TERJERAT RAYUAN JANDA

TERJERAT RAYUAN JANDA
KETAKUTAN ANURA


__ADS_3

Di ruangan makan, di kursi makan Herlina dan juga Anura sedang berbincang-bincang. Anura sangat lahap menyantap makanan yang tadi dibawa dan dibeliin oleh Sultan. Walaupun Sultan sudah menjadi mantan suaminya, Sultan masih saja mengiriminya makanan dan juga cemilan untuk Anura. Sultan tahu kalau Anura suka sekali ngemil. Apalagi saat break dari kehidupan syuting dan juga saat nonton televisi.


"Anura, kamu tahu gak?" tanya Herlina.


"Enggak!" sahut Anura cepat. Keduanya tersenyum saja.


"Aku belum juga bertanya dan memberitahu kamu. Begini, Zaki mengajak aku untuk tinggal bersama dia di tempat tinggal nya. Jadi, besok aku bisa pindah dari apartemen kamu yah. Aku lama-lama tidak enak numpang hidup dengan kamu terus." jelas Herlina. Anura masih cuek sambil memakan makanan nya.


"Anura! Aku sedang bicara dengan kamu, loh! Kamu cuek aja sih?" protes Herlina.


"Aku dengar sayang! Lalu kamu mau tinggal satu rumah dengan laki-laki yang bukan saudara maupun suami kamu, hah? Apa kata orang nanti? Omongan orang tidak kamu pedulikan? Nanti terjadi lagi peristiwa seperti kemarin lalu itu. Kamu dilabrak dengan istrinya." kata Anura.


"Itu tidak akan terjadi, Anura! Zaki itu masih bujangan. Dia belum pernah menikah, sayang!" ucap Herlina.


"Ngapain kamu pindah di sana sih? Di apartemen aku saja masih sangat lapang. Hanya aku yang tinggal di sini sendirian. Lagipula kita sering bekerja sampai sore, terkadang malam, dan terkadang aku juga tidak pulang lantaran kegiatan syuting di luar kota. Kita sama-sama sibuk juga. Sudahlah, tidak usah pindah. Di sini saja dengan aku, Herlina."ucap Anura.


"Bagaimana yah? Sebenarnya ini juga dalam rangka aku penjajakan dengan Zaki juga. Jika aku mendapatkan kenyamanan dengan Zaki, mungkin saja aku akan menikah dengan dirinya." kata Herlina.


"Astaga!" sahut Anura sambil menarik nafasnya dan membuangnya dengan kasar.


"Oh iya, Herlina! Tadi aku telah berbicara dengan Sultan. Dia mau kok membeli rumah kamu. Kalau kamu ada waktu, dia siap dan kapan saja membawa notaris untuk proses jual beli rumah kamu itu." kata Anura menyampaikan semuanya pada Herlina.


"Wah hebat! Benarkah? Setelah ini bagaimana kalau aku membeli apartemen di sebelah kamu saja. Bukannya di sebelah kabarnya mau dijual atau dialih kontrakan?" ucap Herlina.

__ADS_1


"Pemilik nya mau jual itu apartemen. Dulu mengambil apartemen itu, untuk wanita simpanannya. Namun lantaran mereka sudah ketahuan berselingkuh akhirnya break deh. Begitu ceritanya." cerita Anura kepada Herlina. Herlina menyimak dengan serius.


"Kok kamu bisa tahu dengan jelas, pemilik apartemen itu sih?" tanya Herlina.


"Soalnya pemilik apartemen itu adalah teman aku satu profesi." sahut Anura.


"Jadi? Pemilik nya adalah seorang aktris?" tanya Herlina.


"Begitu lah kira-kira, " sahut Anura.


"Lebih baik kamu tentukan saja kapan bisa ketemu dengan Sultan dan bisa beli itu apartemen di samping. Tidak perlu kamu tinggal bersama dengan Zaki itu, sayang." ucap Anura.


"Benar juga kata kamu! Oke deh! Coba kamu hubungi Sultan kamu itu dan tanyakan saja kalau besok siang janjian nya bagaimana?" kata Herlina.


"Baiklah! Biar Aku sendiri yang menghubungi Sultan deh." ucap Herlina.


@@@@@@@


Setelah makan siang bersama. Herlina sudah rapi dengan dandanannya. Anura yang sedang menonton film drakor segera memicingkan matanya.


"Kamu mau kemana, Herlina?" tanya Anura.


"Aku ada kencan lagi dengan Zaki." jawab Herlina.

__ADS_1


"Apa? Bukannya tadi malam kalian habis kencan?" sahut Anura.


"Sepertinya aku sudah mulai penyakit cinta, Anura! Belum juga ada sehari aku sudah ingin jumpa dengan Zaki." ucap Herlina.


"Haduh! Gila kamu!" sahut Anura. Namun tiba-tiba Herlina seperti merasakan kesakitan dan memegangi perut nya.


"Eh, ada apa Herlina?" tanya Anura yang seketika bangkit dari sofanya yang sedari tadi rebahan.


"Perut aku rasanya sakit sekali. Rasanya nyeri, dan tiba-tiba mual dan pening kepala aku." keluh Herlina.


"Sebentar aku ambilkan minyak kayu putih dulu yah?" ucap Anura sambil melangkah ke kotak obat mencari minyak kayu putih dan di sana Anura menemukannya.


"Apa mungkin kamu akan datang bulan? Diolesi ini dulu deh setelah itu bagaimana kalau aku antar kamu periksa ke dokter." kata Anura sambil menyerahkan botol minyak kayu putih itu kepada Herlina.


"Enggak usah, Anura! Besok-besok juga bisa periksa ke dokter. Aku mau ke rumah Zaki." ucap Herlina.


"Suruh saja Zaki menjemput kamu di depan apartemen ini." kata Anura.


"Iya, aku akan menelpon Zaki. Biar dia yang menjemput aku saja." ucap Herlina sambil duduk di kursi dan mengusap minyak kayu putih itu ke area perut nya. Anura memperhatikan Herlina dengan pandangan khawatir.


"Aku takut kalau Herlina divonis memiliki penyakit yang berbahaya. Sekarang ini wanita sekarang banyak yang mengidap penyakit yang mematikan seperti kanker servik, dan lain-lain nya. Aku takut sekali. Apalagi Herlina suka sekali bergonta-ganti pasangan dalam melakukan hubungan badan. Cara pandang yang berbeda dengan aku."batin Anura seraya menatap Herlina dengan cemas.


"Kamu jangan melihat aku seperti itu dong! Aku tidak apa-apa. Tidak akan ada yang membahayakan dalam penyakit aku." kata Herlina seolah bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Anura terhadap dirinya.

__ADS_1


__ADS_2