
"Kenapa kau melirikku seperti itu? Apa ada yang salah dengan kata-kataku?" tanya Jeff saat beberapa kali menangkap basah Amber yang kini tengah meliriknya saat mereka berjalan keluar dari hotel menuju ke mobil milik Jeff.
"Sangat salah, Tuan!" bentak Amber saat mereka mulai memasuki mobil.
"Dimana letak kesalahanku? Bukankah aku sudah berulangkali menolongmu? Coba kau pikir apa jadinya dirimu jika kau tidak bertemu denganku? Pertama kau jatuh ke pelukan lelaki tua bangka itu dan kedua, kau harus kembali berhadapan dengan laki-laki berhati iblis itu!"
"Lelaki berhati iblis? Tuan Scott maksud anda?"
Jeff pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, dia kemudian menatap Amber dengan tatapan nakalnya.
"Lalu sekarang katakan padaku, apa kesalahanku padamu?"
"Karena kau sudah begitu lancang mengatakan jika aku adalah calon istrimu, bukankah kau sudah memiliki seorang istri?" ucap Amber dengan begitu ketus.
"Kau cemburu dengan istriku?"
"Aku tidak cemburu, Tuan. Tapi kau sudah sangat lancang mengatakan jika aku adalah calon istrimu!"
"Jika aku tidak mengatakan kau adalah calon istriku, aku tidak yakin laki-laki itu tidak akan mengganggumu lagi! Dia masih sangat marah dan dendam denganmu, lalu siapa yang akan menjagamu jika aku tidak ada di sampingmu? Hanya itu cara yang bisa kulakukan untuk menjagamu! Apa kau mengerti?"
Amber pun menganggukan kepalanya. "Terimakasih," ucap Amber saat Jeff mulai melajukan mobilnya dan dibalas dengan senyuman kecut oleh Jeff.
"Apa susahnya mengakui jika aku adalah dewa penolong bagimu."
"Terserah anda, Tuan!"
__ADS_1
Amber kemudian menyenderkan tubuhnya pada Jok mobil lalu mulai memainkan ponselnya sambil sesekali melirik pada Jeff yang sedang mengendarai mobil.
'Tampan sekali,' gumam Amber sambil menelan ludahnya dengan kasar.
"Kenapa kau berulangkali melirikku? Apa kau sedang mengagumi ketampananku?"
"Maaf sepertinya anda terlalu percaya diri, saya hanya sedang mengamati jalan, saya khawatir jika anda tersesat di kota ini!"
"Amber, jalanan ada di depanmu bukan di sampingmu, dan sejak tadi kau menatap ke arah samping, bukan ke arah depan," ucap Jeff yang semakin membuat Amber salah tingkah.
'Menyebalkan sekali, kenapa aku jadi mati kutu saat berhadapan dengan laki-laki menyebalkan ini!' gumam Amber.
"Katakan saja jika kau terpesona padaku kan?" ucap Jeff sambil terus mengendarai mobilnya tanpa menoleh sedikitpun ke arah Amber. Amber pun memilih diam sambil menahan perasaan yang begitu berkecamuk di dalam hatinya. Kini keduanya pun tampak terdiam dan sibuk dengan pikirannya masing-masing. Beberapa saat kemudian, mereka pun sudah sampai di kawasan urban yang ada di South Brooklyn.
"Oh, jadi itu rumahmu?"
"Ya, terimakasih banyak, Tuan Jefferson. Kau sangat baik padaku, aku berhutang banyak padamu."
Jeff pun tersenyum. "Bukankah sudah kukatakan jika ini adalah harga yang harus kubayar karena telah melakukan kesalahan yang begitu besar padamu?"
"Kau adalah Dewa Penolongku, terimakasih banyak."
"Akhirnya kau mau mengakui semua itu, Amber," ucap Jeff yang membuat Amber tersipu malu.
"Semua ini terjadi karena kesalahan kita berdua, kau tidak mau mendengar semua kata-kataku dan aku juga bersalah karena membalas permainanmu itu, dan aku sangat berterima kasih padamu karena kau begitu bertanggung jawab untuk menebus semua kesalahanmu, sekali lagi terimakasih banyak Tuan Jefferson."
__ADS_1
"Aku yang seharusnya berterima kasih karena akhirnya aku bisa merasakan apa yang tidak pernah kudapatkan dari istriku."
"Apa maksudmu?"
Jeff pun tersenyum. "Istriku adalah wanita yang sangat cantik, dia begitu terkenal dan populer sejak dulu dan memiliki banyak mantan kekasih, aku memang suaminya tapi aku tidak benar-benar tahu sebelumnya dia pernah berhubungan dengan siapa saja dan aku tidak pernah mendapatkan apa yang kuinginkan dari seorang pria. Kuakui saat aku menikahinya aku pun sudah beberapa kali berhubungan dengan mantan kekasihku sebelumnya, tapi bagaimanapun juga aku adalah seorang lelaki yang ingin merasakan hal yang belum pernah kurasakan, dan akhirnya aku bisa merasakan semua itu denganmu. Aku tidak tahu bagaimana kau bisa mempertahankan mahkotamu itu sampai saat ini, tapi kau benar-benar luar biasa, Amber."
Mendengar perkataan Jeff, Amber pun hanya mengerutkan keningnya. "Apa maksudmu, Tuan Jeff? Aku benar-benar tidak mengerti?"
Jeff lalu mendekatkan kepalanya pada telinga Amber. "Thanks, you give me your virginity," bisik Jeff di telinga Amber yang membuat Amber tersipu malu dan terlihat begitu salah tingkah.
"O... O.. Saya turun dulu Tuan, jika ibu saya sudah sembuh saya akan pergi ke Manhattan," ucap Amber sambil menundukkan kepalanya menutupi semu merah di wajahnya dan menahan perasaan yang begitu berkecamuk."
"Aku akan menunggumu, beritahu aku jika kau sudah sampai di Manhattan."
Amber lalu menganggukan kepalanya, kemudian membalikkan tubuhnya dan membuka pintu mobil Jeff lalu turun dari mobil tersebut. Dia kemudian berdiri di samping mobil Jeff.
"Sampai jumpa kembali Tuan, hati-hati di jalan."
"Panggil aku Jeff!"
"Hati-hati Jeff!"
"Yeah, i will waiting you on Manhattan," ucap Jeff kemudian mengenakan kacamata lalu menaikkan kaca jendela mobilnya. Mobil sedan berwarna hitam itu lalu pergi meninggalkan Amber yang kini masih berdiri sambil menatap kepergian mobil tersebut.
"I will following you, see you on Manhattan, Jefferson Hugo."
__ADS_1