Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)

Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)
Masa Lalu


__ADS_3

Diane pun mendekat ke arah Edison dengan langkah lunglai. Edison yang melihat istrinya berjalan dengan lesu disertai tatapan kosong pun tampak mengangkat alisnya.


"Ada apa Diane? Apa yang telah terjadi? Kenapa tiba-tiba kau seperti ini?"


"Edison, ha.., hal itu akhirnya terjadi. Kita sudah sampai pada titik ini, Edison. Titik yang menjadi sebuah ******* akan semua kejadian buruk yang pernah kita lalui. Hal ini akhirnya terjadi," ucap Diane dengan lirih.


"Apa maksudmu, Diane? Hal apa yang kau maksud? Aku benar-benar tak mengerti?" tanya Edison.


"Jenny, Jenny sepertinya masih hidup Edison. Dia masih hidup."


"Apa mungkin dia masih bisa bertahan hidup? Saat itu kondisi tubuhnya sudah sangat lemah. Apalagi saat dia pergi, dia juga membawa seorang bayi berumur satu tahun. Itu sangat mustahil, Diane. Itu sangat mustahil," gerutu Edison sambil menahan sesak di dadanya.


"Tapi firasatku mengatakan jika Jenny masih hidup, Simon."


"Itu bukanlah sebuah firasat tapi hanya ketakutanmu saja. Kemungkinan Jenny dan Amber masih hidup sangat kecil, Diane. Tak bisa dipungkiri jika aku masih ingin bertemu dengan mereka berdua, tapi aku tahu kemungkinan itu pasti sangat kecil. Lagipula selama dua puluh lima tahun kita sudah mencari keberadaan mereka berdua, Jenny dan Amber. Tapi kita tidak pernah menemukan keberadaan mereka berdua. Mereka bahkan seperti hilang ditelan bumi."


"Lalu, apakah kau masih merindukan Amber?"


"Tentu saja, aku sangat merindukan Amber. Bagaimanapun juga dia adalah putriku, sama seperti Caitlyn. Dia adalah putri kesayanganku, Amber Wicliff."


"Lalu bagaimana dengan Jenny?"


"Apa maksudmu, Diane?"

__ADS_1


"Kau masih mencintai Jenny, kan? Kau tidak bisa membohongiku. Selama dua puluh lima tahun ini, kau bahkan masih menyimpan fotonya. Foto kalian berempat, kau, Jenny, Amber, dan Caitlyn. Kau memang selalu berusaha menyembunyikan semua itu di depanku karena tidak mau menyakiti perasaanku kan? Tapi aku tahu yang selalu kau lakukan di belakangku, Edison. Aku cukup sadar diri, selama dua puluh lima tahun ini kau selalu berusaha untuk mencintaiku. Tapi aku tahu, aku tidak pernah bisa menggantikan posisi Jenny. Dia pergi karena kekhilafanmu dan kebodohanku," ucap Diane. Sebutir air mata, pun mulai lolos dari sudut matanya.


Edison pun hanya terdiam mengingat semua tentang masa lalunya. Dua puluh lima tahun telah berlalu, tapi kejadian di malam kelabu itu terasa begitu membekas di dalam benaknya. Meskipun sebenarnya dia tidak sanggup mengingat semua itu, sebuah kebodohan yang harus membuatnya terpisah dengan keluarga kecilnya yang begitu dia cintai. Sebuah kebodohan atas dasar nafsu semata.


"Edison, mungkin ini saat yang tepat untuk memberi tahu Caitlyn yang sebenarnya, dia harus tahu semua kebenaran ini, Edison. Sudah cukup selama dua puluh lima tahun ini aku hidup menderita, aku ingin menebus semua dosa-dosaku. Aku lelah dengan semua pandangan buruk serta cibiran yang tidak ada habisnya. Di mata semua orang, aku hanyalah seorang perebut suami orang, tidak lebih. Bahkan kebaikan yang kulakukan pada mereka pun tidak bisa menghapus cap yang telah melekat di tubuhku sebagai wanita tak berperasaan yang telah merebut suami dari Kakak kandungnya sendiri. Aku lelah, Edison. Aku lelah," ucap Diane sambil terisak.


Edison kemudian mengambil nafas dalam-dalam lalu mengehembuskannya. "Baik, mungkin ini saat yang tepat. Kita harus membicarakan ini semua pada Caitlyn," ucap Edison.


"Ya, kita harus membicarakan ini pada Cat."


Mereka kemudian berjalan menuju ke kamar Caitlyn dan Jeff. Namun betapa terkejutnya mereka saat mereka berdiri di depan pintu kamar itu dan mendengar rintihan dari Jeff yang terdengar begitu mengiba.


"Diane, apa kau mendengarnya?" tanya Edison.


"Entahlah. Lalu bagaimana? Apakah kita tetap akan melanjutkan niat kita?"


"Tentu saja. Aku sudah tidak mau lagi menunda semua ini karena Caitlyn harus tahu semua kebenarannya," ucap Diane. Dia kemudian mulai mengangkat tangannya lalu mengetuk pintu yang ada di depannya.


TOK TOK TOK


BERSAMBUNG..


NOTE:

__ADS_1


Mampir juga ya ke karya bestie othor, karya Kak El Putri, dijamin ceritanya keren banget loh.



Blurb:



ANTARA 2 BILLIONAIRE


(El Putri)



Haruskah bertahan dengan cinta yang tidak memandangnya atau haruskah Airin berubah haluan?


Ia sangat mencintai kekasihnya namun suatu kecelakaan membuat Arsen sang kekasih harus mengalami hilang ingatan.


Arsen yang hilang ingatan malah tertarik dan jatuh cinta pada wanita lain.


Saat Airin terluka akan sikap Arsen, Aaron yang merupakan cinta lama Airin datang kembali menjadi sandaran Airin.


Apakah Airin bertahan menunggu sang kekasih atau berpaling pada Aaron yang selalu ada buatnya?

__ADS_1


__ADS_2