
"A... Apa maksud Daddy, apa maksud Daddy?" ucap Caitlyn dengan bibir bergetar. Jeff yang mendengar perkataan Edison pun tak kalah terkejutnya. Namun, dia hanya bisa diam. Menahan berbagai perasaan bersalah pada dua orang wanita yang ternyata bersaudara. Sedangkan Diane kini hanya bisa menangis.
Edison terus memegang dada kirinya yang kini terasa semakin sakit. Ingin rasanya dia menjawab berbagai pertanyaan yang kini ditanyakan oleh Caitlyn, tapi rasanya tubuhnya sudah terlalu lemah menahan rasa sakit di dadanya. Bahkan untuk sekedar membuka mulutnya, dia pun tak sanggup. Saat tubuhnya sudah merasa tak kuat lagi menahan sakit. Perlahan, Edison pun menutup matanya.
"Daddy!" teriak Caitlyn.
"Edison!" teriak Diane yang melihat mata suaminya kini terpejam.
"Cat! Ayo bawa Daddy ke rumah sakit. Dia hanya pingsan, Cat!" ujar Jeff sambil menatap Caitlyn. Caitlyn pun menganggukkan kepalanya.
Jeff kemudian membopong tubuh Edison dan membawanya ke dalam mobil. Sedangkan, Caitlyn dan Diane berjalan di belakang Jeff.
Tak berapa lama, mereka pun sudah sampai di rumah sakit terdekat. Beberapa petugas medis yang melihat Jeff tampak membopong tubuh Edison lalu membantunya menaikkan tubuh yang kini terlihat begitu rapuh itu naik ke atas brankar.
Mereka lalu membawa Edison ke dalam ruang UGD. Sedangkan mereka, saat ini mereka menunggunya di bangku yang ada di depan ruang UGD. Isak tangis yang begitu menyayat hati pun terdengar dari bibir Caitlyn dan Diane.
Sedangkan Jeff, hanya bisa terdiam. Perasaannya terasa begitu campur aduk apalagi setelah mengetahui jika Amber adalah saudara dari Caitlyn. Sesekali, dia melirik ke arah Caitlyn yang kini masih begitu terisak. Ingin rasanya dia mendekat pada Caitlyn, lalu memeluknya dan membiarkan Caitlyn mencurahkan segala rasa sakit hatinya pada dirinya. Namun, bagaimana dia mau melakukan itu jika dialah salah satu penyebab sakit hati yang dirasakan oleh Caitlyn.
'Cat, maafkan aku,' gumam Jeff yang melihat Caitlyn kini terlihat begitu hancur.
Setelah sedikit terlihat tenang, Caitlyn pun menghapus air matanya lalu mengalihkan pandangannya pada Diane.
"Mommy," ucap Caitlyn lirih. Mendengar panggilan dari Caitlyn. Diane pun kini beralih menatap Caitlyn sambil menegarkan hatinya, bersiap jika Caitlyn menanyakan tentang rahasia yang dia dan suaminya sembunyikan selama ini.
"Mommy, apa arti dari semua ini?" tanya Caitlyn. Diane pun menatap Caitlyn dengan tatapan nanar.
"Cat, maafkan kami. Selama dua puluh lima tahun, kami menyembunyikan semua kebenaran ini darimu. Kebenaran tentang keluarga ini. Sebenarnya, ada rahasia yang telah kami tutupi, Cat."
"Rahasia? Rahasia apa Mommy? Benarkah Amber adalah saudaraku?" tanya Caitlyn sambil menatap Diane. Hatinya terasa begitu berkecamuk dihinggapi berbagai perasaan yang terasa begitu campur aduk.
Perlahan Diane pun menganggukkan kepalanya. "Ya, Amber adalah saudara kembarmu, dia saudara kembarmu Cat," ucap Diane yang kini mulai terisak.
__ADS_1
"Oh tidak," ucap Caitlyn lirih sambil menutup mulutnya.
