
"Iya Edrick, kita mulai pertemanan ini."
"Sekali lagi terima kasih banyak, Cat. Aku menyesal, seharusnya sejak dulu aku memahami tentang semua ini tapi aku terlalu berambisi untuk memilikimu, aku dibutakan oleh ambisiku, bukan cinta."
Caitlyn lalu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. "Ya, sekarang lebih baik tutup semua masa lalu yang buruk tentang kita, Edrick. Kita memulai hubungan baru sebagai seorang teman. Bagaimana?"
"Ya."
"Cheer's!" ucap Caitlyn sambil memberikan segelas minuman pada Edrick. Dia kemudian mengambil gelas itu lalu menempelkan gelasnya pada gelas Caitlyn.
"Cheer's!" jawab Edrick. Keduanya kini pun terlibat perbincangan hangat ditemani oleh dua botol bir yang ada di depan mereka, hingga Caitlyn pun terlihat sangat mabuk.
"Sepertinya aku harus kembali ke kamar sekarang," ucap Caitlyn saat mulai terasa sulit membuka matanya.
"Ayo kutemani, kau sedang mabuk, malam ini kau terlalu banyak minum, Cat."
"Tidak usah, aku baik-baik saja," tolak Caitlyn.
"Tapi Cat."
"Aku baik-baik saja," tolak Caitlyn kembali sambil bangkit dari sofa. Namun saat dia akan mulai melangkahkan kakinya, tiba-tiba tubuhnya terlihat sempoyongan. Edrick pun dengan sigap menangkap tubuh Caitlyn.
"Caitlyn bukankah sudah kubilang, kau tidak terlalu kuat minum tapi kau tidak mengindahkan kata-kataku! Kau tetap saja memaksakan diri untuk minum!"
Caitlyn hanya tersenyum lalu menyenderkan kepalanya pada bahu Edrick. "Ayo kuantar!"
Caitlyn yang dalam pengaruh minuman lalu dipapah oleh Edrick menuju ke kamarnya. Caitlyn pun hanya bisa pasrah berjalan dalam dekapan Edrick menyusuri lorong-lorong hotel memuji ke kamarnya.
"Mana kunci kamarmu, Cat?" tanya Edrick saat mereka sudah ada di depan pintu kamar itu. Caitlyn lalu memasukkan tangannya ke dalam tas kemudian mengambil kunci kamar itu meskipun dengan setengah sadar. Dia kemudian memberikan kunci kamar itu pada Edrick.
__ADS_1
"Ayo, kita masuk ke kamarmu!" ujar Edrick lalu memapah Caitlyn masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang hotel. Dia kemudian menyelimuti tubuh Caitlyn dengan selimut.
"Tidurlah Cat, beristirahatlah!"
"Terimakasih banyak," jawab Caitlyn meskipun masih dalam pengaruh alkohol.
"Ya," jawab Edrick. Dia kemudian bangkit dari samping ranjang Caitlyn. Namun saat akan pergi meninggalkan Caitlyn, tiba-tiba tangan Caitlyn menarik tangan Edrick kembali.
"Kau mau kemana?"
"Aku mau kembali ke kamarku, Cat."
"Jangan, temani aku saja!" sahut Caitlyn.
"Tidak Cat, aku tidak bisa."
"Baiklah aku akan menemanimu sampai kau tidur," jawab Edrick. Dia kemudian duduk di samping ranjang, sementara Caitlyn masih tersenyum padanya.
"Terimakasih," jawab Caitlyn kemudian memeluk Edrick, tanpa dia sadari karena masih dalam pengaruh alkohol. Edrick yang mendapat pelukan hangat dari Caitlyn pun begitu terkejut. Dia kemudian mengangkat wajah Caitlyn lalu menatapnya dengan tatapan begitu dalam. Caitlyn pun tersenyum padanya.
Melihat senyuman dan wajah menggoda Caitlyn, Edrick pun tak bisa mengendalikan nalurinya. Perlahan, dia mendekatkan wajahnya pada wajah Caitlyn lalu melumatt bibir ranum Caitlyn dengan begitu lembut.
Caitlyn lalu membalas pagutttan dari Edrick dengan penuh gairah yang membuat Edrick kian bernafsu padanya. Dia kemudian mendorong tubuh Caitlyn hingga tubuhnya terlentang di atas ranjang.
