TERJERAT RAYUAN JANDA

TERJERAT RAYUAN JANDA
DIKERJAIN


__ADS_3

Herlina sudah rapi hendak ke suatu perusahaan ternama karena panggilan kerja. Lamaran kerja yang Herlina masukan mendapatkan surat panggilan diterima setelah sebelumnya Herlina mendapatkan surat panggilan untuk interview. Dan kini Herlina benar-benar diterima bekerja di suatu perusahaan yang lebih besar daripada perusahaan yang dipimpin oleh Herlambang.


Herlina dengan penuh semangat berangkat ke ke tempat barunya itu. Dirinya tidak lagi menjadi pengangguran. Namun sebelum itu ketika Herlina keluar dari pintu rumahnya, dirinya mendapati sekotak yang dibungkus dengan rapi. Tentu saja dengan tanpa nama si pengirim dan hanya ditujukan untuk Herlina. Karena sudah ada rasa takut dan sangkaan nya seperti kemarin kotak berisi kotoran, akhirnya Herlina tidak mau membukanya dan melemparkan nya jauh dari rumahnya.


Kotak itu dibuang langsung di tempat sampah yang letaknya jauh dari rumahnya tanpa Herlina membuka nya. Herlina dengan cepat segera berjalan ke jalan raya untuk mencari taksi yang sengaja mangkal di tempat itu.


Herlina kini telah berada di dalam taksi. Namun pikiran nya kembali pada kotak tersebut. Herlina mulai penasaran tentang isi kotak yang tadi di letakkan di depan pintu masuk rumahnya.

__ADS_1


" Ah ya sudahlah, kotak itu tidak mungkin duit bukan? Mana ada orang memberikan duit dan diletakkan di depan rumah begitu saja. Sekarang ini Orang memberikan uang pasti ada pamrih dan ada timbal baliknya." pikir Herlina.


Beberapa menit Herlina di dalam taksi itu hingga sopir taksi itu menghentikan mobilnya setelah lokasi yang diminta penumpang nya telah sampai ditujuan. Herlina mulai membayar biaya taksi yang ditumpangi nya. Sopir itu tersenyum sesudah nya kembali melaju membelah jalanan meninggalkan Herlina yang sesaat berdiri mematung menatap gedung tinggi dimana gedung itulah dirinya akan bekerja di tempat barunya.


Herlina dengan percaya diri berjalan dengan pandangan ke depan. Dada nya sengaja dibuat membusung supaya tampak seksi dan modis. Hari ini Herlina sengaja berpenampilan lebih menarik karena ini hari pertama dirinya masuk bekerja. Herlina mulai ke ruangan personalia sebelum dirinya benar-benar memulai dengan kerjaan nya dan aktivitas barunya di tempat barunya tersebut. Herlina ditunjukkan tempat ruangan nya bekerja yang dimana ruangan tersebut ada beberapa orang yang menghuni ruangan itu. Mungkin saja sekretaris satu, dia, bendahara satu, dua, ketua divisi, Tidak jauh dari ruangan itu ada ruangan khusus direktur utama, ruangan meeting, dan bagian personalia serta bagian-bagian divisi- divisi.


" Apakah dia pak Diandra, yang sebelum ini telah berkencan satu malam dengan aku?" pikir Herlina.

__ADS_1


Demi mendapatkan jabatan dan supaya bisa masuk di perusahaan itu, Herlina melakukan kencan satu malam dengan salah satu orang penting di perusahaan itu. Dan ternyata laki-laki yang telah berkencan satu malam saja dengan Herlina itu adalah pimpinan perusahaan di tempat itu. Laki-laki itu masih sangat muda dan memiliki ketampanan dan kharisma.


" Siapa saja akan terpesona jika melihat sosok laki-laki yang menjadi pimpinan di perusahaan ini. Aku bersyukur bisa berkencan dengan nya walaupun hanya satu malam itu. Dan pada akhirnya aku diterima di perusahaan ini." gumam Herlina dengan tersenyum.


" Tetapi apakah yang berkencan dengan aku ketika malam itu adalah laki-laki ini? Pak Diandra? Waktu itu lampu sengaja di matikan. Aku tidak jelas wajahnya. Namun kata seseorang yang Me interview aku katanya adalah orang yang berpengaruh di perusahaan ini? Ah sudahlah, yang penting saat ini aku bisa masuk kerja di tempat ini." pikir Herlina.


" Atau jangan- jangan aku dikerjain oleh orang yang mewawancarai aku dan orang yang berkencan dengan aku bukan lah pak Diandra. Saat itu laki-laki yang berkencan dengan aku tidak setinggi dan badannya juga tidak sebagus badan pak Diandra. Ah sial!" pikir Herlina sambil memikirkan siapa pria yang telah berkencan dengan nya di penginapan kecil itu. Semuanya seperti disembunyikan wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2