"Caitlyn, perlu kau tahu. Aku bukanlah ibu kandungmu. Aku hanyalah adik dari ibumu, Jenny. Saat itu ibu kandungmu mengalami koma setelah melahirkan kalian berdua. Sedangkan kami hanya hidup sebatang kara, kedua orang tua kami sudah meninggal. Dan kedua orang tua dari Edison saat itu juga kondisi kesehatannya sudah tidak memungkinkan. Jadi saat ibu kandung kalian mengalami koma, akulah yang merawat kalian berdua. Tanpa kusadari, aku mulai mulai jatuh hati pada Daddymu. Namun dia selalu mengacuhkanku."
Diane pun tampak mengambil nafas kembali. Mencoba untuk menegarkan hatinya untuk menceritakan hal yang paling membuatnya merasa sangat bersalah sepanjang hidupnya.
"Cat, pada malam itu. Entah setan apa yang merasuk padaku, mungkin saat itu aku memang sudah merasakan benih cinta pada Edison, sedangkan Daddymu mungkin merasa kesepian karena hasratnya sebagai seorang laki-laki tidak pernah tersalurkan selama satu tahun. Saat itu aku memang sengaja mengenakan pakaian yang merangsang naluri kelaki-lakian Daddymu, dan bersikap seolah-olah menggodanya dengan gerakan tubuhku. Akhirnya Edison pun terpancing," ucap Diane sambil sesekali menghapus air matanya yang tidak pernah berhenti mengalir membasahi pipinya.
"Malam itu, kami pun hanyut dalam sebuah hubungan yang tidak sepantasnya kami lakukan, yaitu sebuah hubungan suami istri. Apalagi saat itu ibumu kandungmu sedang koma. Ini benar-benar hal yang sangat tidak pantas. Dan tiba-tiba saja saat kami sedang berada pada puncak kenikmatan, pintu kamar pun terbuka. Dan Jenny melihat perbuatan bejat yang dilakukan oleh kami berdua. Malam itu, aku benar-benar melihat Jenny begitu hancur. Namun, dia mencoba tegar meskipun aku tahu tubuhnya sangat lemah. Dia lalu mendekat ke arah box bayi kalian dan ingin mengambil kalian berdua di saat kami sedang mengenakan pakaian kami. Namun, saat melihat Edison yang mulai mendekat padanya, dia memilih meninggalkanmu dan membawa Amber pergi."
Diane pun memejamkan matanya, lidahnya kini bahkan terasa begitu kelu meskipun untuk sekedar melanjutkan ceritanya. Namun saat melihat wajah Caitlyn, dia pun berusaha menegarkan hatinya kembali dan melanjutkan kisah pahit mereka.
"Cat, saat itu hujan begitu deras. Jenny berlari membawa Amber yang saat itu masih berusia satu tahun di bawah derasnya hujan. Saat Edison berusaha mengejarnya, Jenny berteriak jika dia akan pergi dan tidak akan pernah lagi kembali ke Manhattan, dia sudah terlalu muak dengan kami berdua yang sudah memberikan luka baginya. Malam itu, kami sudah berusaha mencari Jenny, tapi usaha kami tidak membuahkan hasil. Sejak hari itu, Jenny bagaikan hilang ditelan bumi. Selama dua puluh lima tahun, kami sudah berusaha mencarinya. Dan selama dua puluh lima tahun, aku hidup dengan bayang-bayang dosa, dan luka. Aku memang hidup dengan ayahmu, tapi dia tidak pernah mencintaiku, dan itu sangat menyakitkan. Tapi aku sadar, itulah hukuman yang kualami karena sudah berani jatuh cinta pada orang yang tidak berhak kumiliki. Selama dua puluh lima tahun, aku menanggung hukuman itu, Cat."
"Mommy," ucap Caitlyn lirih sambil menatap Diane. Kebencian kini pun mulai merasuk dalam hati Caitlyn, tapi mengingat kasih sayang yang Diane berikan padanya, dia pun mencoba meredam emosi di dadanya.
