Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)

Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)
Pernikahan Di Brooklyn


__ADS_3

"Jeff!" teriak Edrick yang seketika terkejut mendapat pukulan bertubi-tubi dari Jeff.


"Itu harga yang pantas kau dapatkan karena sudah berani menyentuh istriku, Edrick!" bentak Jeff dengan bibir yang bergetar menahan amarah di dalam dadanya.


Caitlyn dan Diane yang baru saja sampai di ruang tamu lalu mendekat pada Jeff. Melihat ibunya yang ikut mendekat, Caitlyn lalu memberikan kode pada Diane untuk masuk ke dalam. Diane pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Tapi tanpa sepengetahuan Caitlyn, dia kini berdiri di belakang tembok dan mendengarkan percakapan mereka.


"Jeff, apa yang kau lakukan? Apa kau sudah gila!" bentak Caitlyn.


"Aku tidak gila, Cat. Aku hanya memberikan pelajaran pada laki-laki yang sudah berani menyentuh istriku!"


"Jeff! Sadar Jeff! Bukankah sudah kukatakan jika yang terjadi diantara kami berdua adalah sebuah ketidaksengajaan!"


"Ya, aku tahu itu tapi aku juga yakin jika laki-laki munafik itu pasti juga mengambil kesempatan saat kau sedang mabuk, Cat. Aku yakin, dia pasti sengaja melakukan semua itu padamu! Bukankah kau tahu sejak dulu dia sudah menyukaimu?"


"Jeff, kau salah. Edrick tidak pernah mengambil kesempatan, karena malam itu akulah yang meminta Edrick untuk menemaniku. Aku yang memintanya untuk duduk bersama denganku karena Alice tidak bisa menemaniku! Jadi tolong buang semua pikiran burukmu pada orang lain!"


"Tapi dia pasti sengaja membawamu masuk ke dalam kamar hotel itu kan, Cat?"


"Ya, dia memang menemaniku masuk ke dalam kamar hotel itu. Tapi hanya sebatas kekhilafan kecil yang kami lakukan, setidaknya Edrick masih bisa mengendalikan dirinya! Tidak sepertimu yang hanya bertindak untuk memenuhi egomu saja! Jika kau ingin berkata buruk pada orang lain sebaiknya kau berkaca pada dirimu sendiri! Apakah kau sudah cukup baik atau sudah cukup suci untuk menilai buruk pada orang lain!"


Mendengar perkataan Caitlyn, Jeff pun terdiam. Caitlyn lalu mengalihkan pandangannya pada Edrick yang saat ini sedang menghapus darah yang keluar dari sudut bibirnya.


"Maafkan aku, Ed. Maaf atas sambutan buruk yang terjadi padamu. Ada apa kau sampai datang ke sini? Apakah ada sesuatu yang ingin kau bicarakan?" tanya Caitlyn. Dia kemudian duduk di dekat Edrick. Jeff pun tidak tinggal diam, dia kemudian ikut duduk di samping Caitlyn sambil memeluk pinggang Caitlyn dengan begitu kencang.


Caitlyn yang merasa risih mendapat sentuhan dari Jeff pun memelototkan matanya pada Jeff sambil berusaha melepaskan pelukannya. Namun Jeff justru semakin kencang memeluknya. Caitlyn pun akhirnya mengalah karena malu pada Edrick yang kini menatap tingkah mereka berdua.


"Kalian sudah selesai?" tanya Edrick sambil terkekeh.

__ADS_1


"Ya, maaf."


"Caitlyn, Jeff. Sebelum aku mengatakan tujuan kedatanganku ke rumah ini, sebelumnya aku ingin meminta maaf pada kalian berdua. Aku benar-benar minta maaf jika rumah tangga kalian berantakan itu karena ulahku, karena keegoisanku, dan karena ambisiku. Sekali lagi, tolong maafkan aku. Karena itulah, aku sengaja datang ke rumah ini untuk menebus rasa bersalahku pada kalian, meskipun aku tahu jika ini semua sudah terlambat."


"Apa maksudmu, Edrick?"


"Ini Cat," ucap Edrick sambil memberikan sebuah berkas pada Caitlyn. Caitlyn lalu mengambil berkas itu kemudian membukanya lembar demi lembar. Saat membaca berkas itu dengan seksama, raut wajahnya pun seketika berubah.


"Astaga, benarkah semua ini Edrick?" tanya Caitlyn sambil setengah berteriak. Jeff yang keheranan dengan tingkah Caitlyn lalu memandang Caitlyn dengan tatapan penuh tanda tanya. Namun, Caitlyn hanya mengacuhkan tatapan dari Jeff. Dia kemudian menatap Edrick kembali.


