
"CAITLYN!" teriak Jeff kembali.
Mendengar alat elektrokardiograf yang berbunyi, seorang perawat lalu masuk diikuti seorang dokter dan dua orang perawat lainnya.
Dokter tersebut lalu menyiapkan alat defribilator kemudian menempelkan alat tersebut di atas dada Caitlyn. Jeff yang melihat keadaan Caitlyn pun begitu terpukul.
"Caitlyn! Cat!" panggil Jeff yang saat ini menjatuhkan tubuhnya di atas lantai sambil menangis dengan begitu terisak.
Melihat Tubuh Caitlyn yang beberapa kali terpental ke udara, Amber pun terlihat begitu panik. "Bangun Cat. Bangun! Tolong bangun, Cat. Tuhan, tolong selamatkan nyawa Caitlyn, tolong Tuhan, tolong selamatkan nyawa Caitlyn. Aku janji, Tuhan. Aku akan memperbaiki semua sikapku, aku akan belajar menyayangi Caitlyn, dan tidak menganggap Caitlyn saingan lagi bagiku. Aku akan membuang semua kebencianku dan kedengkianku padanya. Tuhan, tolong kabulkan doaku, Tuhan."
Amber lalu melirik pada Jeff yang tampak begitu kacau. Wajahnya kini tampak begitu frustasi. Bibirnya tampak merancu tak jelas sedangkan tangannya menjambak rambutnya.
'Caitlyn, kau harus kuat Cat. Kau harus kuat menghadapi semua ini. Aku yakin kau bisa Cat. Caitlyn, tolong beri aku kesempatan untuk bisa memperbaiki hubungan kita. Beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakanmu kembali, Cat. Caitlyn tolong bertahanlah. Bertahanlah sayang, ingat janji kita saat menikah dulu untuk selalu bersama-sama, dan aku tidak mau kita terpisah secepat ini oleh maut, Cat. Tuhan, beri aku kesempatan untuk memperbaiki hubunganku dengannya Tuhan,' batin Jeff.
Tatapan mata Jeff pun terlihat begitu pilu. 'Oh Tuhan, seegois inikah diriku? Aku selalu membuat Caitlyn merasa tertekan agar menyuruh Jeff untuk bertanggung jawab atas anak yang bukan darah dagingnya hanya untuk keegoisanku semata. Oh Tuhan maafkan aku. Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua ini. Beri aku kesempatan untuk mengembalikan kebahagiaan mereka yang telah kurusak,' batin Amber. Dia kemudian menatap kembali Jeff yang kini tampak semakin frustasi.
'Jeff, maafkan aku. Sejak awal pertemuan kita memang aku sudah begitu tergila-gila padamu. Sejak aku pergi ke Manhattan, aku memang sudah berniat untuk merebutmu dari Caitlyn. Apalagi setelah tahu Caitlyn ternyata saudara kembarku, aku merasa hidup ini amat tidak adil karena Caitlyn selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Tidak seperti diriku,' batin Amber kembali. Di saat itulah, sebuah suara beraturan dari alat elektrokardiograf pun kembali terdengar.
TUT TUT TUT
Mendengar alat elektrokardiograf yang kembali berbunyi normal. Jeff pun kembali terisak sambil mengucapkan rasa syukur.
"Syukurlah, terima kasih Tuhan. Terima kasih kau telah mengabulkan doaku," ujar Jeff.
Dia kemudian mendekat ke arah dokter sambil melirik ke arah Caitlyn. 'Terima kasih untuk kembali berjuang, Cat. Aku di sini, akan selalu ada di sini,' batin Jeff. Dia kemudian berbicara dengan dokter sementara Amber tampak melajukan kursi rodanya mendekat ke arah Caitlyn.
Dia kemudian menggengam tangan Caitlyn dan membelai wajahnya. "Caitlyn, Caitlyn kakakku, bukalah matamu. Buka matamu, Cat. Buka matamu!"
__ADS_1
Namun Caitlyn hanya terdiam, yang terlihat hanya wajah pucatnya yang kini terlihat begitu tenang disertai alunan nafas yang beraturan.
