Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)

Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)
Istri Dari Edison


__ADS_3

Jenny dan Edrick yang mendengar perkataan Diane pun begitu terkejut. "Apa maksudmu, Diane?" tanya Jenny sambil mengerutkan keningnya.


"Ya, sebenarnya akulah yang membuat kondisimu semakin menurun setelah kau melakukan operasi, Jenny. Aku tahu sejak dulu kau memiliki gangguan pada tekanan darahmu yang menyebabkan berbagai gangguan pada kehamilan dan membuat kondisimu semakin lemah. Sebenarnya sejak kau sedang mengandung Caitlyn dan Amber, aku sering kali memberimu campuran makanan yang membuat tekanan darahmu semakin tinggi, hingga mengakibatkan pembuluh darahmu pecah saat itu. Kau pingsan sebelum melahirkan Amber dan Caitlyn akibat pecahnya pembuluh darah itu, dan setelah dokter mengoperasimu, kau mengalami koma karena kondisimu sudah sangat menurun."


"Maafkan aku, Jenny. Maafkan aku," ucap Diane sambil terisak.


Jenny yang mendengar perkataan Diane kemudian memundurkan langkahnya. Hatinya terasa begitu hancur saat mendengar pengakuan dari adik kandungnya tersebut.


Edrick yang melihat Jenny tampak begitu syok kemudian mendekap tubuh Jenny agar tidak tumbang.


"Are you okay, Aunty?"


Jenny pun hanya terdiam dan hanya menganggukkan kepalanya.


"Jenny, maafkan aku. Sejak dulu aku memang sudah mencintai Edison, suamimu. Sejak kalian menikah, aku melihat kasih sayang dan sikap lembut Edison padamu. Aku selalu iri mengapa kau sangat beruntung bisa bertemu dengan laki-laki seperti Edison yang begitu menyayangimu. Rasa cinta itu, semakin tidak terbendung, aku semakin tidak bisa menahan gejolak di dalam hatiku. Saat aku melihat kondisimu yang menurun, entah setan apa yang merasukiku hingga aku memiliki pikiran jahat untuk melenyapkanmu. Maafkan aku, Jenny. Maafkan aku, aku memang sangat kejam dan tidak bermoral. Aku begitu egois dan hanya mementingkan perasaanku saja."


Diane yang masih bersimpuh di depan Jenny lalu mengangkat wajahnya dan melihat Jenny yang kini menatapnya dengan tatapan kosong, sementara wajahnya sudah dipenuhi oleh air mata. Diane kemudian mendekat pada Jenny lalu menggenggam tangannya.


"Jenny, maafkan aku. Malam itu aku memang yang sudah menggoda Edison, aku memang tidak tahu diri sudah menggoda seorang lelaki yang sedang mengekang hasratnya. Sejak kau koma, sungguh Edison sangat menjaga dan merawatmu dengan penuh kasih sayang yang semakin membuatku merasa cemburu dan akhirnya malam itu aku sengaja memberikan obat perangsang untuk suamimu dan sengaja menggodanya dengan mengenakan pakaian yang menarik di depannya. Semua itu sepenuhnya salahku, Jenny. Bukan suamimu."

__ADS_1


Mendengar perkataan Diane, Jenny lalu menarik tangannya yang digenggam oleh Diane. Dia kemudian menatap tajam pada Diane lalu mengayuhnya tangannya lalu menampar Diane berkali-kali.


PLAK PLAK PLAK


Diane pun hanya terdiam, hanya isak tangis yang terdengar darinya.


"Silahkan tampar dan perlakukan aku sepuasmu, Jenny. Aku memang pantas mendapatkan hukuman atas semua yang telah kulakukan pada keluarga kalian. Aku memang pantas mendapatkan semua itu, sungguh sekarang aku sangat menyesal dengan apa yang telah kulakukan pada keluarga kalian. Aku pikir setelah kau pergi, aku bisa hidup bahagia dengan menjadi istri dari Edison. Aku memang telah memaksa Edison untuk menikah denganku dengan alasan agar Caitlyn memiliki orang tua yang utuh, dan pada akhirnya, dia memang menikahiku tapi aku tidak pernah mendapatkan cinta darinya. Pernikahan kami terasa hampa tanpa cinta, tanpa kasih sayang yang membuatku begitu tersiksa. Selain penderitaan dari dalam keluargaku sendiri, aku juga selalu mendapatkan cemoohan dari orang lain yang selalu memberi label jika aku seorang perebut suami orang. Hinaan itu selalu kuterima sepanjang hidupku, dan membuatku semakin menderita."