Ciuman hangat nan lembut itu kini pun berubah menjadi ciuman panas yang semakin menuntut. Lidah Edrick kini kian bermain dengan lincah mengisaap dan menautkan lidahnya di dalam mulut Caitlyn. Kecapan bibir basah diantara saliva yang saling beradu pun semakin membuat permainan mereka terasa begitu panas. Tangan Edrick pun masuk ke bawah pakaian milik Caitlyn sambil mereemas gunung kembar milik Caitlyn yang ujungnya kini sudah tampak menegang.
Edrick yang semakin tidak bisa mengendalikan nalurinya lalu mulai menyeruk leher Caitlyn, mengisapp dan memainkan lidahnya di leher Caitlyn hingga dessahan pun mulai keluar dari bibir wanita itu. Edrick kemudian mulai menuruni bagian tubuh Caitlyn hingga wajahnya berhenti di depan sepasang gunung kembar milik Caitlyn lalu menurunkan dengan paksa gaun model Sabrina yang dikenakan oleh Caitlyn.
Edrick pun membuka kait bra milik Caitlyn dan mulai ******* satu per satu sepasang gunung kembar itu dengan begitu bergairah yang membuat Caitlyn kembali mengeluarkan desahhan dengan sedikit erangaan dan teriakkan kecil.
__ADS_1
"Ahhh..Ah, come on honey," desah Caitlyn yang membuat Edrick kian bernafsu. Saat sedang asyik mengiisap ujung gunung kembar milik Caitlyn tiba-tiba desaahan Caitlyn kembali terdengar, namun desaahan itu membuat Edrick menghentikan aksinya.
"Oughhhh, Jeff. Ouhh Jeff, come on honey. Jeff, i love you Jeff," desaah Caitlyn.
'Jeff? Jadi dia pikir aku Jeff?' gumam Edrick.
"Why you stop, honey?" tanya Caitlyn. Edrick lalu merapikan pakaian milik Caitlyn kemudian mengelus rambut Caitlyn.
"Tidurlah, Cat. Kau harus banyak beristirahat," jawab Edrick.
"Kau tidak akan pergi kan?" tanya Caitlyn.
"Tidak, aku akan menemanimu," jawab Edrick. Caitlyn yang masih dalam pengaruh alkohol pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Dia kemudian memejamkan matanya, sementara Edrick duduk di sampingnya sambil membelai rambut Caitlyn.
'Beristirahatlah Caitlyn, aku akan menjagamu sampai kau terlelap. Mungkin inilah takdirku, takdirku hanya sebatas untuk mencintaimu, tapi tidak memilikimu karena hanya ada Jeff yang ada di dalam hatimu. Seharusnya aku menyadari itu sejak dulu tapi karena obsesiku, aku kini membuatmu dalam posisi sulit akibat kontrak kerja itu, maafkan aku Cat, malam ini hampir saja aku melakukan sebuah kesalahan jika menuruti nafsuku, tapi aku tidak mau melakukan itu, mengambil kesempatan di saat kau tidak berdaya itu terlalu kejam bagiku, dan aku tidak mau menambah masalah baru bagimu,' gumam Edrick sambil menatap wajah polos Caitlyn yang kini mulai terlelap.
Melihat Caitlyn yang mulai terlelap, Edrick lalu bangkit dari tempat duduknya. "Selamat malam, Cat. I love you," ucap Edrick kemudian mengecup kening Caitlyn. Dia kemudian berjalan keluar dari kamar Caitlyn dengan perasaan yang begitu campur aduk.
...***...
Amber tiba-tiba terbangun di malam hari saat tiba-tiba tenggorokannya terasa begitu kering. Dia kemudian tersenyum saat melihat sebuah tangan kekar yang kini menempel di atas tubuhnya.
Amber lalu memandang ke arah samping dan melihat Jeff yang tengah tertidur dengan begitu lelap. Dia kemudian membelai wajah Jeff disertai senyuman yang tersungging di bibirnya.
"I love you Jeff," ucap Amber. Belaian lembut Amber pun membuat Jeff sedikit terusik, dia pun menggerakkan wajah sambil bergumam.
"I love you too, Cat. So love you," jawab Jeff. Mendengar gumaman Jeff, hati Amber pun begitu sakit, dia kemudian memejamkan matanya lalu tetesan-tetesan bening pun mulai keluar dari sudut matanya.
'Seharusnya aku memang tidak pernah hadir diantara kalian,' gumam Amber diiringi air mata yang kini mulai mengalir deras membasahi wajahnya.
__ADS_1