
Senja itu belum juga hadir di sore itu. Herlina sudah tiba di rumahnya dengan rasa letih nya. Hari pertama dirinya mulai bekerja sebagai sekretaris membuat nya capek. Dari pagi berkutat di depan komputer, menyalin data- data yang masuk dan juga mempelajari dan menyalin berkas- berkas kerja sama yang baru, Herlina cukup terkejut dengan kerjaan nya yang menguras otak pikiran nya. Ini sangat berbeda ketika bekerja di perusahaan milik pak Herlambang. Tentu saja gaji yang diperolehnya di perusahaan lama dan yang baru nya jauh berbeda. Namun keuntungan ketika dirinya bekerja di perusahaan pak Herlambang, dirinya tiba-tiba mendapatkan uang yang berlimpah lantaran ada hubungan khusus dengan bos nya itu. Namun setelah kepergok istri bos nya, akhirnya dirinya dipecat di tempat itu. Itu sudah resiko menjadi wanita spesial dari bos nya.
Di depan pintu rumahnya, Herlina kembali berdiri mematung dan tidak juga membuka pintu rumahnya. Kotak bingkisan tadi pagi yang telah ia buang jauh- jauh dari rumahnya dan bahkan malas dibuka nya itu kembali berada di depan pintu rumahnya. Akhirnya nya dengan berat hati dan malas, Herlina membuka kotak yang sengaja diletakkan di depan rumahnya itu tanpa nama pengirimnya.
Herlina seketika menjerit dan serta merta bingkisan itu di buang nya jauh dari rumahnya. Isi kotak itu adalah bangkai tikus yang terdiri dari tunjuk ekor. Baunya sangat menyengat hidung. Bahkan di dalamnya ada lalat hijau. Ini benar-benar sudah teror yang bikin rusak mental Herlina.
__ADS_1
" Ini tidak bisa dibiarkan! Siapa yang mencoba meneror aku? Tetapi aku tidak bisa sembarangan Menuduh." pikir Herlina. Herlina segera membuka pintu rumahnya dan mulai masuk. Herlina duduk bersandar di kursinya. Dirinya sedang memikirkan cara supaya bisa menjebak dan mengetahui siapa dalang semua ini. Siapa juga yang telah meletakkan kotak yang berisi kotoran dan juga bangkai tikus itu di depan rumah nya.
" Siapa pun orangnya, pasti dia sudah dendam dengan aku. Kalau tidak Risa, istri Herlambang ada kemungkinan adalah Maisaroh, istri si Bambang." tebak Herlina.
" Aku rasa pasang CCTV juga penting untuk bisa mengetahui siapa yang telah meletakkan kotak bungkusan itu." pikir Herlina lagi. Sungguh sebenarnya aku sudah malas dengan dua wanita itu. Bahkan aku pun sudah tidak berhubungan lagi dengan Herlambang dan juga Bambang. Kedua laki-laki itu sudah tidak ada menguntungkan bagi aku. Apalagi Bambang. Walaupun keduanya adalah laki-laki perkasa yang bisa memberikan aku kesenangan sementara itu di atas peraduan. Akhhhh.. Aku paling tidak suka orang seperti ini." pikir Herlina.
__ADS_1
Herlina mulai berendam di bathtub kamar mandinya. Dengan berendam air hangat Herlina akan lebih segar dan rasa capek seharian bekerja bisa hilang.
" Aku perlu bersenang-senang malam ini. Tetapi dengan siapa? Pacar, kekasih tidak ada." gumam Herlina. Aku akan ke rumah Anura. Anura temanku yang baru saja bercerai dengan suaminya lantaran ibu mertuanya berusaha memisahkan dirinya dengan suaminya. Ini lebih tragis perjalanan Anura dibandingkan dengan aku." gumam Herlina.
@@@@@@@
__ADS_1
Aku Anura.
Aku adalah seorang janda. Lantaran aku belum juga mendapatkan anak. akhirnya oleh ibu mertuaku, aku dianggap mandul. Ibu mertua ku yang sangat menginginkan cucu akhirnya berusaha menjodohkan suamiku dengan wanita lain. Wanita lain itu ternyata adalah adik aku sendiri. Adik aku dari dulu memang menyukai suami ku. Aku tahu itu. Akhirnya karena jebakan yang dibuat ibu mertua dan juga adikku itu, akhirnya kejadian itu terjadi. Suamiku terjebak di dalam kamar di mana di sana sudah ada adikku dan pada akhirnya keduanya melakukan pengkhianatan itu.