"Maafkan aku, Cat. Wanita yang ada di hadapanmu sebenarnya bukanlah ibu kandungmu tapi wanita yang merusak kebahagiaan keluarga kecil kalian dulu. Maafkan aku, sungguh aku tidak mendapatkan apapun dari semua sikap burukku, selain hinaan dan kehampaan. Aku memang bisa memiliki Daddymu, tapi aku tidak pernah bisa memiliki hatinya, karena hatinya hanya untuk Jenny seorang," ucap Diane sambil menghapuskan air matanya saat menutup kalimatnya.
"Bukankah tadi Edrick mengatakan jika dia akan menikah dengan seseorang di Brooklyn karena calon mertuanya tidak mau mengunjungi Manhattan kembali?"
"A... Apa maksudmu, Jeff? Aku benar-benar tidak mengerti apa maksudmu?"
"Kemungkinan Edrick akan menikah dengan Amber, Cat. Edrick akan menikah dengan Amber," ulang Jeff yang membuat Caitlyn begitu terkejut.
"Astaga, kejutan apalagi ini, Jeff?"
"Aku juga tidak tahu apa alasan mereka berdua melangsungkan pernikahan, mungkin atas dasar sama-sama saling membutuhkan."
"Lalu apa yang harus kita lakukan?"
"Amber dan Edrick harus melangsungkan pernikahan di depan ayahmu."
__ADS_1
"Kau jangan bercanda, Jeff. Bukankah kau tahu bagaimana keadaan Daddy? Kau tahu sendiri jika kondisi Daddy saat ini tidak memungkinkan. Lalu Mommy juga tidak mau kembali ke Manhattan. Apa yang harus kita lakukan, Jeff?"
Jeff pun tampak memejamkan matanya. Saat Jeff memejamkan matanya tiba-tiba sebuah tepukan mendarat di bahunya.
"Lalu bagaimana dengan hatimu?" tanya Caitlyn.
"Hatiku? Aku baik-baik saja, aku turut bahagia jika Edrick bisa membahagiakan Amber."
"Tapi saat ini Amber sedang mengandung darah dagingmu."
"Caitlyn, sampai kapanpun anak yang ada di dalam kandungan Amber tetaplah anakku, dan tidak ada yang menyangkal itu. Aku tetap menyayanginya sebagai anakku, tapi aku tidak mau memaksakan hatiku dengan berpura-pura mencintai orang lain. Biarkan Amber bahagia dengan pilihannya dan aku bahagia dengan pilihan hidupku, meskipun aku sudah kehilangan cinta dari pilihan hidupku, anggap saja itu adalah sebuah balasan dari keserakahankku. Kau mengerti kan? Sekarang lebih baik pikiran cara agar ayahmu bisa menghadiri pernikahan Edrick dan Amber," ucap Jeff yang membuat Caitlyn tertegun.
NOTE:
Mampir juga ya ke karya bestie aku, Rahayu Ningtiyas Bunga Kinanti, dijamin ceritanya keren dan seru abis loh
Blurb:
(Rahayu Ningtiyas Bunga Kinanti)
Rate 21+ ada adegan kekerasan juga kalimat vulgar!!
Calista seorang gadis berusia 24 tahun, memiliki sebuah tokok kue yang tidak terlalu besar namun dapat menghidupi sehari-hari untuk dirinya.
Calista seorang anak yatim piatu, orang tuanya meninggal ketika ia berusia 10 tahun. Ia di urus oleh neneknya yang seorang penjual roti namun sudah 1 tahun yang lalu neneknya meninggalkannya untuk selamanya.
Entah kesialan apa yang menimpa Calista sampai-sampai kesuciannya yang ia jaga di renggut saat terjebak hujan di tokok kuenya.
Dan tidak mengetahui jika orang yang suda merenggut kesuciannya adalah seorang mafia yang cukup di segani di beberapa negara.
__ADS_1
Bagaimana kisah Calista? Apakah laki-laki yang sudah merenggut kesuciannya akan bertanggung jawab? Apakah ia akan bahagia setelah tinggal bersama laki-laki yang sudah merenggut kesuciannya? Cus langsung aja dari pada penasaran