TERJERAT RAYUAN JANDA

TERJERAT RAYUAN JANDA
HERLINA PINGSAN


__ADS_3

Mentari sudah mulai mengintip dibalik awan. Malu- malu sinarnya menembus gumpalan awan. Selimut tebal itu mulai tersingkap diantara dua insan yang terkulai di atas peraduan. Dua insan yang masih polos di atas kasur empuk dikamar sekotak yang cukup mewah. Keduanya masih menggeliat mengikuti irama yang membentuk gesekan jiwa. Permainan biola dengan ritme maju mundur menimbulkan suara keluhan yang tak bisa diartikan. Sampai merasa letih terkapar lemas dengan senyuman puas diantara keduanya.


Zaki mulai memberikan kecupan lembut nya di bibir wanita di bawah nya. Namun kembali Zaki meraup bibir wanita itu hingga ciuman panjang itu terjadi. Pergumulan itupun akhirnya kembali terjadi lagi. Zaki kembali menguasai tubuh wanita yang sebenarnya sudah sangat berpengalaman dalam permainan ranjang, hingga tampak pemandangan yang seperti membentuk roti tawar ditumpuk menjadi dua. Walaupun begitu, kali ini Herlina terlihat pasrah. Herlina begitu pasif dan tanpa perlawanan. Ditengahnya dengan toping keju yang meleleh dan berceceran. Gerak- gerakan erotis itu kembali tercipta. Irama gesekan biola itu pun menimbulkan suara yang khas ditelinga. Nyaris membuat merinding jika seseorang mendengar jeritannya.Herlina membiarkan Zaki melakukan itu untuk dirinya. Walaupun terkadang Herlina merasakan nyeri di bagian Pinggul nya serta bagian pinggang nya. Herlina menahan nya, takut jika mengecewakan Zaki, laki-laki yang sudah dia cintai nya.


Sore kemarin, Herlina tidak sempat menyampaikan perihal mengenai penyakitnya. Herlina masih enggan untuk mengungkapkan semua kebenarannya. Herlina dan Zaki ngobrol tentang rencananya mereka setelah menikah. Sampai akhirnya Zaki tidak jadi mengantarkan Herlina kembali pulang. Mereka akhirnya bermalam di apartemen Zaki. Padahal dia hari lagi mereka akan menjalani pernikahan. Rasanya Zaki dan Herlina sudah tidak bisa membendung hasrat nya. Baru satu minggu mereka disibukkan dengan aktivitas kantor dan juga persiapan pernikahan, mereka begitu rindu ingin meluapkan rasa. Entah siapa yang memulainya, kejadian dan permainan di atas peraduan itu akhirnya terjadi sudah. Dua insan dewasa lawan jenis itu tidak lagi bisa mengendalikan hasrat dirinya. Akhirnya Herlina tidak bisa menolak sesuatu yang bisa membuat dirinya mabok seketika dengan kepiawaian Zaki dalam urusan ranjang.


Herlina belum mengakui kalau dirinya sudah di vonis dokter terkena kanker. Herlina masih merahasiakan hal itu. Sedangkan Zaki dalam diam lupa kalau Herlina telah mengidap penyakit serius walaupun belum tahu pasti apa penyakit yang di derita oleh Herlina.


Herlina memejamkan mata, pasrah dan ridlo melakukan semuanya untuk Zaki, calon suaminya. Sesekali terdengar suaranya karena permainan biola Zaki yang menghasilkan suara dari Herlina. Hal itu semakin membuat Zaki lebih bersemangat dengan permainan nya. Bagi seseorang pria ini adalah kesenangan tersendiri bisa membuat pasangan nya mengeluh dalam kepuasan karena permainan nya. Bagi pria ini adalah bukti dan pembuktian bahwa dirinyalah bisa memberikan kepuasaan dan kenyamanan bagi pasangan nya. Menunjukkan bahwa dirinya luar biasa dalam urusan ranjang. Membuktikan bahwa dirinya pejantan tangguh yang tidak lemah.


Tidak lama akhirnya suara pekikan terdengar keras dari mulut Zaki seolah bebannya selama ini dia keluarkan dan tuntaskan seharian itu bersama Herlina. Herlina tersenyum dan mulai merapikan pakaian nya. Herlina mulai memakai pakaian nya yang saat ini masih polos itu. Herlina melirik betapa seksi sekali calon istrinya itu. Walaupun saat ini mereka belum menikah. Tapi dalam keyakinan Herlina dia akan berusaha memberikan kebahagiaan untuk pasangan nya. Herlina sudah terbiasa dengan setiap keringat dan aroma tubuh Zaki. Sudah terbiasa dengan perhatian nya yang mungkin awalnya terasa kaku. Namun Herlina sangat yakin, Zaki adalah tipe laki-laki yang bertanggung jawab dan perhatian.