"Sampai kapan, Tuhan?" ucap Amber.
****
Tiga Bulan Kemudian...
Manhattan, 09.00 am
Memasuki awal bulan Maret di Manhattan, menjelang awal musim semi, sisa-sisa salju tampak masih menempel di beberapa ranting pohon. Musim memang akan berganti, namun hawa yang begitu dingin masih lekat menyelimuti Manhattan.
Seorang laki-laki tampak berjalan di koridor rumah sakit menuju ke sebuah ruang perawatan yang terletak di pojok rumah sakit itu.
"Selamat pagi, Tuan Jeff. Tubuh Nyonya Caitlyn baru saja saya bersihkan," sapa seorang perawat saat bertemu dengan Jeff di depan pintu masuk.
"Sama-sama, Tuan," jawab suster tersebut. Jeff kemudian membuka pintu ruangan.
CEKLEK
Pintu kamar perawatan itu pun terbuka. Dia kemudian duduk di samping seorang wanita yang masih tertidur dengan begitu tenang di atas brankar.
"Selamat pagi Caitlyn sayang," sapa Jeff. Dia kemudian mengambil sisir dari dalam bag papper lalu menyisir rambut Caitlyn.
"Cat, lihat rambutmu, rambutmu terlihat begitu kusut. Apa kau tidak rindu untuk mencuci dan merawat ranbutmu kembali di salon?"
Setelah selesai menyisir rambut Caitlyn, Jeff kemudian turun dan meraba jari-jari Caitlyn. "Cat, lihat jari-jari kukumu. Ternyata jari-jari kukumu sudah panjang, maaf Cat. Maaf aku lupa belum membawa gunting kuku untuk memotong kukumu. Maaf jika selama jika selama tiga bulan terakhir ini aku belum sepenuhnya memperhatikan dirimu. Tolong maafkan aku, Cat."
__ADS_1
"Caitlyn, sudah satu tahun. Sudah satu tahun lamanya awal mula dari bencana dalam rumah tangga kita berlalu. Apakah kau belum juga mau memaafkan aku Cat? Apa kau juga belum mau melihat wajahku? Apa aku tidak memiliki kesempatan lagi bagimu, Cat?"
Caitlyn masih terdiam, sedangkan Jeff tampak tersenyum. "Baik, baik jika kau masih marah denganku. Tapi asalkan kau tahu, aku akan tetap ada di sampingmu selamanya, sampai di ujung usiaku. Kau mengerti, Cat?"
Tiba-tiba setetes air mata pun keluar dari sudut mata Caitlyn. Jeff pun begitu terkejut melihat air mata itu. "Caitlyn, apa kau mendengarkan aku? Kau dengar kata-kataku, Cat?" tanya Jeff.
Di saat itulah tiba-tiba ponsel Jeff berbunyi. Dia kemudian mengambil ponsel yang ada di saku celananya dan melihat nama Jenny di ponselnya.
"Mommy Jenny?" ucap Jeff.
[Halo Mommy, ada apa? Apa Mommy jadi datang ke rumah sakit?]
[Oh tidak, Jeff. Maafkan Mommy, Mommy belum bisa datang mengunjungi Caitlyn. Sebenarnya Mommy ingin memberi tahumu jika saat ini Amber dan Edrick mengalami kecelakaan.]
[Astaga, Amber dan Edrick kecelakan?]
Tanpa Jeff sadari, sosok ada di sampingnya kini tampak mulai membuka matanya.
"Amber?" ucap Caitlyn lirih.
[Iya Jeff, saat ini Mommy sedang ada di rumah sakit yang sama dengan Caitlyn. Kami berada di ruang UGD.]
[Baik Mommy, aku ke sana sekarang.]
[Iya Jeff.]
Jeff kemudian menutup teleponnya. Namun, saat dia sedang berjalan ke arah pintu ruangan itu, sayup-sayup terdengar ada suara yang memanggilnya dengan begitu lirih.
__ADS_1
"Jeff, tunggu Jeff! Amberrrr... "