caitlyn. Dan satu lagi, tolong jangan pernah mencariku, aku tidak akan kembali ke Brooklyn, aku hanya ingin memulai kehidupan baru dengan putraku, itu saja.
__ADS_1
Sebenarnya aku ingin menjadi pelangi bagimu, namun sayangnya aku harus cukup puas jika takdirku ternyata hanya sebagai payung untukmu, kembali lah pada pelangimu, dan jadilah miliknya seutuhnya karena aku tidak akan pernah mengganggu kehidupan kalian berdua lagi.
Terimakasih*.
...***...
"Sebenarnya semesta menyuruhku untuk melepasmu tapi aku tidak pernah menyadari itu, bahkan aku sudah berani jatuh cinta padamu, padahal seharusnya aku sadar batasanku hanyalah untuk mengagumimu."
^^^Amber^^^
__ADS_1
Jeff membaca surat Amber dengan perasaan yang begitu hancur, dia kemudian mengusap wajahnya dengan kasar disertai umpatan yang keluar dari mulutku.
"Shiiit!! Kenapa kau pergi meninggalkan aku, Amber? Bukankah sudah kukatakan padamu jika aku akan bersikap adil. Kenapa kau tidak memberi kesempatan padaku dan memberiku waktu agar aku benar-benar bisa jatuh cinta padamu!"