@@@@@@@

__ADS_1


Setelah melakukan hubungan badan itu, Herlina masuk ke kamar mandi. Alangkah terkejutnya Herlina. Herlina mendapati darah berwarna kecoklatan dan hitam yang ke luar dari bagian pribadinya. Herlina seketika gelap pandangan nya. Kepalanya tiba-tiba pusing. Kondisi tubuh nya lemah dan di saat itulah Herlina terjatuh di dalam kamar mandi dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Zaki masih bermalas-malasan di atas tempat tidur nya yang lebar. Dia tidak mendapati Herlina ada di samping nya. Zaki tersenyum, dalam pikiran Zaki Herlina pasti sedang berada di dalam kamar mandi. dan membersihkan badannya. Namun cukup lama Herlina tidak juga keluar dari kamar mandi itu. Sehingga membuat Zaki mengkhawatirkan keadaan Herlina yang masih berada di dalam kamar mandi.


Zaki mengetuk pintu kamar mandi dan mencoba membukanya. Namun Herlina telah menguncinya dari dalam kamar mandi tersebut. Zaki sontak menjadi terkejut lantaran Herlina tidak juga membuka pintu kamar mandi.


"Herlina! Herlina! Kamu sedang apa sayang! Buka pintunya sayang? Kamu tidak apa-apa kan?" teriak Zaki namun tidak ada sahutan dari suara Herlina dari dalam kamar mandi.


Zaki mulai kebingungan dan dia mulai memikirkan cara supaya bisa membuka pintu kamar mandi tersebut. Sampai akhirnya Zaki mendobrak pintu kamar mandi tersebut sampai beberapa kali. Pada akhirnya pintu kamar mandi itu terbuka.


Kini Zaki telah mengangkat tubuh Herlina dan meletakkan nya di atas tempat tidur. Zaki mulai mengenakan pakaian Herlina supaya lebih tertutup. Setelah itu baru dirinya mulai mengenakan pakaian dan juga celana panjangnya. Zaki segera menyambar kunci mobilnya dan memasukkan nya di dalam saku celananya. Kini Zaki mulai mengangkat tubuh Herlina dan membawanya turun ke bawah apartemen nya.


Beberapa orang memperhatikan Zaki yang telah membopong tubuh Herlina. Banyak pandangan mata penuh pertanyaan. Namun tidak sedikit yang bertanya dengan Zaki. Zaki diam seribu bahasa. Dia menyesal telah menggarap Herlina dengan tanpa ampun. Padahal dia sedikit nya tahu kalau Herlina memiliki penyakit yang serius dan kondisi tubuh nya saat ini sudah melemah. Stamina Herlina tidak lagi seperti dulu yang ganas, liar dan tanpa ampun kalau sudah bermain dengannya.

__ADS_1


"Ah berapa bodoh dan jahat nya aku, membuat calon istriku menjadi seperti ini. Aku sangat egois. Aku laki-laki tidak ada akhlak!" gumam Zaki. penuh penyesalan.


Herlina masih tidak sadarkan dirinya. Zaki sangat bingung dengan semuanya.


"Tolong pak! Bukakan pintu mobil saya!" ucap Zaki saat satpam pun mengikuti dirinya.


"Kuncinya di dalam saku saya," tambah Zaki yang melihat satpam itu kebingungan lantaran Zaki belum menyerahkan kunci mobilnya.


Satpam itu merogoh saku celana panjangnya Zaki dan ada kunci mobilnya di sana. Dengan serta, pintu mobil telah dibuka dan Zaki meletakkan tubuh Herlina di depan.


"Terimakasih pak!" ucap Zaki sambil masuk ke dalam mobilnya. Mobil itu kini telah ia hidup kan. Zaki ingat harus menghubungi Anura dan juga mama papa atau saudara Herlina.


"Aku harus membawanya ke rumah sakit dahulu," pikir Zaki lalu mobil itu mulai dijalankan nya.

__ADS_1


Zaki mulai membelah jalanan. Zaki sudah tidak perduli dengan kecepatan mobilnya yang kencang. Dia harus cepat sampai di rumah sakit itu, membawa Herlina yang keadaan nya sudah Nge drop. Zaki benar-benar penuh penyesalan. Kenapa dia menjadi laki-laki jahat bagi kekasihnya. Wanita yang sangat dia cintai nya.


"Akkhhh!?" Zaki berteriak sembari air matanya mengalir tanpa diminta.


__ADS_2