Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)

Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)
Obsesi


__ADS_3

Caitlyn pun hanya bisa menatap ponselnya dengan tatapan sendu. 'Jeff, aku merindukanmu,' gumam Caitlyn. Tiba-tiba dia dikagetkan dengan sebuah suara yang kini ada di sampingnya.


"Cat!" sapa sebuah suara. Caitlyn lalu memandang ke arah samping dan melihat Edrick yang sudah ada di sampingnya. Caitlyn pun hanya tersenyum kecut padanya.


"Halo, Cat. Lama tidak melihatmu!" tambah Edrick.


"Edrick, maaf. Sepertinya aku harus bersiap-siap sekarang."


Amber lalu bangkit dari tempat duduknya, dan bersiap untuk meninggalkan Edrick, tapi tiba-tiba Edrick mencekal tangannya.


"Edrick! Kau benar-benar LANCANG!" teriak Caitlyn.


"Cat, tidak bisakah kau memberi kesempatan padaku sekali saja!"


"Kesempatan? Kesempatan untuk apa? Apa kau buta atau pura-pura tidak tahu dengan siapa kau berbicara? Kau berbicara dengan seorang wanita bersuami, Edrick!" bentak Caitlyn.


"Memangnya kenapa? Jika kau sudah memiliki suami apakah itu artinya kau tidak bisa memberiku kesempatan?"


"YOU F*CK!"


"Berani sekali kau mengumpatku seperti itu, Cat! Apa kau sudah lupa siapa aku dan posisiku di sini?"

__ADS_1


"Ada apa dengan posisimu? Kau bisa melakukan apapun dengan posisimu itu? Lakukan saja semua yang kau mau, termasuk memecatku! Asal kau tau, Ed. Aku menjalani semua ini karena terlanjur masuk pada perangkap busukmu itu jadi jika kau memecatku aku akan merasa sangat berterima kasih padamu!"


"Ingat Cat, aku tidak akan pernah memecatmu karena kau terikat kontrak dengan perusahaan kami untuk jangka waktu yang lama, jangka waktu yang sangat lama, Cat! Dan semua masih bisa berubah karena kita tidak tahu bagaimana esok hari, mungkin hari ini kau masih sangat mencintai suamimu itu tapi entah dengan hari esok!"


"Bermimpilah selagi kau bisa!" bentak Caitlyn lalu berjalan meninggalkan Edrick yang kini masih menatapnya dengan tatapan tajam.


'Suatu saat kau pasti akan menjadi milikku Cat!' gumam Edrick sambil menatap Caitlyn yang berjalan meninggalkannya hingga tiba-tiba sebuah tepukan pun mendarat di puncak Edrick.


"Edrick!" panggil sebuah suara.


"Owh Alice," jawab Edrick.


"Sure. Ada apa Alice?"


"Apakah kau sangat mencintai Cat?"


Edrick pun tersenyum. "Edrick, lebih baik kau tanyakan pada kata hatimu. Itu sebuah cinta atau obsesi. Caitlyn sudah memiliki seorang suami, mereka saling mencintai satu sama lain. Tidak seharusnya kau memperlakukan Caitlyn seperti itu, kau juga harus tahu batasanmu, Ed. Maaf jika kata-kataku sangat lancang dan tidak pantas kutunjukkan untuk seorang Erick Ryder, tapi ini semua untuk kebaikanmu Ed. Kau tampan dan kaya, kau bisa mendapatkan wanita manapun yang kau mau. Terlalu berharap pada orang yang tidak pernah mencintaimu hanya akan mendapatkan kekecewaan saja, Jeff. Lebih baik sekarang kau hentikan semua itu, jika kalian berjodoh Caitlyn pasti akan menjadi milikmu."


Mendengar perkataan Alice, Edrick pun hanya tersenyum kecut. "Sekali lagi, maafkan aku Edrick. Setelah ini kau boleh membenciku karena sudah terlalu lancang padamu, aku hanya tidak ingin Caitlyn selalu pada posisi yang sulit karena posisinya saat ini tidaklah mudah. Dia tetap harus mempertahankan keutuhan rumah tangganya akibat kontrak yang kau buat untuknya, dan itu bukan hal yang mudah. Aku tidak mau Caitlyn selalu terpojok dalam berbagai situasi, Ed. Jika kau benar-benar mencintai Caitlyn, kau tidak akan pernah melakukan semua ini."


"Aku mengerti," jawab Edrick lirih kemudian pergi berjalan meninggalkan Alice begitu saja.

__ADS_1


'Astaga, apa yang sudah kukatakan? Kenapa tiba-tiba aku berani sekali berkata seperti itu pada seorang Edrick Ryder?' gumam Alice sambil menelan salivanya dengan kasar.


...****...


"Oughhhh babe!" dessah Amber saat Jeff memainkan pingggulnya di atas tubuhnya sambil sesekali mengecup sepasang gunung kembar milik Amber yang kini terlihat semakin membesar, efek perubahan bentuk tubuh saat kehamilan yang membuat Jeff semakin bergairah untuk mengissap dan melllumatnya.


Teriakkan kecil disertai desaahan dan errangan pun kian memenuhi seluruh kamar apalagi saat keduanya berada di puncak kenikmatan.


"Oughhhh Jeff!" teriak Amber saat cairan kental milik Jeff menyemprotkan ke dalam liang hangat miliknya. Jeff pun kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Amber sambil sesekali menciumi bahu Amber.


"Jeff!" bisik Amber. Saat Jeff baru saja merebahkan tubuhnya di samping Amber. Tiba-tiba ponsel Jeff pun kembali berdering.


"Jeff ponselmu sejak tadi terus berbunyi, lebih baik kau angkat saja, siapa tau itu penting!"


Jeff pun menganggukkan kepalanya lalu mengambil ponselnya yang ada di saku celananya. Saat dia melihat sebuah nama di layar ponselnya. Jeff pun tampak begitu panik.


"Astaga, Cat!" teriak Jeff saat melihat nama istrinya di ponsel itu. Mendengar nama Caitlyn, Amber pun kini ikut terlihat panik.


"Astaga, Caitlyn sudah puluhan kali meneleponku!" teriak Jeff sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


'Maafkan aku Cat, maafkan aku yang kini hadir diantara kalian, tapi aku benar-benar tidak bisa mengendalikan perasaan ini,' gumam Amber sambil menatap Jeff yang kini tampak begitu bingung.

__ADS_1


__ADS_2