Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)

Terjerat Ranjang Si Kembar (Wrong Bed)
Mimisan


__ADS_3

"Ke... Kesalahan? Kesalahan apa yang kau maksud, Cat?"


Caitlyn pun memejamkan matanya lalu menghembuskan nafasnya disertai raut wajah sendu. "Alice, apa kau ingat saat kita berada di Jersey. Seorang pelayan club malam dan petugas hotel ada yang pernah melihatku bersama dengan Edrick?"


"Ya, aku tahu itu. Lalu apa yang terjadi setelah itu? Apa benar kecurigaanku pada kalian? Apakah kalian telah menghabiskan malam bersama?" tanya Alice sambil mengerutkan keningnya. Hatinya pun ikut berdebar mendengar pengakuan dari Caitlyn.


"Entahlah, Alice. Saat itu kami memang mengobrol di club sambil meminum sedikit minuman beralkohol."


"Sedikit minuman beralkohol? Bukankah kau tahu jika kau tidak akan pernah kuat minum-minuman beralkohol? Kau bisa sangat kehilangan kendali, Cat. Kenapa kau melakukan itu? Kenapa kau berani sekali mengobrol dengan seorang lelaki sambil minum-minuman beralkohol?"


"Entahlah Alice, saat itu aku merasa begitu frustasi karena memikirkan masalahku dengan Jeff, jadi aku melampiaskan kekesalanku dengan mengobrol dengan Edrick yang kebetulan meminta maaf padaku," ucap Caitlyn dengan nada lirih.


"Jadi, benar kecurigaanku? Kau sudah menghabiskan malam bersama dengan Edrick?"


"Aku juga tidak tahu, Alice. Saat itu aku begitu mabuk jadi aku tidak tahu apa yang terjadi padaku. Saat aku bangun, aku memang sudah ada di dalam hotel, tapi saat itu pakaianku sudah terkoyak. Lalu saat aku masuk ke dalam kamar mandi, aku melihat ada beberapa tanda merah pada buah dada dan beberapa bagian tubuhku," ucap Caitlyn sambil meneteskan air matanya.


"ASTAGA!" teriak Alice.


"Jadi kau benar-benar telah melakukan kesalahan satu malam bersama dengan Edrick?"


"Aku tidak tahu Alice. Memang ada beberapa bagian di tubuhku yang menunjukkan jika Edrick telah menyentuhku tapi saat aku membuka bagian intiku, aku tidak menemukan jejak cairan yang ditinggalkan oleh Edrick."


"Oh aku tahu, Cat. Jadi kemungkinan Edrick tidak sampai melakukan itu. Dia masih tahu batas saat menyentuhmu, Cat."


"Tidak Alice, jika dia tahu batas maka dia tidak akan menyentuhku," gerutu Caitlyn.


"Cat, sebaiknya kau tidak usah berkata seperti itu. Kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian karena saat itu kalian sedang mabuk. Apalagi jika sedang mabuk, kau bisa bertindak diluar batas, aku curiga jika ternyata sebenarnya kau yang terlebih dulu merayu Edrick. Sedangkan sekarang, aku bisa melihat sikap Edrick yang sangat berbeda dengan dulu. Dia sekarang sedikit menjauhimu dan mulai tahu batasan sikapnya sebagai seorang lelaki pada seorang wanita yang sudah bersuami. Apa kau tidak bisa merasakan perubahan sikapnya itu, Cat? Apa kau tidak pernah menyadari itu? Edrick sudah berubah, Cat!"

__ADS_1


"Jadi kau menuduhku jika akulah penyebab dari semua ini, Alice?"


"Tidak Cat, semua kemungkinan bisa saja terjadi. Dan sebaiknya kau tidak usah memikirkan itu karena menurutku Edrick yang sekarang bukanlah Edrick yang dulu. Lebih baik kau pikirkan bagaimana caranya hidup dengan Jeff dalam beberapa hari terakhir tanpa dia melihat bekas gigitan yang sudah ditinggalkan Edrick di tubuhmu itu!"


"Tapi bagaimana caranya Alice? Aku tidak tahu, itu bahkan hal yang sangat mustahil. Saat aku berada di rumah Jeff pasti selalu memintaku untuk bermesraan dan melakukan hubungan suami istri dengannya, dan jika aku terus-menerus menolaknya, dia pasti curiga dan kemungkinan dia bisa tahu yang sebenarnya terjadi antara aku dan Edrick," ucap Caitlyn sambil mengigit bibir bawahnya.