"Iya Cat. Itu benar, aku memutuskan kontrak kerja kita. Aku ingin kau lebih fokus mengurus rumah tanggamu terlebih dulu. Aku ingin hubungan kalian tetap bisa dipertahankan. Aku tahu mungkin itu tidak mudah, tapi apa salahnya jika kalian mencoba untuk memberikan kesempatan pada masing-masing, anggap saja ini sebagai ujian dalam perjalanan rumah tangga kalian. Aku tahu aku sebenarnya tidak pantas menasehati kalian seperti ini karena aku juga bukan orang baik, aku juga penuh dengan dosa. Bahkan akulah yang sebenarnya harus bertanggung jawab karena rumah tangga kalian jadi seperti ini, itu karena ulahku. Sekali lagi tolong maafkan aku."


"Ck, jadi kau sudah sadar akan kebusukanmu, Edrick!"


"Ya, aku sudah menyadari semua itu Jeff. Dan kau juga tidak perlu khawatir lagi padaku, aku tidak akan mendekati Caitlyn lagi. Aku sudah menutup semua masa laluku dan mengubur cintaku pada Caitlyn."


"Apa kata-katamu bisa dipercaya? Jangan-jangan kau melakukan seperti ini hanya untuk mendapatkan simpati dari Caitlyn."


Caitlyn dan Jeff pun hanya bisa terdiam mendengar perkataan Edrick, meskipun berbagai tanda tanya kini menari di benak Caitlyn.


"Jadi kau akan menikah, Edrick?" tanya Caitlyn setelah Edrick menyelesaikan kalimatnya. Edrick pun menganggukkan kepalanya.


"Ya, besok aku akan menikah. Hanya sebuah acara pernikahan sederhana di Brooklyn."


"Brooklyn?" teriak Jeff dan Caitlyn bersamaan.


"Ya, kami akan menikah di Brooklyn. Calon mertuaku berasal dari Brooklyn, dan dia tidak mau datang ke Manhattan. Emh, calon mertuaku tidak mau datang ke Manhattan karena dia sudah bersumpah tidak akan datang lagi ke kota ini, karena baginya kota ini kota yang penuh dengan luka. Jadi kami akan melangsungkan acara pernikahan di Brooklyn esok hari."

__ADS_1


"Oh semoga acara pernikahan kalian berjalan dengan lancar, Ed."


"Terima kasih, Cat. Sekarang aku pamit pulang dulu, karena sebentar lagi aku dan calon istriku akan pergi ke Brooklyn."


"Iya Ed, hati-hati. Sampaikan salam kami pada calon istrimu. Maaf jika kami tidak bisa datang ke acara pernikahanmu karena saat ini kami sedang menata hati kami."


"Tidak apa-apa, Cat. Kalian tenang saja. Jeff, Caitlyn. Aku permisi pamit dulu."


"Iya Edrick, semoga pernikahanmu berjalan dengan lancar, kami hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua."


"Terima kasih, aku pulang dulu."


Edrick lalu keluar dari rumah itu, sedangkan Caitlyn berjalan kembali masuk ke dalam kamar, diikuti oleh Jeff yang masih berusaha membujuknya.


Sementara Diane kini tampak keluar dari balik tembok dan berjalan mendekati Edison dengan perasaan yang begitu berkecamuk.


'Seorang wanita yang berjanji tidak akan pernah datang lagi ke Manhattan? Apakah itu kau Jenny? Bukankah itu kata-kata yang kau ucapkan saat kita terakhir kali bertemu?' gumam Diane.


NOTE:


Mampir juga ya ke karya bestie othor, punya Kak Muda Ana, dijamin ceritanya keren banget loh.



Blurb:


Ningtiyas Paramitha adalah gadis 18 tahun baru lulus SMK jurusan tata busana. Dia harus menerima takdir dinikahkan siri dengan paksa oleh ayahnya dengan lelaki dewasa berumur 30 tahun dan telah memiliki istri bernama Alfarizi Zulkarnain. Kontrak nikah selama lima bulan, tetapi Neng selalu mengalami kekerasan baik lahir maupun batin. Perlakuan suami sirinya selalu melampiaskan kekesalannya akibat kesalahan istri sahnya.

__ADS_1


Setelah empat bulan berlalu Al meninggalkan Neng begitu saja, tanpa disadari Al meninggalakan benih janin di kandungan Neng. Akhirnya Neng meninggalkan desanya yang selama ini menjadi kebanggaannya, pergi ke Jakarta untuk merubah nasib dan menyongsong masa depan yang lebih baik bersama janin yang dalam kandungan.


Sayangnya takdir mempertemukan mereka kembali setelah delapan tahun berlalu. Dengan situasi yang berbeda, apakah mereka akan bersatu kembali setelah Al mengetahui memiliki keturunan. Apakah Neng menerima cinta Al?


__ADS_2