"Jenny, hukum aku Jenny, hukum aku karena aku memang pantas mendapatkan semua itu. Hukum aku Jenny, hukum aku Jenny! Memang percuma aku hidup di dunia ini karena selama ini aku memang tidak pernah mendapatkan kebahagiaan!"


Jenny yang awalnya hanya terdiam lalu menatap Diane dengan tatapan tajam lalu membuka suaranya. "Aku tidak menyangka jika aku bisa memiliki seorang adik yang begitu biadab seperti ini! Aku benar-benar tidak menyangka jika kebahagiaan keluarga kecilku dihancurkan sendiri oleh adik kandungku! Tahukah kau bagaimana sakitnya dan sulitnya hidupku selama dua puluh lima tahun ini akibat perbuatanmu? Kau tidak hanya memisahkan dua orang yang mencintai tapi juga seorang anak dengan ayah kandungnya! Seorang anak dengan ibu kandungnya, dan dua orang saudara kembar yang terpisah akibat ulahmu! Dan apakah kau tahu akibat perpisahan itu, kedua putriku kini mengalami kisah cinta yang begitu rumit, dan kebencian yang timbul di hati masing-masing! Itu semua karena kau, Diane! Itu semua karena kau! Lalu apakah kau bisa bertanggung jawab atas semua yang terjadi akibat kekacauan yang diakibatkan olehmu?"


Amber yang kini berdiri di belakang Edrick pun begitu terkejut melihat kejadian yang ada di depannya.


"Diane, hapus air mata busukmu lalu minta maaf pada kedua putriku! Lihat wajah mereka, Diane! Lihat wajah mereka yang hati dan hubungannya sudah kau sakiti dan kau rusak! Apa kau bisa memperbaiki semua itu, Diane? Apa kau bisa memperbaiki dampak akibat keegoisanmu? Lihat Diane! Lihat!"


Diane lalu mengangkat wajahnya kembali, tampak Amber yang kini berdiri di belakang Edrick menatap ke arahnya dengan tatapan pilu, sedangkan Caitlyn yang belum lama berdiri di belakang Amber hanya bisa menangis sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya.


"Mommy," ucap Caitlyn lirih.

__ADS_1


Diane kemudian bangkit lalu mendekat pada Amber yang kini juga memundurkan langkahnya saat Diane mendekat ke arahnya.


"Amber, kau Amber kan? Kau Amber keponakanku kan?"


Amber pun menggelengkan kepalanya sambil terisak. "Tolong jangan mendekat, jangan sentuh aku, jangan sentuh aku."


"Amber, maafkan aku. Maafkan aku."


"Terlalu sakit, semua terdengar begitu menyakitkan. Apa kau tahu bagaimana menderitanya kami semua akibat perbuatanmu? Apa kau tahu bagaimana kerasnya kehidupan yang kujalani dengan ibuku, lalu rumitnya hubunganku dengan saudara kembarku sendiri, bahkan kami terlibat dalam kisah cinta segitiga yang tak tahu bagaimana ujungnya. Lalu semudah itu kau ucapkan maaf pada kami? Aunty, memaafkan itu mudah, tapi melupakan rasa sakit akibat perbuatanmu itu tidak semudah kata maaf yang keluar dari bibirmu itu!"


"Amber, tolong maafkan aku," ujar Diane kembali. Tapi Amber menjauhkan dirinya dari Diane, dan mendekat ke arah Jenny yang masih terisak.


Diane kemudian mendekat pada Caitlyn yang masih menangis. "Cat, maafkan aku. Itulah alasannya mengapa selama ini aku bersikap tidak baik padamu, sebenarnya aku menyayangimu tapi aku kesal dengan sikap Daddymu, tolong maafkan aku Cat, maaf jika kini kau mengalami hubungan yang rumit dengan saudari kembarmu sendiri, tolong maafkan aku, Cat."


Caitlyn pun hanya terdiam, saat dia akan membuka suaranya tiba-tiba sebuah suara pun mengagetkan mereka semua. Mereka lalu menatap asal suara dari seorang dokter yang kini berdiri di depan pintu UGD.


"Dengan keluarga Tuan Edison? Siapa istri dari Tuan Edison?" tanya dokter tersebut.


NOTE:

__ADS_1


Yang mau ikut gabung ke grup chat othor, bisa gabung ke grup Gabut Squad ya. Nanti kita saling sapa di dalem, terima kasih 😘❤️


Karena othor orangnya baik banget, sangat menawan, meskipun terkadang memprihatinkan 🤣, othor juga biasanya bagi² GA juga buat member yang aktif. Terima kasih 💜


__ADS_2