Alice pun menghembuskan nafas panjangnya. "Sepertinya kita memang tidak punya pilihan lain, Cat."


"Apa solusinya, Alice?"


"Solusi ini sebenarnya sangat beresiko, tapi hanya ini satu-satunya cara agar kau bisa menghindar dari Jeff."


"Apa itu, Alice?"


"Lihat, seperti yang kau lakukan saat ini. Menghindar dari Jeff dengan pergi meninggalkan rumah. Ini satu-satunya cara, meskipun itu artinya kau sama saja merelakan suamimu untuk tinggal dengan perempuan lain, bahkan kemungkinan yang lebih buruk bisa saja terjadi diantara mereka berdua, Cat."


"Ya, kemungkinan seperti itu."


"Tidak mungkin, Alice. Bukankah kau sendiri yang mengatakan jika Jeff sangat mencintaiku? Aku yakin dia tidak mungkin menikamku dari belakang."


"Tapi semua kemungkinan bisa saja terjadi Cat. Dan kau harus memikirkan kemungkinan terburuk itu. Coba kau pikir, Jeff seorang laki-laki dewasa dan sudah seminggu lebih kau meninggalkannya dan tidak berhubungan badan dengannya. Sedangkan Amber sangat mirip denganmu, coba kau pikirkan itu baik-baik Cat. Kemungkinan Jeff untuk tergoda pada Amber sangatlah besar."


Mendengar perkataan Alice, Caitlyn pun terdiam. 'Sebenarnya apa yang dikatakan Alice memang benar. Posisiku sekarang bagaikan buah simalakama. Namun, bagaimanapun juga aku harus mengambil keputusan untuk menyelamatkan keutuhan rumah tanggaku, meskipun keputusan itu juga bukan merupakan keputusan terbaik karena kemungkinan terburuk itu memang masih bisa saja terjadi. Oh Jeff, Amber, bisakah aku mempercayai kalian?' gumam Caitlyn.


"Lalu apa keputusanmu Cat? Kembali ke rumah dan membiarkan Jeff melihat bekas gigitan Edrick atau tetap ada di sini dan membiarkan suamimu satu atap dengan wanita lain?"


"Semua benar-benar beresiko, Alice. Tapi jika aku pulang, dan Jeff melihat bekas yang ditinggalkan oleh Edrick maka rumah tanggaku akan berakhir seketika itu juga, dan aku akan memilih untuk menghindar sementara dari Jeff, karena memang itu pilihan terbaik saat ini."

__ADS_1


"Meskipun itu sama artinya dengan merelakan Jeff pada Amber?"


"Alice, masih ada kemungkinan Jeff untuk setia padaku, dan aku percaya itu," ucap Caitlyn sambil tersenyum kecut meskipun hatinya meronta.


...***...


Sementara Jeff yang keluar dari kamarnya bergegas menuju ke kamar Amber untuk melihat keadaannya. "Amber!" panggil Jeff saat mengetuk pintu kamar tersebut.


TOK TOK TOK


Berulang kali, Jeff mengetuk pintu kamar itu tapi tidak ada jawaban. "Apa Amber masih marah padaku?" ujar Jeff. Akhirnya, dia pun membuka pintu kamar tersebut.


CEKLEK


Kamar tersebut pun tampak gelap. Jeff pun menyalakan lampu kamar itu dan melihat Amber yang masih tertidur di atas ranjang. Jeff kemudian mendekat ke ranjang Amber dan duduk di sampingnya. Namun, betapa terkejutnya dirinya saat melihat Amber yang terlelap di atas ranjang disertai darah segar yang mengalir dari hidungnya.


"Amber! Kau mimisan Amber!" teriak Jeff.


"Amber!"


Namun, Amber hanya terdiam. Jeff pun menepuk-nepuk pipinya, namun Amber masih saja tidak membuka matanya.


"Amber!"


"Ah sepertinya dia pingsan," gerutu Jeff sambil menatap wajah Amber yang kini terlihat begitu pucat.


"Aku harus membawa Amber ke rumah sakit sekarang juga!" ucap Jeff. Dia kemudian mengangkat tubuh Amber dari atas ranjang lalu membawanya masuk ke mobilnya.

__ADS_1


"Amber, apa yang sebenarnya telah terjadi padamu Amber?"


__ADS_2